Tampilkan postingan dengan label Pengajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengajaran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 April 2018

MELURUSKAN PEMAHAMAN TENTANG LAHIR BARU




Ada kebingungan besar di banyak pengajar kristen mengenai kelahiran kembali, atau yang lazim disebut LAHIR BARU.
Kebingungan besar ini menjadi pondasi dari segala kesalahan doktrin yang akhirnya terbentuk di pikiran mereka untuk mereka ajarkan kepada banyak orang. Adanya kesalahan doktrin ini menjadi celah besar bagi iblis --yang tak terlihat-- untuk menipu dan menyesatkan mereka, termasuk dengan pewahyuan-pewahyuan palsu yang keluar dari kebenaran Injil. Paulus menulis, bahkan jika ada malaikat yang mengajarkan injil lain (melalui pewahyuan) kepadamu, terkutuklah dia.
Galatia 1:8
Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
Tetapi inilah yang menyesakkan hati, bahwa ada begitu banyak rupa-rupa kesesatan atau kekeliruan di dalam dunia kristen, terlebih-lebih di Indonesia. Dapat dikatakan, dunia kristen di seluruh dunia bahkan telah didominasi oleh mereka yang menganut satu dua kemelencengan itu. Mereka yang murni hati dan imannya umumnya justru terusir di luar kandang. Itu sebabnya sungguh akan terjadi apa yang telah DIFIRMANKAN, bahwa pada akhirnya, hanya sedikit yang dipilih. Hanya mereka yang kedapatan tidak bercacat cela. Cacat cela bukan hanya dosa kecemaran yang nyata dan gampang diilihat. Adapun kesalahan doktrin atau kesalahan pemahaman, ini juga termasuk cacat cela.
Mengenai kelahiran kembali, inilah yang dianut oleh mayoritas yang mendominasi itu:
"Setelah kamu percaya, kamu harus taat dan berbuah, hidup kudus dan semakin kudus, sampai akhirnya kamu LAHIR BARU."
Sungguh! Ini adalah racun dari si penipu besar, musuh kita!
Ada berapa banyak yang menganut seperti ini? Mayoritas!
Racun ini, meski terdengar rohani sekali, disuntikkan melalui kotbah2 mimbar dan renungan-renungan, dan hasilnya adalah jemaat keracunan dan kehilangan kekuatan iman...dimana-mana.
Hari ini Roh Tuhan berbicara pada saya: "Kamu semua lemah karena kamu kurang percaya."
Mungkin banyak dari anda di titik ini tidak mengerti dimana letak racun dari doktrin di atas. Letaknya ialah: masuknya doktrin SELAMAT KARENA PERBUATAN di dalamnya. Doktrin anda itu menolak SALIB YESUS, menertawakan SALIB ALLAH YANG MAHA TINGGI, sebagai satu-satunya sumber pendamaian dengan Allah...satu-satunya sumber kepulihan identitas... satu-satunya sumber kelahiran BARU manusia, ketika orang percaya.
Menganut doktrin bahwa kelahiran baru adalah hasil perjuangan adalah sesat, dan bahkan sangat konyol. Tetapi doktrin ini berkuasa di kalangan mayoritas!
Tapi maukah anda rendah hati dan mendengar Injil Bapamu?
Roh Bapalah yang melahirkanmu, ketika engkau mendengar Injil Yesus dan percaya. Ia menjadikanmu ciptaan BARU.
Dengar saudaraku, bahkan dari sudut logika, adalah konyol jika ada yang mengatakan: kamu harus berjuang untuk LAHIR BARU. Oh ampun....!! Bagaimana kamu bisa melahirkan dirimu sendiri? Betapa konyolnya itu! Kamu dilahirkan oleh Seseorang, dan yang melahirkanmu itu ialah ROH ALLAH.
Jadi yang harus kamu lakukan ialah PERCAYA, percaya kepada apa yang telah terjadi atas kamu oleh Bapa. Iman adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak terlihat. Kamu memang tidak melihat bahwa kamu dilahirkan kembali, tapi peristiwa itu telah terjadi. Kamu harus belajar mengakuinya, menerima kenyataan itu. Jika tidak, Allah bukan Bapamu, dan kamu tidak berhak memanggilnya BAPA. Sebab mereka yang belum dilahirkan dari Allah, bukan anak Allah. Dan jika kamu merasa bahwa kamu belum lahir baru, tolong berhenti memanggil-Nya BAPA. Tapi jika kamu telah mengerti Injil Yesus dan percaya, sungguh dan sungguh, kamu ini sudah lahir BARU.
Bagaimana dengan baptisan?
Oh sudahkah jelas anda mengerti bahwa baptisan adalah simbolisasi dari penerimaan kematian Yesus sebagai kematian kita? Yesus mati di kayu salib untuk segala dosa kita. Dan ketika kita percaya pada berita pengampunan dan pendamaian (dg Allah) -Nya itu itu, kita menerima dan mengakui bahwa kematian-Nya itu adalah ganti kematian kita. Itu sebabnya kita memberi diri dibaptis --simbol dari dikuburkan di dalam kematian Kristus-- untuk selanjutnya bangkit sebagai manusia BARU.
Roma 6 : 4.
Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Jadi alangkah sangat sangat idealnya agar anda dibaptis ketika anda percaya. Pergilah, cari seseorang penginjil yang benar untuk menguburkan anda ke dalam air, sebagai simbolisasi pengimananmu atas kematian Yesus sebagai kematianmu. Tetapi berhubung di dalam gereja, baptisan itu telah menjadi pertengkaran (oleh kebebalan dan kesombongan manusia), maka ya begitulah. Untungnya, baptisan itu hanya tanda ---atau simbolisasi-- dari pengimanan anda akan salib Kristus Yesus sebagai sumber keselamatanmu. Tetapi meski itu hanya simbolisasi, saya harus katakan kepada anda, bahwa itu dikehendaki Bapa. Acara baptisan itu seperti sebuah deklarasi nyata atas kemenangan-Nya atas anda. Alangkah idealnya kita melakukan semua kehendak-Nya. Meski demikian, bukan acara simbolisasi itu yang melahirbarukan anda, melainkan YESUS oleh Roh-Nya. Lewat kematian-Nya di kayu salib, ketika anda percaya, anda telah diperdamaikan-Nya dengan Allah. Dengan demikian, anda bukan lagi anak Adam berdosa, melainkan anak Allah.
Roma 3 : 23-26
23. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
24. dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
25. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
26. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.
Nah,,,,
Jadi anda dilahirkan (dilakukan Orang lain), bukan melahirkan diri sendiri (hasil kerja kerasmu).
Anda ini sudah dijadikan manusia BARU. Tapi karena anda masih bayi --ya, sungguh kebanyakan anda masih bayi--, anda tidak tahu bahwa anda sudah manusia BARU. Akibatnya, anda merasa lemah, merasa tak berdaya, merasa sangat susah. Dan dari antara anda, muncullah pengajar2: "Apapun ceritanya, meskipun terasa berat, kamu harus berjuang keras dan lebih keras lagi! Robek-robek hatimu!"
Kebutaan itu adalah pintu bagi iblis, saudara2ku. Ketika anda tidak sadar penuh bahwa anda sudah manusia BARU, anda akan lemah. Dalam kondisi ini, daging anda akan ambil tempat. Ego anda yang penuh marah dan tidak peduli orang lain itu akan memenuhi hatimu. Anda lemah. Anda mengalami krisis Identitas.
Tetapi banyak lagi orang, yang karena ketidakpercayaannya pada apa yang telah Allah perbuat atasnya, dengan tegas menyangkal anugerah besar itu dan berkata bahwa 'KAMU HARUS BERJUANG UNTUK LAHIR BARU'. Mereka melepaskan diri dari Kristus. meski mereka merasa sedang mengajarkan firman-Nya.
Bertobatlah dari kebebalanmu dan segala penyangkalanmu itu saudara2ku. Kalahkan tipu daya musuh. Akuilah sekarang segala hal yang telah Yesus perbuat atas kamu. Akui dan nyatakan dengan keras-keras:
AKU INI MANUSIA BARU, ANAK ALLAH YANG MAHA TINGGI, KARENA PENGORBANAN YESUS DI KAYU SALIB.
AKU TIDAK SAMA LAGI DENGAN DUNIA INI. SEBAB OLEH PENDAMAIAN YANG DILAKUKAN YESUS DI KAYU SALIB-NYA, SEKARANG AKU TELAH BERASAL DARI SORGA.
AKU PENDATANG DI PLANET INI, UNTUK MISI BAPAKU, MENGABARKAN TERANG INJIL-NYA, DAN MENJADI GARAM DUNIA.
YANG MAHA TINGGI ADALAH BAPAKU, DAN AKU ADALAH ANAK-NYA, KARENA YESUSKU. AKU DIAWASI DAN DITANDAI DARI SORGA. IA MENYERTAIKU SETIAP SAAT.
Tanpa anda mengimani itu, anda sesungguhnya masih sekedar membutuhkan susu, dan mengalami kehidupan yang suam. Anda berada dalam krisis identitas, antara mempercayai diri sebagai anak Tuhan, dengan berperilaku sebagai bagian dari warga dunia ini. Imanilah saudara2ku. Imanilah apa yang telah Yesus perbuat bagimu. Waktu-Nya sudah sangat menipis. Ia membutuhkan anda juga sebagai prajurit-Nya di akhir zaman ini.
Yesus datanglah, Tuhanku. Amin.

