Jumat, 14 Desember 2012

SAATNYA MEMBERSIHKAN SEMAK DURI DARI KEHIDUPAN KITA


SAATNYA MEMBERSIHKAN SEMAK DURI DARI KEHIDUPAN KITA

Markus 4:18-19 
Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah

Yesus memakai perumpamaan tentang seorang penabur benih dalam menggambarkan tipe-tipe orang kristen. Salah satu tipe adalah tanah yang penuh semak duri.

Orang yang masuk kategori tanah bersemak duri, sebagaimana penjelasan Tuhan, adalah orang-orang yang mengkuatirkan dunia ini, juga orang yang dikuasai tipu daya kekayaan, juga orang yang dipenuhi keinginan atau kenikmatan daging. Kalau mau jujur, sebagian besar dari kita, orang-orang kristen, sebenarnya masuk ke dalam golongan ini.

Kekuatiran akan dunia ini

Siapa yang dimaksud orang kristen yang mengkuatirkan dunia ini? Mereka adalah orang-orang kristen yang hidupnya digelisahkan oleh keinginan memiliki apa-apa yang dipakai dunia ini untuk mengukur status sosial kita, yaitu uang, gelar, jabatan, pangkat, popularitas, dan sejenisnya. Bila anda sudah memilikinya, anda akan diperhitungkan dalam suatu komunitas. Bila anda tidak memilikinya, anda akan terpinggir dan tidak dianggap. Ketakutan terpinggirkan dan tidak dianggap inilah yang menjadi indikator seseorang itu termasuk golongan mengkuatirkan dunia atau tidak. Jika itu ada di hatimu saat ini, itu adalah semak duri.

Mungkin ada yang bertanya: kalau begitu apakah kita orang kristen tidak boleh lagi memiliki semua itu? Tentu saja boleh. Persoalannya tidak terletak pada boleh atau tidak boleh memiliki. Persoalannya terletak pada psikologi anda, pada jiwa anda. Jika di jiwa anda tidak ada keterikatan pada semua itu, mau terpinggirkan atau tidak, mau tidak masuk hitungan atau tidak, mau dipakai atau tidak, mau terkenal atau tidak, anda sama sekali tidak kuatir dan tetap dapat menikmati sukacita dalam Tuhan Yesus, maka semak duri itu tidak ada di hati anda.

Tipu daya kekayaan

Apa itu tipu daya kekayaan? Tipu daya kekayaan yang paling besar adalah kebanggaan diri, atau dalam istilah lain disebut kesombongan.

Akan tetapi kita tentu akan menolak jika disebut sombong. Bukankah kita acap memakai kata-kata seperti ini: "Bukan sombong ya, saya bisa kok beli semua rumah di blok ini." "Bukan sombong ya, harta saya tidak akan habis tujuh turunan." dan lain-lain. Kita menyebutnya bukan kesombongan, karena memang benar kita mampu melakukannya. Menurut kita, kesombongan adalah apabila kita berkoar tapi sesungguhnya tidak mampu. Akan tetapi meskipun anda mengira bahwa itu bukan kesombongan, pada kenyataannya adalah anda bangga akan diri anda. Kebanggaan diri ini adalah inti atom dari kesombongan. Jika anda memilikinya di hatimu, itu semak duri.

Ini tidak hanya meliputi kekayaan materi semata-mata. Tapi termasuk juga kekayaan-kekayaan yang lain seperti kecantikan, kemampuan, kecakapan, kelebihan-kelebihan rohani, bahkan pula talenta yang dari Tuhan. Kebanggaan diri anda karena memiliki semua itu adalah semak duri.

Tuhan mengajar kita untuk senantiasa merendahkan diri di hadapan manusia dan di hadapan Tuhan. Tuhan mengajar kita untuk hanya mempermuliakan Dia dalam segala hal, termasuk dalam segala kecakapan dan kemampuan kita. Sekalpun anda benar-benar mampu, di hati anda harus kokoh tertanam bahwa semua itu adalah belas kasihan Tuhan saja.

Sudah saatnya anda mendengar firman Tuhan Yesus yang satu ini, meskipun barangkali jarang diajarkan di gereja kita:

Lukas 17:10
Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.

Keinginan-keinginan akan hal yang lain

Dalam Injil Lukas, istilah ini disebutkan dengan istilah "kenikmatan hidup". Kedua-duanya berbicara tentang "kenikmatan daging" atau "kedagingan" yang biasa dipakai rasul-rasul dalam surat mereka.

Kenikmatan daging adalah segala hal yang dilakukan untuk memuaskan atau menyalurkan selera daging. Daging kita menyukai yang enak-enak. Mata kita suka memandang yang enak, yang bisa membuatnya terbelalak dan bibir kita berucap: "Waw.."