ANDA BUTUH PERASAAN SEBAGAI ANAK


Anda tidak dapat menikmati doa ketika anda tidak merasakan satu hubungan yang kuat dengan TUHAN.
Tetapi ketika anda sudah sadar bahwa TUHAN adalah Bapa Kandungmu karena iman di dalam Kristus, maka anda pasti ingin berdoa setiap saat kepada BAPA.
==================
Btw, saya menyebut-Nya "Bapa Kandung" kita, dan beberapa dari anda mungkin agak risih dengan istilah itu. Rasa risih itu merupakan bukti bagi saya bahwa sebenarnya anda belum menjadikan Dia yang utama dalam segala hidupmu (maafkan saya).
Mari saya jelaskan.
Bapa kandung daging kita memang ayah kita yang di rumah.
Tetapi sejak anda menerima kasih karunia Yesus dalam iman, anda sekarang bukan lagi manusia DAGING, melainkan manusia rohani.
Roh anda --yaitu anda sendiri-- telah dilahirkan kembali, bukan oleh orang tua anda yang di rumah, melainkan oleh Roh TUHAN. Jadi anda benar-benar sudah lahir dari TUHAN sendiri.
Sejak itu, anda bukan lagi manusia daging yang memiliki roh ---anak Adam Berdosa-- melainkan telah menjadi manusia roh yang tinggal dalam daging untuk sementara waktu --anak Allah Yang Kudus--
Jadi sekarang, karena Kristus, daging hanyalah sarang kita. Kita adalah pendatang-pendatang dari Sorga di bumi ini, dalam daging manusia bumi. Sama seperti Kristus --ketika dulu Dia masih melayani di bumi ini. Itu sebabnya TUHAN adalah Bapa Kandung kita, karen Dia telah melahirkan ulang kita --dalam definisi roh, bukan definisi daging-- sebagai manusia BARU.
Sebagian besar dari antara kita hari ini masih berada dalam tahap proses peralihan kesadaran....dari kesadaran sebagai manusia biasa yang membutuhkan TUHAN (identitas LAMA kita, sebagai orang terhilang)....kepada kesadaran sebagai anak Allah yang tinggal dalam daging manusia biasa selama di bumi.
Dalam proses peralihan kesadaran ini, anda membutuhkan pengajar-pengajar yang benar-benar berasal dari BAPA (yang sudah menyadari identitasnya sebagai anak Allah karena Kristus)---- dan akan sangat buruk hasilnya jika anda jatuh pada pengajaran "orang-orang yang masih memandang dirinya sebagai manusia biasa yang membutuhkan TUHAN dan karenanya harus bergiat mencari wajah TUHAN". Pengajar model terakhir ini sangat banyak, ada dimana-mana, mulai dari yang liberal, moderat, sampai yang sangat-sangat keras seperti Farisi. Hasil buruknya bisa seperti ini:
1. Anda hidup dalam rupa-rupa kecemaran daging / dosa dan tetap bisa menjadi pelayan penting di gereja; atau
2. Anda hidup dalam --perhatikan, saya pakai kata "dalam"-- pengejaran akan dunia (kesuksesan, kekayaan materi, popularitas, kekuasaan sosial) dan merasa bahwa Tuhan yang mengajarkan anda untuk mencapai semua itu dan pasti menolong anda.
3. Anda sadar bahwa dunia ini bukan tujuan anda, melainkan kehidupan yang akan datang dan karenanya anda diajar untuk berjuang keras mengejarnya melalui kehidupan suci --sebagai orang yang belum memilikinya--- .....ini adalah kesalehan agamawi SEMUA agama...termasuk ajaran kaum Farisi, ajaran Buddha Mahayana, ajaran HIndu Brahmana, dan,,,,semua agama.
Kesemua hasil itu buruk, karena anda TETAP dalam kesadaran sebagai manusia LAMA, yang tidak dapat mengerti Injil yang murni.
Semakin kesadaran kita kokoh bahwa kita adalah "anak Allah yang tinggal sementara waktu di bumi ini sebagai manusia biasa untuk misi BAPA (misi TERANG dan GARAM)"....semakin keinginan2 daging kita bisa kita kuasai. Ketika kesadaran itu agak melemah, daging kita akan terasa mulai "menguat"...dan semakin kesadaran itu hilang, kita dengan mudah bisa jatuh kembali sebagai "pelayan-pelayan daging sendiri".
Jadi kunci rahasia untuk bisa dengan mudah menang mengalahkan dosa ialah dengan MAKIN MEMPERCAYAI >>>yang pada gilirannya akan mempengaruhi kesadaran kita- bahwa kita adalah manusia BARU. Disiplin rohani, dalam hal ini kebiasaan berpuasa, berfungsi sebagai penambah "daya gedor" ke gawang lawan.😉
Mari berdoa agar kebutuhan saudara-saudara kita, anak2 Tuhan, yang sedang dalam proses peralihan kesadaran itu akan pengajar-pengajar / pembimbing-pembimbing rohani, semakin bertambah jumlahnya menjelang kedatangan TUHAN kita. Anda bisa bertindak sebagai salah satu. Bimbinglah beberapa orang yang ada di sekitar anda, agar mereka semakin menyadari bahwa mereka adalah manusia BARU di dalam Yesus.
========================
Ya, ketika anda sudah sadar bahwa YANG MAHA TINGGI adalah Bapamu sendiri, maka sudah pasti anda akan sangat gemar berdoa dan berbincang-bincang dengan Dia.
Perasaan terhubung dengan BAPA, sebagai anak di hadapan Ayah sendiri, perasaan sebagai anak-Nya, seperti perasaan yang terdapat di dalam Kristus......itulah yang harus makin hari makin menguat di hati anda.
Filipi 2:5
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus
-------
"Bapa kami, dalam nama YESUS, kiranya kehendak-Mu jadi di bumi ini, seperti di sorga. Dan kasih-Mu dapat diberitakan sampai ke ujung-ujung bumi. Amin."

Jumat, 11 Maret 2016

11. KASIH KARUNIA ITU RAHASIA KEKUATAN KITA (Menghasilkan Buah Roh)





(Note: Artikel ini adalah bagian dari buku 'MEMAHAMI KASIH KARUNIA ALLAH" versi pdf. Dapatkan buku itu selengkapnya secara gratis di https://drive.google.com/file/d/0B6JezydT9drrSzN1UEQtSHJ4eVU/view?usp=sharing)



Satu hal yang menyedihkan, di kebanyakan gereja Kristen di Indonesia bahkan di dunia, pola rohani yang dikembangkan ialah “bekerja keras menyenangkan hati Tuhan”. Fokus ajaran para pendeta setiap minggunya ialah apa yang harus kita lakukan untuk Tuhan, supaya kita berkenan di mata Tuhan, supaya kita layak di hadapan-Nya.

Bergerak dari pola rohani ini, maka terus menerus yang ditekankan kepada jemaat ialah ketaatan, ketekunan beribadah, kerelaan membayar harga, kewajiban mengembalikan persepuluhan, kewajiban melayani, ketaatan pada pemimpin, bersedia masuk melalui jalan sempit, harus begini dan begitu, dengan satu kesimpulan: barulah kita akan dimahkotai dengan keselamatan sorga. Ringkasnya, segala perintah dan kehendak Allah, itulah yang terus menerus disampaikan dan dituntutkan kepada jemaat. Saya tidak berkata itu semua bukan kehendak Tuhan. Itu semua kehendak Tuhan! Tapi saya sedang membongkar kesalahan pola rohani yang melatarbelakangi para pengkhotbah tentang hal-hal itu. 

Selasa, 09 Februari 2016

BERITA KEDATANGAN TUHAN: MELIHATLAH DARI SISI YANG DIKEHENDAKI INJIL


Saudara-saudariku di dalam Yesus Tuhan,

Hari-hari ini, kita semakin terbiasa membaca artikel-artikel di internet tentang kedatangan Tuhan Yesus yang semakin dekat, berisi nubuat-nubuat, penglihatan-pengihatan, pesan demi pesan.
Dari semua pernyataan itu, ditambah lagi fakta-fakta geopolitik dunia yang memang selaras, kita menjadi percaya, bahwa memang waktunya semakin dekat. YESUS AKAN SEGERA DATANG.
Beberapa hal yang paling sering disampaikan artikel-artikel rohani itu antara lain:

Sabtu, 19 September 2015

MENGIKIS ROH AGAMAWI DARI GEREJA TUHAN






(Dapatkan buku saya ini selengkapnya, gratis, dalam bentuk pdf dan anda akan diberkati dengan pewahyuan-pewahyuan untuk pemulihan gereja Kristus, dalam persiapan kita menyongsong Tuhan Yesus yang akan segera datang. Buku ini akan menyingkapkan hal-hal keliru yang umum terjadi di dalam gereja-gereja kita selama ini, meluruskannya kembali ke dalam Injil, dan pada akhirnya menguatkan iman kita akan keselamatan di dalam Yesus Kristus. Sangat diharapkan agar saudara pembaca bersedia membagikan buku ini, baik secara online maupun dalam bentuk copy fisik (print) sebanyak-banyaknya, lebih lagi kepada para pendeta, penginjil-penginjil dan pengajar firman Tuhan, yang saudara kenal, untuk mendorong kebangunan rohani di akhir zaman ini di Indonesia maupun seluruh dunia. Tuhan Yesus segera datang. Ia mengasihi kita. Amin.)
Klik:





PENDAHULUAN

Kita sudah tahu bahwa kita beroleh selamat karena kasih karunia oleh iman, bukan karena hasil upaya dan kerja keras kita. Allah telah mengaruniakan kepada kita Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, sebagai korban penebusan dosa kita, supaya barangsiapa yang percaya kepada Yesus tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. 

Selanjutnya, haruslah kita tinggal setia dan bertekun dalam kasih karunia itu, dengan suatu cara kehidupan yang baru, yakni sebagai anak-anak Allah, di bawah penggembalaan Yesus sendiri. Kehidupan di dalam kasih karunia adalah

Rabu, 26 Agustus 2015

PANDUAN PENGINJILAN



(Sebuah Tutorial Teknis / Praktek untuk Para Penginjil Keliling)


      Dasar

Menginjil adalah tugas setiap orang percaya, sebagaimana diamanatkan Tuhan Yesus sebelum Ia terangkat ke Sorga, tertulis di Matius 28:18-20. Jadi menginjil bukan hanya tugas orang-orang tertentu di gereja, melainkan semua orang percaya.

Ironisnya, zaman ini kebanyakan orang di gereja hanya berdoa meminta Tuhan untuk melawat, menjangkau atau menyelamatkan bangsa atau kota mereka, setelah itu berdiam diri. Ini doa yang melenceng. Sebab Yesus justru memerintahkan kita: “PERGILAH, JADIKAN SEMUA BANGSA MURID-KU”. Kitalah yang seharusnya pergi, sedangkan dengan doa tadi, kita seolah-olah berkata: “Tuhan, Engkau sajalah yang pergi, sedangkan kami biarlah hanya berdoa di dalam gedung-gedung gereja kami untuk itu.” Doa semacam itu justru membuat jemaat merasa telah mengerjakan tugasnya, sebab setelah mereka berdoa syafaat berjam-jam semacam itu di gereja, mereka pulang ke rumahnya dan tidur dengan tenteram. Sesungguhnya, doa yang selaras dengan perintah Amanat Agung adalah “berilah kami keberanian”, “ajarilah kami memberitakan Injil”, dan lain-lain yang nadanya adalah kita bersedia memberitakan Injil.

Kamis, 13 November 2014

KASIHILAH YESUS



Saudaraku kekasih dalam Tuhan Yesus..

Kali ini, saya khusus berbicara tentang pengajar-pengajar yang kebablasan dan terjebak ke dalam legalisme.
Ada sebuah artikel yang bagus, baru saja selesai saya baca, yang berbicara tentang menjadi pelaku firman.

Ini adalah salah satu tema terpenting dalam setiap renungan kita, termasuk saya sendiri. Bolehlah tulisan saya ini disebut respon terhadap artikel itu. Dia seorang hamba Tuhan, dan saya percaya dia telah bekerja banyak untuk Kerajaan Bapa kita. Jadi saya harus memberitahu anda lebih dulu, bahwa saya menulis ini di bawah rasa hormat atas dia sebagai hamba Allah. Intisari artikelnya benar, yakni mengajak pembaca untuk taat senantiasa pada firman Yesus. Tetapi ada satu kalimat yang harus dikoreksi, yang dapat menjadi pintu bagi masuknya roh penyangkalan kasih karunia di dalam artikel itu. Ia berkata begini:
“Dapatkah Anda mengatakan bahwa karena Anda telah membuat keputusan untuk mengikut Kristus di dalam sebuah KKR, maka itu berarti bahwa Anda sudah lahir baru? Apakah itu pernyataan yang alkitabiah?”

Saya terkejut membaca bagian ini.

Sabtu, 01 November 2014

UPAH DOSA IALAH MAUT, TETAPI......


"Upah dosa ialah maut", ini adalah HUKUM KEKAL dari Allah, sebagai konsekuensi dari KEMAHAKUDUSAN-Nya. Allah Yang Maha Kudus tidak berkenan kepada dosa. Jadi, SATU DOSA SAJA anda punya, anda akan

Rabu, 22 Oktober 2014

MELURUSKAN PEMAHAMAN YANG SALAH TENTANG BAPTISAN



Tentang Harus Lahir Baru: Injil Tidak Konsisten atau...?

Satu atau dua generasi sebelum kita mungkin tidak terlalu akrab dengan istilah “lahir baru”. Hal berbeda terjadi di generasi kita, dimana istilah ini begitu populer, khususnya di aliran-aliran baru. Kita membedakan umat kristen ke dalam dua kategori, yaitu kristen lahir baru dan kristen tidak lahir baru, dan percaya –sebagaimana Alkitab ajarkan-  bahwa kristen yang tidak lahir baru tidak akan selamat.

Tetapi saya harus mengingatkan saudara, bahwa secara huruf per huruf, sebenarnya tidak ada istilah lahir baru dalam Alkitab.

Senin, 23 Desember 2013

MEMAHAMI IMAN KRISTEN (Penjelasan Kepada Pengejek-pengejek Yesus Kristus)





Belakangan ini, saya banyak sekali menemui orang-orang di facebook dan blog-blog yang tak kunjung habis-habisnya mengutuk, memaki-maki, menghujat dan mengejek-ejek penuh penghinaan pada Juruselamat Dunia, Yesus Kristus, dengan kata-kata kotor, cabul, jahat, dan menjijikkan. Entah apa dasar kebencian mereka pada Tuhan Pencipta diri mereka sendiri itu, padahal Yesus tidak pernah membenci mereka, tidak pula pernah berbuat jahat pada mereka. Saya menemukan,

Selasa, 17 September 2013

MEMAHAMI KASIH KARUNIA ALLAH (Edisi 2013)





PENDAHULUAN

Efesus 2 : 8-9
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,  itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Saudaraku dalam kasih Yesus Kristus...

Keselamatan adalah puncak dari segala pencarian manusia yang telah mengerti bahwa ada kehidupan setelah kematian tubuh, yaitu kehidupan kekal, yang tidak akan berkesudahan. Orang-orang yang selamat, akan berada di sorga, sedangkan mereka yang tidak selamat akan terjerumus selama-lamanya di dalam neraka.

Akan tetapi kebanyakan orang tidak tahu akan kemana ia setelah mati. Suatu hari, saya bertanya kepada

Jumat, 19 Juli 2013

Mengenal Ajaran Nikolaus

Salah satu dosa jemaat di Pergamus di hadapan Tuhan Yesus adalah karena terdapat orang-orang di antara jemaat tersebut yang menganut ajaran kaum Nikolaus.Wahyu 2 : 15 “Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.”

Sebaliknya, jemaat kota Efesus dipuji karena menentang ajaran Nikolaus.Wahyu 2 : 6 "Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.”

Dari kedua ayat itu terpampang jelas betapa Tuhan sangat membenci ajaran Nikolaus, dan ini menjadi catatan terpenting kita dalam tulisan ini.Tetapi mungkin sebagian besar dari kita belum tahu siapa Nikolaus dan apa ajarannya yang sangat dibenci Tuhan tersebut.

Siapa Nikolaus? Sebagian orang telah salah mengidentifikasi tokoh yang sesat ini. Mereka menyangka dia adalah Santo Nikolaus dari Myra (hidup pada abad 4 M), yaitu tokoh yang terkenal murah hati pada anak-anak, yang menjadi ilham bagi kemunculan dongengan Santa Klaus (Sinterklaas) yang terkenal itu. Dengan sangkaan itu, secara otomatis terjadi pembusukan pada nama Nikolaus dari Myra. Tetapi sangkaan itu keliru.

Nikolaus yang dimaksud kitab Wahyu dipercaya ialah Nikolaus yang menjadi satu dari tujuh diaken pertama di Yerusalem, pada jaman gereja mula-mula, yang diangkat oleh sidang para rasul, termasuk oleh Yohanes, penulis kitab Wahyu.

Kisah 6 : 5 Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.

Dari berita itu, jelaslah bahwa sejak awal kekristenan di Yerusalem, Nikolaus telah menjadi salah seorang yang paling menonjol di antara jemaat. Khusus tentang dia, Lukas (penulis kitab Kisah Para Rasul) menambahkan keterangan bahwa dia adalah seorang penganut agama Yahudi. Keterangan itu ialah petunjuk bahwa Nikolaus bukanlah dari golongan berdarah Yahudi. Artinya, dia seorang Yunani yang menganut agama Yahudi. Dan kemungkinan, dari ketujuh diaken, hanya dia yang berdarah non Yahudi.

Berita selanjutnya tentang Nikolaus tak disebutkan lagi, sebelum akhirnya muncul kembali di kitab Wahyu. Besar kemungkinan, Nikolaus terlibat dalam perintisan gereja di Antiokhia, kampung halamannya sendiri. Kita tahu arti pentingnya Antiokhia ini di jaman gereja mula-mula, sebab di kota inilah untuk pertama kali diperkenalkan istilah “kristen”, yang bertahan sampai sekarang. Sangat masuk akal jika menduga Nikolaus juga tentu hijrah kesana sebab ia berasal dari situ. Meski demikian, tidak ada catatan yang menyebut Nikolaus sebagai pemimpin utama di Antiokhia. Sejarah mencatat bahwa jemaat Antiokhia dibangun para rasul sendiri dalam hal ini Petrus, dan di tahun-tahun selanjutnya digembalakan Paulus dan kawan-kawan.

Mengingat Pergamus dan Efesus terdapat di ujung barat Asia Kecil, jauh dari Antiokhia di Siria, dapat kita yakini bahwa tentunya Nikolaus juga telah pergi berkeliling dunia untuk Injil dan mengajar, sama seperti rasul-rasul lainnya. Dan kita juga dapat memastikan Nikolaus tentu lebih memilih bangsa-bangsa kafir (Yunani) sebagai sasaran utama penginjilannya, sebab ia sendiri berdarah Yunani. Itu hal yang lumrah. Sebab jika ia memulai misi Injilnya di suatu kota dari tengah-tengah kelompok Yahudi di kota itu, dapat dipastikan ia akan ditolak, paling tidak sangat sulit. Hal berikutnya, ajaran Nikolaus berhubungan erat dengan budaya bangsa-bangsa kafir.

Sudah pasti Nikolaus seorang pengajar yang produktif dan berwibawa secara teologis, sehingga ia disebutkan memiliki banyak pengikut di banyak kota (meski kitab Wahyu hanya menyebut dua kota, tapi besar kemungkinan murid-murid Nikolaus juga tersebar di banyak kota lainnya).

Sejak kapan Nikolaus sesat? Alkitab tidak menyebutkan. Tetapi dapat kita pastikan, hal itu belum terjadi saat ia masih di Yerusalem. Jadi besar kemungkinan ia mulai sesat setelah terpisah dari komunitas para rasul Kristus dan bergerak sendiri mengabarkan Injil ke kalangan suku-suku Yunani kafir.

Apa yang diajarkan Nikolaus sehingga Tuhan Yesus sangat membenci ajarannya itu? Intisarinya, Nikolaus mengajarkan perdamaian doktrin-doktrin kristen dengan tradisi-tradisi kebudayaan kafir yang diinjilinya. Ia membawa orang-orang kafir itu ke dalam agama kristen, tetapi mengijinkan mereka tetap hidup menjalankan adat istiadat kebudayaan lama mereka.

Spirit Nikolaus ini dengan cepat merambat ke berbagai penjuru dunia, di barat dan timur, yang waktu itu masih dikuasai kebudayaan-kebudayaan kafir penyembah berhala. Orang-orang kafir ini menyembah tuhan-tuhan mereka yang tidak kelihatan dengan memvisualisasikannya ke dalam patung yang kelihatan. Salah satu yang paling dipuja rakyat dimana-mana kala itu adalah Dewi Ibu atau Dewi Langit, dengan gambaran dewi yang lembut, penyayang dan menjadi tempat curahan hati, sebagaimana gambaran seorang berhati bunda. Dewi Ibu ini memiliki nama dan latar cerita beraneka ragam, tergantung dari negerinya. Di Asia Kecil disebut Dewi Artemis. Di India disebut Dewi Laksmi dan nama lainnya. Di Tiongkok dia dinamai Dewi Kwam In. Di masing-masing negeri Dewi Bunda semacam ini ada dan sangat dipuja. Penginjil-penginjil Nikolaus memiliki cara untuk menjadikan mereka kristen tanpa kehilangan budaya kafirnya itu.

Visualisasi tuhan-tuhan melalui patung-patung sebagaimana dipraktekkan seluruh bangsa kafir sedunia, bagi ajaran Nikolaus tidak menjadi masalah, asalkan tuhan tersebut bukan lagi tuhan lama mereka, melainkan Tuhan Yesus Kristus. Ini peninggalan spirit ajaran Nikolaus yang sampai sekarang masih diwarisi sebagian gereja. Adakah pula yang mulai berdoa di hadapan gambar-gambar lukisan wajah Yesus? Dan haruskah saya ulang-ulang betapa Yesus memandang Nikolaus sebagai salah satu pengacau besar bagi KerajaanNya?

Belakangan ini ada sebagian besar gereja yang mengijinkan bahkan mensponsori jemaatnya kembali mengerjakan ritual-ritual tradisional mereka yang animistik, yang diturunkan oleh nenek moyang yang memuja iblis. Ada restu terhadap pengobatan yang dilakukan dukun-dukun maupun paranormal. Ada penerimaan terhadap praktek ritual tolak hujan, tolak bala, puji syukur pada alam melalui pemberian persembahan makanan yang disebut melarung, seperti di sungai, di laut, di danau. Ada praktek pemakaian jimat dan tangkal dan hal itu tidak dipermasalahkan majelis gereja. Ada praktek pemanggilan atau bertanya terhadap arwah (yang sebenarnya adalah setan, tapi dikira arwah), dan hal itu diterima oleh majelis gereja dengan diam. Ada praktek adat istiadat peninggalan leluhur yang dahulu menyembah ilbis dan dewa-dewanya, dan hal itu didiamkan saja oleh majelis gereja, bahkan mereka terlibat di dalamnya. Ada praktek pemberian makanan bagi roh-roh di kuburan maupun di tempat-tempat yang disebut keramat. Ada pendirian tugu-tugu berhala untuk memuliakan leluhur yang bahkan diketahui pasti dahulu adalah seorang sekutu iblis. Ada praktek penggalian kubur leluhur melalui ritual upacara tradisional. Ada praktek penguburan dengan pemakaian sihir, misalnya dengan menyuruh si mayat berjalan sendiri ke kuburannya. Ada penanaman ajaran-ajaran, mitos-mitos, tahyul-tahyul, dan nilai-nilai kafir yang diturunkan leluhur, dan hal itu tidak dimasalahkan gereja. Dan berbagai-bagai ritual kebudayaan yang basic-nya kafir, semuanya itu diterima, paling tidak didiamkan oileh gereja di seluruh dunia ini, asalkan mereka tetap sebagai jemaat di gereja. Jika ditanya mengapa, gereja bahkan memiliki dasar-dasar teologis yang terstruktur dan berlapis-lapis untuk membenarkan praktek-praktek kafir tersebut. Itulah jiwanya Nikolaus, sebab Nikolaus juga tentunya memiliki alasan pembenar yang sangat cerdas bagi doktrinnya, persis yang terjadi sekarang.

Tetapi Tuhan sangat membenci ajaran Nikolaus!

Yesus merancang gerejaNya sebagai himpunan anak-anak Allah, yang keluar dari kegelapan masa lalu, ke dalam terangNya yang ajaib, yang dikuduskan, dan hidup kudus, yang lahir baru dan memancarkan buah-buah Roh, sebagai cahaya-cahaya terang bagi dunia ini, biji mata Allah sendiri.

Ia telah menetapkan kita sebagai manusia yang tak lagi berasal dari dunia, tetapi dari surga, dari hadapan Allah sendiri. Dengan demikian, Yesus menyuruh kita untuk hidup bagi kepentingan-kepentingan Kerajaan Bapa kita saja, dan barangsiapa tidak melepaskan diri dari segala milikinya di dunia ini tidak akan diterima-Nya.

Untuk apa kita mencintai dunia ini? Mengapa kita bangga dengan dunia ini? Kebanggaan kita pada dunia adalah rantai yang mengikat kita kepada dunia. Keterikatan kita pada dunia adalah dasar dari teologi Nikolaus. Nikolaus menghormati kebanggaan dan ikatan emosional penduduk yang dinjilinya dengan adat istiadat leluhur mereka meskipun itu hal-hal yang menabrak kebenaran Kristus. Dan oleh prinsipnya yang humanis liberal itu, ia telah menjerumuskan gereja dari zaman ke zaman, dan sangat susah untuk keluar dari situ sampai sekarang.

Tetapi engkau saudaraku, milikilah satu kesadaran saja setelah engkau menjadi anak Allah, bahwa satu-satunya kebanggaan asal-usul dan ikatan emosionalmu adalah Allah itu sendiri. Serahkanlah seluruh perasaan dan akal budimu kepada Bapa kita. Hiduplah di dunia ini dengan tetap berpegang pada tali dari surga, Firman Allah Yang Hidup.

Jadilah anak Allah yang sejati. Dagingmu boleh anak suku ini atau itu. Tetapi jangan lagi terikat cinta pada segala sesuatu yang dikandung atau diajarkan asal-usul dagingmu itu terlebih jika kandungan itu sesat dan kafir, sebab daging akan turut binasa bersama dengan dunia ini. Tetapi ikatkanlah dirimu sepenuhnya pada asal-usul rohmu, yang hidup dan yang kekal, Bapa Sorgawi di dalam Kristus Yesus Tuhan kita, sebab itulah yang berkenan kepadaNya.

Ajaran Nikolaus tidak pernah mati. Ia ada dimana-mana dan dari daftar rantai yang membelenggu kaki gereja kita di dunia ini, rantai bernama ajaran Nikolaus ini adalah salah satu yang terbesar.

Tetapi janganlah sampai saudara menjadi pengikut ajaran-ajaran Nikolaus, sebab Yesus sangat membenci hal itu.Marilah kita terus bertumbuh menjadi pengikut Yesus yang murni.

Senin, 17 Desember 2012

MEMAHAMI KASIH KARUNIA ALLAH



Buku "MEMAHAMI KASIH KARUNIA ALLAH"Bao Panigoran
November 2012



Dapatkan buku 'MEMAHAMI KASIH KARUNIA ALLAH' ini dalam bentuk pdf di alamat di bawha ini, untuk bisa anda download, print, fotocopy dan bagi-bagikan kepada banyak orang. Bagikanlah sebanya-banyaknya. Jika anda memfotocopy, mungkin biaya fotocopynya tak lebih dari rp. 5.000 perak. Dengan berkorban biaya sekecil itu, anda bisa memenangkan jiwa-jiwa jika anda bersedia membagi-bagikannya. Saya menganjurkan anda juga untuk membagikannya kepada para pengajar-pengajar dan pendeta, saudara-saudara kita yang memiliki otoritas atas mimbar,  supaya Injil Kasih Karunia lebih tersebar luas lagi lebih cepat, untuk mempersiapkan umat Kristus yang siap untuk bertemu dengan Mempelai Pria kita. Tuhan Yesus menyertai kita. Amen.

Jumat, 14 Desember 2012

ENGKAU BERBEDA DARI DUNIA, MAKA HIDUPLAH BERBEDA


ENGKAU BERBEDA DARI DUNIA, MAKA HIDUPLAH BERBEDA

Saudaraku dalam Yesus Kristus...

Setiap kali saya membuka program Google Earth, saya tak habis-habisnya terkagum betapa luar biasanya kecerdasan manusia di zaman kita ini. Kita dapat menjelajahi seluruh dunia, mengenali bumi, lekuk benua dan pulau-pulau, keramaian kota-kota, ke pelosok manapun kita inginkan. Kita seperti berada di langit, memandan
g ke hamparan atap-atap rumah umat manusia nun di bawah.

Berkali-kali saya menyorot kampung di mana saya tinggal hari ini. Satu sudut sebuah kota kecil di pesisir Teluk Tapanuli di pulau besar Sumatera, di sekitar tepi pantai, dekat muara sungai. Kampung saya ini ramai penduduknya, rumahnya berderet-deret sesak.
Saya tertegun melihatnya. Oh, itu dia rumah saya. Rumah yang mungil dan sederhana. Banyak atap yang jauh lebih besar, jauh lebih megah. Rumah saya hanyalah salah satu rumah yang terkecil, terselip di antara rumah-rumah yang lain, nyaris tanpa pekarangan. Disitulah kami hidup sehari-harinya.

Dari fisik, dari ukuran dunia, rumah itu tidak masuk hitungan. Hanya ada beberapa rumah yang lebih sederhana dari rumah kami, selebihnya lebih besar dan megah. Meskipun tidak terlalu kaya, penduduk di kampung saya tergolong cukup makmur. Rata-rata mereka bekerja di laut, mulai dari para nahkoda atau yang disini disebut tekong, sampai anak buah kapal penangkap ikan. Mereka berlayar jauh, ke pulau-pulau di sepanjang tepi barat Sumatera, bahkan acap sampai masuk ke Samudra Hindia. Pulang satu kali satu bulan, membawa berton-ton ikan hasil tangkapan, yang tersimpan di dalam peti-peti pendingin besar. Wajarlah mereka cukup sejahtera. Hanya ada sedikit nelayan kecil, yang menangkap ikan pakai perahu. Sisanya bekerja di darat, sebagai tukang-tukang bangunan, supir, pegawai negeri sipil, pedagang-pedagang.

Itulah gambaran kampung saya, yang memenuhi benak ketika saya menyaksikannya dari Google Earth. Seringkali ketika teringat pada ukuran sosial saya itu, saya sadar bahwa saya ini memang bukan siapa-siapa di kampung saya, lebih lagi di hadapan dunia yang luas ini.

Tetapi Tuhan telah mengubah pandangan saya. Saya tak lagi memandang diri saya dan siapapun dari ukuran dunia, melainkan pandangan Tuhan. Seolah-olah Yesus bersama dengan saya memandang dari langit, ke hamparan atap-atap itu. Seolah-olah Dia berkata: “Lihatlah, nak. Meskipun rumahmu tergolong kecil di bandingkan hamparan rumah itu, tetapi di hadapan-Ku, rumahmu berbeda dari semua. Engkau berbeda dari dunia, karena engkau bukan dari dunia ini.”

Ya, saudaraku di dalam Kristus...

Anda harus mengerti bahwa anda berbeda dari dunia. Anda harus percaya itu. Anda harus mengakui itu. Ini bukanlah sebuah kesombongan ketika kita menyatakannya, tetapi mempercayai perkataan Yesus sendiri. Rohlah yang menyatakannya, dan kita mempercayai-Nya.

Yohanes 15:19
Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.

Yesuslah yang menyatakan ini kepada kita, dan Roh meyakinkan saya bahwa saya dan anda, orang-orang percaya, bukan dari dunia. Ia telah memilih kita dari tengah-tengah umat manusia di dunia yang tidak mengenal Tuhan. Dan karena itulah dunia membenci kita. Di dalam doa-Nya untuk gereja, Yesus juga menyatakannya kepada Bapa:

Yohanes 17:14
Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.

Dan inilah yang saya hendak nyatakan kali ini kepada anda: anda bukan dari dunia ini lagi ketika anda telah menyerahkan diri kepada Yesus. Saya berharap sedang berbicara kepada orang yang benar-benar sudah menyerahkan diri kepada panggilan Kristus. Dan jika ada di antara pembaca yang belum menyerahkan diri bagi Yesus, inilah kabar baik bagi anda: serahkanlah dirimu sekarang dan Yesus tidak akan menolakmu. Ambillah kesempatan ini, kesempatan menjadi orang-orang yang berasal dari sorga, sebagaimana TUHAN sendiri yang berkata!

Ketika ada orang menyerahkan dirinya kepada Yesus, sesuatu yang dasyat terjadi di alam roh. Pertama, ada sorak-sorai besar di surga ketika satu orang selamat di bumi. Itu benar-benar terjadi. Ini tidak anda lihat sehingga anda sukar merasakan getarannya. Anda merasa tidak ada yang terjadi. Jikalau anda mendengarnya, betapa gemuruhnya sorak sorai itu ketika anda bertobat, saya pastikan, seluruh buku kuduk anda akan berdiri karena bergetar hebat!

Saya berharap anda sudah pernah membaca kesaksian bahwa saya salah satu dari begitu banyak orang yang sudah pernah meninggal dunia, karena tersengat listrik, yang hidup kembali karena kemurahan hati Tuhan. Saya dibawa ke surga –roh saya yang hidup, sebab tubuh saya terbujur kaku di lantai rumah- dan saya mendengar gemuruh sorak sorai itu. Luar biasa! Anda belum pernah mendengar satu juta orang bersorak-sorai, bukan? Saya beritahu anda, gemuruh sorak sorai yang saya dengar itu jauh lebih besar lagi! Mereka berseru: Haleluya! Haleluya! Gemuruh sekali.... gemuruuuuuuuuh sekali! Mereka memuji-muji Allah dengan puji-pujian yang tiada henti-hentinya, mereka menyambut saya, si kecil di bumi ini, betapa mencengangkan! Kala itu saya bergetar hebat! Bergetaaar!

Saudaraku, saya mau pastikan, nanti ketika anda meninggal dunia, anda akan mendengar sorak-sorai raksasa itu untuk menyambut anda, dan sadarlah anda bahwa anda ini berharga di sorga. Sadarlah anda sepenuhnya apa artinya kedudukan sebagai anak Allah Yang Maha Tinggi, apa artinya dikasihi oleh Allah.

Jadi anda harus menyadari semua itu, supaya anda mengerti, dan supaya kesadaran itu mempengaruhi perasaanmu, bahwa di dalam Yesus Kristus, engkau sudah berbeda dari orang-orang di sekitarmu. Anda berbeda dari penduduk di kotamu. Anda dipilih.

Iblis tidak ingin engkau menyadari itu, ia akan menuduhnya sebuah kesombongan, supaya anda tetap merasa sebagai penduduk biasa di Indonesia ini, supaya imanmu tetap kerdil, supaya ia bisa mengintimidasimu sesuka-sukanya. Tetapi jika Tuhan menganggapnya kesombongan, tentu Ia tidak akan mengungkapkan fakta itu, bukan? Nyatanya Yesus telah menyatakannya, supaya kita mengetahuinya, menyadarinya dan merasakannya. Supaya saudara dan saya terhibur dan dikuatkan!

Sekarang, beranikanlah diri anda menyatakannya bersama-sama saya: “Aku bukan dari dunia ini lagi, aku berbeda dengan mereka, aku berasal dari surga, didalam nama Yesus Kristus!” Nyatakanlah itu sekarang kepada dirimu, biarkan telingamu mendengar suaramu, dua, tiga kali lagi.

Rasakan roh intimidasi itu mulai goyah. Jangan dengarkan dia. Tetaplah berkata-kata dengan iman. Katakan lebih kuat lagi, terus menerus, sampai intimidasi itu kalah dan pudar. Maka bersukacitalah, bersyukurlah, berbahagialah!

Saudaraku kekasih di dalam nama Yesus Kristus...

Ketika anda sudah menyadari bahwa anda berbeda dari dunia, maka anda akan mudah mengerti bahwa anda harus hidup berbeda dengan mereka. Sebab hal ini harus anda ketahui juga, orang-orang dari surga yang tidak hidup sebagaimana mestinya orang surga hidup, akan tertinggal. Seorang murid yang tidak memenuhi standar untuk berada di kelas dua, akan ditinggalkan di kelas satu.

Kita harus memiliki kesadaran berbeda dulu, supaya kita memiliki kemauan natural untuk hidup berbeda. Bagaimanapun banyaknya orang yang berkhotbah kepadamu, jika pada dasarnya perasaan berbeda itu tidak ada, saudara akan kesulitan dalam menerapkan standar baru itu. Seorang anak kecil tidak malu untuk pipis di celana, karena kesadarannya adalah kesadaran seorang ank kecil. Tapi ketika ia mulai besar, sudah empat atau lima tahun, ia akan malu untuk melakukannya lagi. Mengapa? Sebab ia sudah merasa berbeda. Dan perasaan berbeda itulah yang akan melahirkan kemauan natural dalam dirinya untuk hidup berbeda dari golongan anak kecil.

Demikianlah kemauan natural anda akan tumbuh dengan sendirinya untuk hidup berbeda dari dunia, jika kesadaranmu semakin besar bahwa anda telah berbeda dari mereka. Tanpa kesadaran itu, kita akan melakukan segala kehendak Allah dengan sangat terpaksa, kadang-kadang harus melalui perdebatan dulu antar suami-istri, atau dibujuk-bujuk dulu, yang tepat pada saatnya akan meledak sebagai bom waktu kebosanan atau depresi.

Anda berasal dari surga, dan anda ditempatkan disini adalah sebagai terang bagi dunia yang gelap. Lihatlah, betapa ngototnya orang-orang di sekitarmu hidup untuk dunia. Mereka mengejar dunia ini, sibuk memperjuangkan kenaikan level mereka di mata dunia. Bagaimana supaya pangkat mereka naik, supaya kehormatan sosial mereka naik, supaya peringkat mereka di daftar orang kaya se-kelurahan naik. Dengan begitu, dunia akan hormat pada mereka. Ketika mereka menghadiri sebuah pesta, atau pertemuan yang dihadiri pejabat-pejabat, mereka dapat dipersilakan duduk di barisan depan, dimana mereka dapat melepas senyuman puas yang manis. Mereka mengharapkan impian itu. Dan gambaran itu mendorong mereka untuk bertindak. Mereka sibuk kesana-kemari, lobi sana lobi sini, jilat sana jilat sini, memfitnah, menjelekkan pesaing bagaimana supaya orang itu tersingkir, menjalankan cara-cara curang, pintu belakang, bahkan pula pakai aji pemikat bagaimana supaya mereka berhasil. Mereka akan memanfaatkan segala kesempatan untuk mengejar impian mereka, yakni segala hal yang dibanggakan orang di dunia ini: karir, kekayaan, jabatan, popularitas dan lain sebagainya.

Banyak perempuan yang diam-diam merelakan tubuhnya untuk pemuas seks, asalkan keinginan mereka tercapai, asalkan produknya dibeli, atau target penjualannya terpenuhi, atau impiannya atas suatu benda tercapai, atau karirnya diangkat, atau skripsinya dipermudah.

Banyak orang rela menyuap, asalkan ia diloloskan, asalkan ia diterima, entah jadi PNS, jadi jaksa, jadi polisi, jadi hakim, dan sebagainya, sebab hal-hal itu menimbulkan rasa bangga. Orang-orang kantoran melakukan korupsi berjamaah, melibatkan pimpinan dan para staf. Saling bekerja sama membuat laporan palsu.

Banyak orang pergi ke dukun, atau minta petunjuk peramal atau dukungan alam gaib, atau pergi ke kuburan kakeknya, supaya ia berhasil di rantau, supaya pernikahannya diberkati, supaya ujiannya lulus, supaya urusannya –apapun itu- berhasil.

Orang Indonesia sangat terobsesi pada hal-hal gaib. Jika mereka sakit, dan sakitnya agak aneh, mereka akan berpikir bahwa itu “dibikin orang”, “sakit kiriman”, alias santet. Mereka mungkin pergi ke dokter, tapi juga ke dukun, yang disebut orang pintar. Biasanya, mereka akan disembur, atau disuruh makan atau minum ramuan yang sudah dimantrai, atau disiram pakai air tolak bala, atau mandi kembang. Semua benda itu dialiri kutuk roh jahat. Mereka sedang membuka pintu bagi setan-setan untuk masuk ke dalam diri mereka.

Indonesia adalah negeri yang dikuasai kuat oleh kegelapan, dari Sabang sampai Merauke. Penduduknya, tak pandang etnis, tak pandang agama, Islam maupun Kristen, akrab dengan okultisme, ilmu kebal, tenaga dalam, kanuragan, sihir, santet, dukun, orang pintar, paranormal, jimat-jimat, benda-benda pembawa nasib baik (sahala, dalam istilah klasik bahasa kami batak).

Kalau anda masuk ke hotel-hotel, toko-toko, kios-kios, warung-warung, rumah-rumah makan, mulai kelas mewah sampai gerobak dorong, kalau anda jeli, anda barangkali --meski tidak semua-- akan menemukan suatu benda yang digantungkan, atau ditempelkan di dinding, atau dikatkan ke suatu tempat. Benda itu disebut penglaris, salah satu jenis jimat atau berhala. Bentuknya bisa tradisional, tapi sekarang ini sudah sering disamarkan dalam bentuk lukisan, kaligrafi, atau wajah manusia atau wayang atau gambar binatang tertentu, ukir-ukiran, atau patung-patung binatang, atau patung-patung logam yang melambai, atau gambar dewa-dewa, atau patung yang menggambarkan Tuhan Yang Hidup. Benda-benda itu telah “diisi” oleh ahlinya, atau terisi dengan sendirinya karena pemujaan atau pengkeramatan yang diarahkan kepadanya. Benda itu bukan hiasan dinding sembarangan, melainkan keramat, dijaga, dikultuskan, dan anda tidak boleh sembarangan menyentuhnya.

Tujuan mereka membuat itu katanya sebagai tolak sial, tolak bala, tolak bangkrut, tolak rugi, jadi supaya laris. Daya kerjanya mungkin setipe dengan sihir atau hipnotisme, jadi supaya orang kesengsem membeli disitu, supaya mereka teringat terus sehingga besok-besok akan datang lagi.

Juga jangan kaget bahwa bangsa Indonesia adalah penggemar benda-benda bertuah, atau yang kita sebut jimat. Saya seorang pegawai negeri sipil, jadi saya tahu cukup jauh seberapa dekatnya kalangan PNS dengan jimat-jimat. Kata orang, hal yang sama terjadi juga di kalangan polisi dan tentara. Benar tidaknya saya kurang tahu, tapi saya cenderung percaya bahwa berita itu akurat.

Di tahun 90-an, --kalau tidak salah ingat-- seorang sosiolog AS yang meneliti budaya di Indonesia melaporkan bahwa hampir 100 persen pejabat-pejabat Indonesia mulai tingkat desa sampai kepala negara memakai jimat atau melakukan konsultasi spiritual dengan paranormal/dukun. Laporan itu pun cukup saya percaya, karena sehari-hari saya bekerja di sekitar pejabat-pejabat. Ada banyak dukun di sekitar pejabat-pejabat birokrasi maupun politisi kita. Sebenarnya mereka memakainya bukan untuk berbuat jahat, tapi untuk jaga-jaga badan, istilah mereka, karena mereka kuatir terhadap serangan-serangan gaib yang mungkin tertuju pada mereka dari pihak yang tidak suka. Paranoid massal!

Selain dikuasai kegelapan okultisme, negeri besar ini juga dilingkupi pornografi yang begitu bebas, bahkan sampai menjangkau anak-anak. Perselingkuhan dewasa ini mencapai tingkat yang sangat parah. Kita tidak lagi menemukan perbuatan rahasia ini didominasi kaum suami, tetapi kaum istri pun sudah tinggi persentasenya. Selain melalui media internet yang tanpa sensor, secara terselubung, pornografi ini juga ditularkan oleh media-media massa lokal yang banyak dibaca masyarakat, melalui pemberitaan-pemberitaan gaya cerpen porno lengkap dengan foto model seksi, dengan alasan strategi penaikan tiras. Berita-berita yang sesungguhnya cerita porno ini, meracuni semua lapisan, termasuk anak-anak remaja yang dengan mudah bisa membacanya.

Dunia diamuk oleh badai kecabulan pada akhir zaman ini. Kita semua harus hati-hati dan mengawasi pergaulan diri. Bergaullah dengan orang-orang yang takut Tuhan, dan jauhilah pergaulan dengan orang-orang yang sembrono atau tidak sopan.

Ada begitu banyak lagi, sangat-sangat banyak, rahasia-rahasia gelap di belakang pintu kehidupan normal hampir seluruh penduduk bumi. Kalau anda sudah tahu juga, bahkan pemerintahan-pemerintahan dunia, kaum-kaum diplomat dan para praktisi sosial politik segala bangsa lebih lagi negara-negara modern, sesungguhnya dikendalikan oleh perkumpulan-perkumpulan terkutuk pemuja iblis yang disebut Freemasonry-Illuminati dan jaringan-jaringan global mereka.

Saudaraku kekasih dalam Tuhan...

Saya menuliskan ini semua untuk membuka mata anda: inilah dunia. Semua ini tercipta karena umat manusia mengasihi dunia. Mereka tidak ingin terlempar. Mereka ingin diterima, ingin punya tempat, di dunia ini. Mereka ingin memiliki tempat terhormat. Mereka semua mengejar kehormatan, kemuliaan, kejayaan uang, posisi, popularitas. Mereka membuat dunia ini panas oleh persaingan yang sangat keras, dan persaingan itu pula yang mendorong mereka untuk berhubungan dengan alam gaib, melakukan kecurangan, rupa-rupa kelicikan, tipu daya dan dusta, karena ketakutan dan segala kekuatiran mereka. Mereka kuatir kehilangan dunia ini!

Saya tidak tahu berapa tepatnya persentase orang kristen yang turut terlibat dalam semua kegelapan ini. Tapi saya merasa, jumlahnya mayoritas! Sangat-sangat mayoritas!

Yesus telah mengingatkannya lebih dulu: banyak yang terpanggil sebagai pengikut Kristus, tapi sedikit saja yang terpilih, sedikit saja yang layak, untuk menerima kegenapan janji keselamatan itu, sorga kekal.

Matius 22:14
Lalu Yesus mengakhiri perumpamaan itu begini, "Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit saja yang terpilih.” (Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari –LAI)

Saudaraku dalam kasih Yesus...

Mereka semua mungkin berhasil meraih apa yang mereka impi-impikan di dunia ini dengan cara-cara yang mereka lakukan, tetapi janganlah cemburu kepada mereka karena sesungguhnya mereka sedang menabung kebinasaan kekal.

Engkau sudah menyerahkan dirimu kepada Kristus, dengan demikian, engkau benar-benar telah berbeda dengan mereka. Engkau anaknya Allah, dan Yesus telah menaruhkan Roh Kudus-Nya di dalam engkau. Maka hiduplah berbeda juga, sebagaimana tujuan panggilanmu. Daging kita memang tertarik dengan dunia ini, tetapi kita harus tegas menolak segala kehendak daging. Kita tidak boleh dituntun oleh air liurnya daging ini, tetapi harus oleh Roh Allah kita.

Mungkin di hari-hari yang lalu, kita juga pernah terlibat dengan rupa-rupa kebodohan seperti itu, kita terlena, sebab tidak ada yang sempurna. Tetapi untuk itulah Yesus mati di kayu salib, untuk memanggil orang-orang berdosa ke dalam pengampunan dan pengudusan. Mari membangun persekutuan dengan Yesus yang sangat mengasihi kita. Mari fokus pada panggilan-Nya.

Jangan kuatirkan apapun dalam hidupmu. Bapa di surga adalah Raja dari segala-galanya. Engkau ini bukan anak raja yang melarat, tapi Raja Yang Maha Kaya. Roh berkata di dalam hati saya: Allah adalah jaminanmu, dan Ia penjamin yang layak dipercaya, lebih dari apa dan siapapun.

Hiduplah sebagai anak-Nya di dunia ini, membawa terang-Nya ke antara mereka yang berada dalam gelap. Suatu kali saya berdoa, meminta Bapa mengajari saya arti dari “terang dunia”. Dan Tuhan berkata pada saya: “Terang itu berpengaruh, Nak.” Ya, terang itu berpengaruh baik. Periksalah dirimu, apakah anda sudah berpengaruh baik pada anak istrimu, pada tetangga-tetanggamu, pada teman kantormu, pada sahabat-sahabatmu, pada adik-adik dan kakakmu, pada keluarga besarmu? Apakah anda telah patut dicontoh dan diteladani oleh mereka?

Untuk memberi pengaruh baik itu, maka hiduplah di dalam kasih, berilah pengampunan, hiduplah jujur, jadilah pribadi yang berdoa, milikilah belas kasihan kepada orang-orang terbuang dan menderita tanpa pandang agama atau suku, milikilah hati yang lemah lembut, lidah yang sedap terdengar, rendahkanlah dirimu di hadapan semua orang, setialah kepada pernikahanmu, kasihi dan sayangilah anak istrimu, janganlah suka memuji diri atau mencari pujian –tapi berilah pujian pada orang-orang yang patut menerimanya, berlakulah sopan dalam gaya hidup atau perkataan atau berbusana, jauhilah pergaulan yang buruk, hiduplah kudus, jauhi segala candu dan kecemaran, jauhilah perdukunan, okultisme, spiritisme, penyembahan berhala, janganlah mengkeramatkan suatu benda apapun, jauhilah kesesatan, bersabarlah pada segala kekurangan orang lain, berilah semangat pada mereka yang patah hati, ketika hatimu panas kekanglah lidahmu dari berkata-kata, sampai amarahmu reda, hiburlah orang yang susah, jadilah rendah hati, janganlah mencari atau menuntut hormat tapi berilah penghormatan pada semua orang. Lawanlah egomu sendiri dan jangan turuti keserakahannya, kehausannya akan penghormatan manusia, atau amarahnya.

Lebih jauh lagi, beritakanlah Injil Pengampunan Yesus Kristus kepada sebanyak-banyaknya orang, ceritakanlah kebaikan Bapamu kepada dunia yang haus kasih sayang ini, sambil engkau menjaga hidupmu agar tetap berdiri di dalam persekutuan dan kekudusan sorgawi.

Itulah panggilan kita hidup di dunia ini, saudara-saudaraku, anak-anak Bapa. Sekali lagi, janganlah risaukan dunia ini. Jangan kuatirkan apapun dalam hidup ini. jangan pikir-pikirkan sebesar apa nanti namamu tinggal di dunia ini ketika engkau mati, tapi pikir-pikirkanlah keadaan rumahmu sekarang di sorga kekal, sudah adakah ia bagimu dan bagaimana keadaannya. Jalankanlah tokomu, pekerjaanmu dan segala hal usaha ekonomimu dengan tenang, tanpa terganggu dengan keberhasilan orang lain atau diburu-buru oleh persaingan dengan toko sebelah, di dalam penyerahan diri pada Allah, serta iman yang teguh bahwa Dia pasti memelihara hidupmu.

Fokuslah kepada sorga, dengan cara hidup yang berbeda dari dunia. Sebab memang benar, engkau bukan lagi berasal dari dunia ini, karena kasih karunia Kristus Yesus.

Tuhan Yesus memberkati saudara sekalian.

SENANTIASA MENYANGKAL DIRI (Catatan Gempa Aceh 2012)



SENANTIASA MENYANGKAL DIRI (Catatan Gempa Aceh 2012)
Pertama kali diterbitkan di akun facebook "bao panigoran" tanggal 13 April 2012

Syalom, saudara-saudaraku dalam kasih Yesus Kristus...

Pesan utama dari Tuhan Yesus bagi gereja-Nya di hari-hari terakhir ini adalah untuk bersiap-siap dalam kemurnian, sama seperti lima gadis bijaksana. Ia tidak memberitahu kapan Ia tepatnya akan datang. Tetapi dengan tegas pesan-pesan telah disampaikan ke seluruh dunia: TIDAK LAMA LAGI. Ia akan datang seperti pencuri, di saat yang tidak diduga-duga. Saya percaya tidak akan ada satu pun prediksi yang akan begitu tepat soal kedatangan-Nya. Itulah sebabnya setiap upaya membuat prediksi entah itu tahun, bulan apalagi hari sangatlah nakal dan berbahaya. Tidak satupun itu yang berasal dari ilham Roh Kudus, melainkan obsesi teologis dan kadang-kadang atas ilham musuh. Tetapi kita diperkenankan mengetahui tanda-tandanya, dan kita menyaksikan tanda-tanda yang terus menerus mengalami penggenapan.

Gempa Sumatera berpusat di Aceh kemarin (11/04/2012), memberi hentakan bagi banyak orang. Saya sedang mengikuti rapat yang dipimpin Walikota kami di aula tertutup. Seketika semua orang berhamburan keluar, menyelamatkan nyawa masing-masing, termasuk Pak Walikota. Di bawah suasana panik seperti itu, tidak ada lagi raja ataupun bawahan. Semua tinggal sebagai manusia lemah yang malang, mengharap-harapkan keselamatan. Begitu lama dan kuatnya gempa itu terasa di kota kami, kota pinggir pantai di Tapanuli ini. Tanah yang dipijak bergoyang dengan sangat keras, seolah-olah sedang berdiri di atas ayunan. Sungguh, semua orang menyadari betapa kecilnya ternyata manusia di hadapan kedasyatan Tuhan. Rasanya seperti belalang yang malang.

Sore yang tak terlupakan. Di kala gempa susulan yang tak kalah besarnya datang, kota kami tengah pula di terjang hujan badai disertai petir menyambar-nyambar, menggelegar di atas rumah-rumah. Klop-lah sudah kedasyatan ini, tinggal menunggu kemungkinan tsunami seperti peringatan BMKG. Banyak orang mulai mengelah nafas: Oh, Tuhan... oh, Tuhan...

Berhubung rumah kami terletak di tepi pantai, saya segera mengungsikan keluarga, mengikuti anjuran pemerintah. Di bawah guyuran hujan badai dan petir, kami pergi ke rumah adik saya, berbuka puasa di situ dalam suasana cukup menegangkan. Sebagaimana gemuruh hati banyak anak-anak Tuhan hari itu, saya menyadari bahwa ini adalah peringatan dan panggilan Kristus kepada gereja untuk bertobat dan mempersiapkan diri. Orang-orang boleh berspekulasi mengenai penyebab gempa bumi kemarin. Tapi adakah bencana alam terjadi di bumi dan tangan Tuhan tidak terlibat disitu?

Amos 3:6 
Adakah sangkakala ditiup di suatu kota, dan orang-orang tidak gemetar? Adakah terjadi malapetaka di suatu kota, dan TUHAN tidak melakukannya?

Ketika keadaan sedang baik, keakuan manusia naik meninggi. Aku, aku, aku! Tetapi nyatalah bahwa si aku hanya katak dalam tempurung manakala rumah gedungnya di gonjang-ganjing gempa besar seperti kemarin. Sadarlah ia bahwa dirinya dan eksistensinya yang ia banggakan itu tak lebih dari segemgam pasir belaka, yang dengan mudahnya lenyap tak bersisa manakala badai datang. Semua orang harus kembali pada Tuhan. Semua orang harus bertekuk lutut di hadapan-Nya! 

Saudaraku...Tuhan memberikan saya peringatan tambahan. Di malam harinya saya bermimpi. Ah, sebenarnya sejak lama saya tidak pernah tertarik berbicara tentang mimpi. Itulah sebabnya saya jarang sekali berhasil mengingat mimpi-mimpi saya, kecuali beberapa termasuk malam itu.

Dalam mimpi itu, mendadak saya ditugaskan pimpinan untuk sebuah perjalanan dinas ke kota Medan. Di kalangan PNS, lebih lagi golongan staf rendah yang jarang mengalami, tugas luar kota adalah sesuatu yang menggembirakan, bahkan diharap-harapkan. Anda tahu, tugas seperti itu memberi banyak hal bagi prestise. Karena anda yang terpilih di antara banyak staf, itu akan terlihat sebagai sebuah pengakuan dari pimpinan atas prestasi anda. Tugas seperti itu juga berhubungan dengan tunjangan uang yang cukup besar, penginapan di hotel berbintang, serta kesempatan bertemu dengan orang dari banyak daerah serta pembesar-pembesar pusat, membangun koneksi lintas daerah bahkan nasional.

Meski saya tidak terlalu mengharapkan seperti itu lagi, tapi dalam mimpi itu saya cukup gembira. Pulang ke rumah untuk bersiap-siap, dan bersama istri berdoa mengucap syukur serta memohonkan penyertaan Tuhan. Kemudian, sendirian saya telah berada di sekitar stasion bis untuk berangkat. Sambil menunggu keberangkatan petang itu, tiba-tiba saya melihat seorang sepupu saya datang bersama istrinya. Dia berbicara kepada pimpinan kantor saya. Saya tidak mendengar apa yang mereka percakapkan karena saya tidak ikut disitu, tapi dalam mimpi itu saya tahu menahu. Sepupu saya itu berbicara dan membujuk-bujuk supaya dia ditugaskan dalam sebuah perjalanan dinas. Saya heran pada sepupu saya itu karena hal itu tak masuk akal, soalnya dia bekerja di Pemda daerah lain. Segera mereka lenyap.

Saya masih menunggu keberangkatan, tiba-tiba istri pimpinan saya datang. Saya heran, sebab dia bukan PNS dan kami tidak pernah saling berbicara. Dia membawa pesan dan sepucuk surat dari pimpinan. Pesan itu, pimpinan membatalkan keberangkatan saya, karena telah menunjuk orang lain untuk menggantikan, yaitu sepupu saya yang tadi. Dalam suratnya, sama sekali tidak ada kesan penyesalan apalagi permintaan maaf, justru sebuah tekanan untuk patuh. 

Saya menjadi sedih dan sangat kecewa pada pimpinan karena merasa dipermainkan, teringat pada istri di rumah yang telah melepas kepergian saya, dan lebih lagi kepahitan pada sepupu saya itu. Bukankah kami selama ini saling mengasihi dan menghormati? Mengapa dia tega memotong saya, padahal dia pasti tahu sayalah yang telah ditunjuk untuk berangkat? Dengan perasaan letih, saya keluar dan berharap ketemu pimpinan agar saya bisa bertanya penjelasannya.

Saat melangkah gontai itulah saya terbangun. Pertama-tama yang saya lihat adalah istri saya yang masih terlelap di sebelah, dan segera tersadar bahwa saya hanya bermimpi. Badan saya benar-benar letih dan perasaan saya terasa berat oleh mimpi itu. Saya melihat jam di handpone, pukul 04.30 WIB. Saya duduk dan termangu-mangu oleh mimpi itu, dan berbisik kepada Yesus: “Mimpi apa ini Tuhan..?”

Sekonyong-konyong hati saya dipenuhi perkataan-perkataan seperti ini: “Benarkah engkau sungguh-sungguh sudah rela kehilangan dunia ini untuk Aku? Benarkah kamu tidak terguncang ketika hak-hakmu di dunia ini diambil bahkan dengan cara paling pahit sekalipun, adakah engkau akan tetap tinggal dalam sukacita surgawi?”

Yang pertama-tama saya sadari adalah bahwa ini sebuah peringatan dari Tuhan Yesus kepada semua orang yang dikasihi-Nya, termasuk anda dan saya. Berikutnya saya teringat pada tulisan-tulisan saya mengenai penyangkalan diri, dan instrospeksi benarkah saya sendiri sudah teguh melakukannya. Melalui mimpi saya itu, Tuhan sedang meneguhkan peringatan-Nya ini: 

Lukas 14:33 
Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

Koreksilah diri anda saat ini, saudaraku. Sudahkah hati anda terlepas dari segala hal yang anda miliki di dunia ini? Uang, harta, kesempatan emas, nama, penghormatan, popularitas, bahkan keluarga?

Sudahkah Yesus menjadi yang terutama dalam hidup anda, ataukah itu masih sekedar klaim kosong?

Kita harus kedapatan murni di hadapan Tuhan. Kita harus menjadi tawanan Roh. Kita harus: hidupku bukannya aku lagi melainkan Yesus di dalam aku, dalam kenyataan yang sebenarnya. Kita harus benar-benar menjadi nol. Tanpa mati dalam kedirian, sungguh kita tidak layak bagi Tuhan.

Paulus mengharapkan benar agar jemaat yang diinjilinya mau meneladani dirinya dalam mengikut Tuhan. 

Filipi 3:17
Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.

Akan tetapi hari ini perkataan Paulus ini banyak diselewengkan para pimpinan untuk mengejar pengkultusan diri sendiri, kedagingan. Mereka memakainya kepada jemaat, tanpa memahami seperti apa Paulus telah hidup.

Tahukah anda berapa banyak gereja yang telah Paulus buka dan gembalakan di seluruh dunia? Kita tidak tahu jumlah yang pasti, tapi kita tahu sangat banyak. Dan ia memenangkan sebuah kota bukan dalam hitungan kecil, melainkan seringkali sampai meresahkan seluruh kota. Tahukah anda bahwa besar sekali kemungkinan banyak di antara jemaat-jemaat seluruh dunia itu yang berasal dari kalangan kaya raya? Tapi inilah teladan pertama dari Paulus: ia sama sekali tidak mengambil apapun dari jemaat itu, entah perpuluhan,entah persembahan kasih. Bahkan untuk keperluan hidupnya saja, ia masih harus mencari sendiri. Ia menjahit tenda dan menjualnya ke pasar, agar ia bisa makan. Padahal jika kita coba berhitung-hitung, betapa mudahnya Paulus menjadi pendeta yang kaya raya, memiliki markas besar megah di kota tertentu, dan tentu saja akan sangat mudah baginya memperoleh fasilitas-fasilitas transportasi zaman itu seperti kapal layar sendiri. Bagaimana dengan pendeta-pendeta keliling dunia hari ini? Berapa banyak yang pulang dari satu kota membawa persembahan kasih serta perpuluhan melimpah ruah? Berapa banyak yang memfasilitasi dirinya dengan jet pribadi, mobil mewah dari beragam merek dan fasilitas-fasilitas lainnya? Paulus sama sekali tidak memikirkan dirinya sendiri lagi, kepentingan-kepentingannya, pakaian dan fasilitas-fasilitasnya, itulah yang ia lakukan, dan itulah yang ia serukan agar kita tiru!

Juga ingatkah anda bahwa Paulus tidak mengambil istri? Menurut anda, apakah Paulus bukan seorang pria normal? Ia pria yang normal. Dan anda tahu, seorang pria normal secara alamiah umumnya memiliki hasrat seksual yang lebih tinggi dari perempuan. Saya percaya, Paulus juga memiliki apa yang dikandung oleh tubuh kita hari ini. Tetapi Paulus mengabaikan semua itu. Ia menyangkal dirinya terus menerus. Ia tidak mempedulikan dirinya lagi. Ia tidak memperjuangkan kepentingan-kepentingan jasmani dan sosialnya lagi. Itulah sebabnya ia tidak omong kosong ketika ia menulis ini: 

Galatia 2:20 
Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. 

Paulus telah menjadi nol dalam segala hal bagi Kristus. Dan ia menuliskan ini bagi anda:

I Korintus 4:16 
Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!

Tetapi anda dan saya tidak dapat meneladani Paulus dalam mengikut Yesus tanpa menyangkal diri, sebagaimana yang Tuhan katakan sendiri.

Matius 16:24 
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia HARUS menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku".

Orang-orang berjalan di dunia ini di dalam perasaan hebat, perasaan nyaman, perasaan penting, perasaan berprestasi, karena sesuatu yang mereka miliki.

Sesungguhnya segala pangkat, segala gelar kesarjanaan serta prestasi pendidikan, segala pujian, penghargaan-penghargaan kehormatan, jumlah penggemar, elu-eluan, segala piagam dan piala, segala jabatan, harta kekayaan, gelar-gelar gerejawi seperti pendeta, pastor, uskup, diaken, eporus, paus, sintua, atau apapun... semuanya itu SIA-SIA. Apa saja yang kita miliki di dunia ini adalah sia-sia, tidak menyelamatkan, bahkan seringkali mempersulit diri kita sendiri di hadapan Allah.

Semua yang ada di dunia ini justru mendongkrak keakuan manusia. Tapi orang yang berkenan kepada TUHAN hanyalah mereka bertekuk lutut di hadapanNya dan berkata: "Tanpa belas kasihanMu, aku ini hanyalah sepotong kayu bakar di neraka. BagiMu lah segala hormat dan kekaguman, Tuanku Raja. Segala hidupku adalah milikMu dan untuk kemuliaan namaMu yang ajaib: YESUS KRISTUS Juruselamatku."

Penyangkalan diri di hadapan Tuhan adalah mutlak kita kerjakan. Kalaupun kita memiliki banyak, biarlah semuanya itu kita persembahkan untuk Tuhan, kita perlakukan sebagai milik Tuhan. Biarlah kita katakan kepada apa yang
kita miliki itu: “Jikalau aku tidak mempermuliakan Allah dengan semua ini, maka semua ini adalah sampah dan beban berat bagi pundakku.”

Sukacita kita adalah karena hubungan kasih mesra dengan Bapa, bukan di dalam daging oleh kemampuan finansial. Kita tidak terobsesi lagi pada prestasi apapun di muka bumi, tetapi obsesi kita ialah menyukakan hati Bapa di dalam seluruh kehidupan kita.

Orang-orang mengagumi Daud karena dia sukses, dia hebat, dia menang, dia besar, dia diberkati Tuhan. Tapi mereka tidak mengenal pribadi Daud yang sebenarnya. Ada sebuah kesaksian anak Tuhan yang dibawa ke surga, bertemu dengan Tuhan Yesus, malaikat-malaikat, dan beberapa nama besar, salah satunya Daud. Tentu saja anak Tuhan ini sangat gembira bertemu Daud, karena Daud adalah nama yang sangat menggetarkan sepanjang sejarah. Bagaimana tidak, Kerajaan Tuhan Yesus dinamai dengan namanya: Tahta Daud. Bagaimana jika Kerajaan Tuhan dinamai dengan nama anda? Hanya Daud yang memperoleh anugrah kehormatan yang luar biasa itu. Akan tetapi ketika anak Tuhan ini bertanya pada Daud, hanya satu yang Daud katakan: “Aku sama sekali tidak pantas berada disini, hanya karena belas kasihan saja..”

Apakah anda merasa pantas berada di surga, karena hal-hal yang anda miliki, raih atau telah kerjakan? 

Daud adalah seorang yang menyangkal dirinya selama ia ada di bumi. Meskipun ia raja, tapi ia tidak menikmatinya di dalam kesenangan daging maupun kebanggaan ego. Suatu hari ia menikmatinya. Ia terpikir untuk menghitung jumlah bangsa Israel. Di dalam hatinya ia berkata: “Ah, aku sudah banyak berlelah untuk bangsa ini. Dan aku senang karena semua sudah tenang, negara aman, ada kemajuan. Aku ingin tahu berapa jumlah bangsa Israel seluruhnya..” Daud ingin menikmati kebanggaan dirinya. Hasilnya: murka Allah!

Bangsa Israel kena hukum, dan Daud kena teguran keras oleh Allah. Puji Tuhan, Daud tersadar dan bertobat. Ia tentunya menyoyak jubah kerajaannya, melemparkan mahkotanya, dan masuk ke dalam debu, dengan hati yang hancur, meremas-remas debu tanah dan menaburi kepalanya dengan itu: “Ampuni aku Allahku... aku tidak tahu diri... aku pandir.. aku sombong... aku lupa bahwa aku ini hanyalah orang yang memperoleh belas kasihanMu... tanpa belas kasihanMu, aku ini tak lebih dari debu tanah..”

Daud adalah seorang yang senantiasa tersungkur di bawah kaki Tuhan. Hatinya meluap-luap senantiasa di dalam Roh, dan sampai ia tua, ia tetap saja menari-nari di hadapan Allah di dalam kamarnya ketika ia memuji-Nya. Itulah yang dimiliki Daud di mata Allah. Saudara, apakah anda sudah memiliki hati seperti Daud?

Allah mengagumi seseorang bukan karena apa yang Ia berikan pada orang itu. Apa yang Ia berikan untuk orang? Ini: berkat, harta, kehormatan, promosi, posisi-posisi penting, prestasi, kuasa mukzizat, penyertaan, patok-patok kemah yang makin melebar ke kiri ke kanan, dan lain sebagainya. Manusia mungkin terkagum-kagum ketika kau memiliki semua itu, tetapi Allah sedikitpun tidak, sebab semua itu milik-Nya dan berasal dari-Nya. Kalau saya adalah karyawan anda, masakan anda kagum karena sekarang saya memiliki mobil padahal mobil itu pemberian anda sendiri? Ketika anda melihat saya mulai tampak pongah, bangga diri serta berprilaku layaknya selebritis di hadapan orang-orang lain, justru anda akan mulai tidak suka pada saya, bukankah begitu? Allah mulai tidak suka padamu ketika engkau mulai memperlihatkan kebanggaan diri oleh semua berkat, promosi, nama besar, popularitas dan kuat kuasa yang Ia berikan padamu itu. Tetapi apa yang mengagumkan Allah dari manusia? Yaitu hati, seperti yang Daud miliki. Ketika anda senantiasa tersungkur di hadapan-Nya, ketika anda senantiasa berlutut mencium lantai di hadapan-Nya, ketika anda senantiasa menyangkal diri dan berkata: “Bapa, Engkaulah kuatku..!”

Saya mau kita semua menyadari, bahwa tidak satupun di antara kita akan berada di surga karena kemuliaan kita di dunia ini. Berapapun hartamu, nama besarmu, jasa-jasamu, pengaruhmu, semua itu masih tetap seharga kain kotor di mata Allah. 

Hanya Allah! Hanya kasih karunia-Nya! Hanya belas kasihan-Nya! Hanya pengorbanan Yesus! Itulah satu-satunya alasan mengapa seseorang berada di surga.

Jangan dipesonakan oleh nama besar, oleh jumlah uang, oleh ukuran-ukuran apapun yang dikenal dunia ini. Sedikitpun Yesus tidak terpesona dengan apa yang dimiliki manusia. Sadarlah bahwa berapapun jumlah mahkota penghargaan dan berapapun gunung emas yang dimiliki seseorang, bahkan debu kakinya pun akan ia tinggalkan ketika ia mati. Seperti Ayub berkata, dengan telanjang ia datang, dengan telanjang ia akan pergi dari bumi ini.

Saudaraku kekasih dalam nama Yesus...
Marilah sejak hari ini senantiasa menyangkal diri di hadapan Allah. Sangkallah segala yang engkau miliki. Sangkallah kemuliaanmu di mata manusia. Hitunglah pujian manusia sebagai caci maki, hitunglah segala elu-eluan sebagai tamparan keras di wajahmu. Beritahukan dirimu bahwa engkau ini hanyalah hamba yang tidak berguna jika bukan karena belas kasihan Tuhan. Jangan lihat dirimu, tapi lihatlah wajah Yesus.

Belajarlah untuk berlutut dan bersujud di lantai di hadapan Bapa dalam doa pribadimu, sebesar apapun engkau ini kata orang di luar sana. Campakkan segala kebanggaan dari dasar hatimu. Nyatakan bahwa engkau ini nol dan sudah mati. Namamu tidak berguna, kosong, hampa. Belajarlah untuk berkata-kata semacam ini kepada-Nya: 

“Bapa, aku ini hanyalah debu tanah, yang tidak berharga jikalau bukan karena Engkau memandangnya berharga, yang tidak layak jikalau bukan karena Engkau layakkan. Tidak ada yang baik yang berasal dari aku, tapi semua kebaikan itu berasal dari Roh-Mu. Aku ini si pandir yang telanjang di alam roh jikalau bukan karena Engkau sendiri yang memberiku pakaian. Tidak ada satupun pekerjaan tanganku yang menyebabkan semua itu, hanya oleh kasih-Mu saja kepadaku. Seluruh buah tanganku tidak lebih dari secarik kain kotor di hadapan-Mu yang Mata Tinggi. Siapakah seperti Engkau? Siapakah yang dihitung layak berdiri dengan bangga di hadapan-Mu? Tidakkah semua adalah ciptaan-Mu? Hanya kasih-Mu sajalah yang membuat aku bersukacita, bahwa Engkau memandang aku berharga dan layak memanggil-Mu Bapa, karena kasih karunia Yesus Kristus, Anak-Mu yang tunggal, Juruselamatku yang hidup.”

Sungguh, anda harus melepaskan dirimu dari segala sesuatu yang kau miliki hari ini. Dengan telanjang engkau datang di bumi ini, dengan telanjang pula engkau akan kembali, akan tetapi malaikat-malaikat akan memberimu pakaian putih bercahaya sebagai jubah surgamu, jika engkau layak menerimanya.

Tuhan akan segera datang. Dan mereka yang tidak rela kehilangan dunia ini dan segala hal yang ia punyai, tidak akan ikut bersama-Nya di awan-awan permai. Penyangkalan diri itu sungguh mendesak untuk kita lakukan, sejak hari ini sampai maranatha.

Yesus mengasihi kita, sekarang dan selama-lamanya. Amen.