Apa yang enak dilidah adalah menggosip, obrolan-obrolan genit, canda-canda porno, dan lain sebagainya. Kalau sudah menggosip ria, lidah kita betah untuk bergoyang terus. Dua ribu kata per menit bisa keluar dari lidah kita. Apalagi kalau sambil makan kacang atau keripik. Makin sedap. Bandingkan bila kita mengobrol tentang firman Tuhan. Lidah kita akan lebih banyak diam. Jangan-jangan hanya sanggup bicara sepuluh kata per menit. Sama halnya bila kita canda-canda porno sama teman-teman di kantor. Dua jam ngakak-ngakak tidak kemana. Bandingkan bila kita membahas Alkitab. Lima belas menit rasanya hampir setahun. Semua itu memperlihatkan apa sebenarnya yang lebih disukai daging kita. Akan tetapi jika anda melayani kehendak-kehendak daging ini, itu semak duri.

Apalagi bila anda membuahi keinginan-keinginan tersebut dengan aksi: selingkuh, TTM-an, narkobaan, ke diskotik, dan lain sebagainya, maka makin terjerumuslah kita ke dalam belenggu kegelapan daging. Juga termasuk semak duri adalah kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik, juga pergaulan yang buruk.

Saudara...
Bukan saya katakan ada orang yang masa lalunya bersih terus. Bukan saya katakan ada orang yang tak pernah ada semak durinya di hari kemarin. Akan tetapi yang saya katakan adalah: saatnya kita sekarang membersihkan seluruh semak duri itu dari kehidupan kita. Saatnya kita menjauhkan diri dari semua itu dan berdiam sepanjang hari di dalam hadirat Allah, dimana pun kita berada.

Bersiaplah menunggu-nunggu kedatangan Tuhan Yesus, seperti lima gadis bijaksana. Dan salah satu persiapan terpenting adalah membabat segala semak duri dari kehidupan rohani kita.

Maranatha

ANTARA IMAN DAN KETAATAN


ANTARA IMAN DAN KETAATAN

Ketika anda percaya pada Karl Marx (bapak komunisme), anda tidak hanya percaya pada janji-janji masa depan dunia yang ia gambarkan, tapi juga pasti akan menuruti ajaran-ajarannya. Sebab orang yang mengaku pengikut Karl Marx tapi tidak menerapkan marxisme dalam hidupnya, dia tidak benar-benar pengikut Karl Marx.

Ketika anda percaya pada buku petunjuk cara mengoperasikan s
ebuah program komputer, anda bukan hanya percaya bahwa buku petunjuk itu benar, tapi anda juga pasti akan menuruti petunjuk-petunjuk yang terdapat alam buku itu.

Ketika kita percaya pada petunjuk resmi cara menggunakan kompor gas yang aman, kita tidak hanya percaya bahwa kita akan aman dari ledakan gas, tapi juga akan dengan taat mematuhi petunjuk-petunjuk tersebut.

Tangkaplah hikmat ini:

Demikian juga ketika kita percaya kepada Yesus, kita percaya bukan hanya kepada janji keselamatan-Nya, tapi juga akan menaati perintah-perintah-Nya.

Barangsiapa mengaku menerima kasih karunia Yesus, barangsiapa mengaku percaya kepada Yesus Kristus, tetapi tidak hidup seturut perintah-perintah-Nya, sesungguhnya dia menipu dirinya sendiri.

Amen.

TENANGLAH BERSAMA YESUS


TENANGLAH BERSAMA YESUS
Bao Panigoran
Terbit pertama kali di facebook 8 Desember 2012

Tahukah anda?
Ketika anda berdoa pada Yesus Kristus, anda sedang berbicara pada Seorang pribadi yang dasyat, yang berkuasa penuh atas alam semesta ini, yang telah menang atas maut, yang tidak kekurangan apa pun, yang tangan-Nya tanpa tanding, yang disembah seluruh bala sorga, yang bersama Bapa-Nya dielu-elukan tak henti-henti oleh gegap gemuruh di sorga.

Ia adalah Penguasa Mutlak atas apa pun. Perkataan-Nya ya dan amen. Dia bilang: matilah! Apapun akan mati. Dia bilang: Hiduplah! Semua yang mati akan hidup. Dia Yesus, Raja segala raja. Siapakah yang menjadi lawan-Nya? Siapakah yang sanggup membatalkan keputusan-Nya?

Ketika Dia menggenggam, adakah yang sanggup merampas dari tangan-Nya? Ketika dia menutup, iblis manakah yang sanggup membuka? Ketika dia membuka, malaikat manakah yang sanggup menutup? Tuyulkah tandingannya? Roh jahatkah? Hantu blau kah? Kuntilanak kah? Gendruwo kah? Setan kuburan kah? Malaikat maut kah? Lucifer kah? Tidakkah mereka semua gemetar bahkan sekedar mendengar nama-Nya? Terbirit-birit mereka akan lari saat hadirat Yesus ada. Lalu siapakah yang dapat menandingi-Nya?

Adakah yang seperti Dia? Adakah yang ditakuti-Nya? Orang-orang di bumi berbicara remeh tentang Dia, berseloroh-seloroh akan Dia. Tapi jikalau mereka bertemu dengan-Nya di tahta pengadilan-Nya, adakah mereka sanggup berdiri lagi? Betapa lutut mereka akan gemetar. Betapa mereka akan terlihat begitu memalukan. Betapa rahang mereka akan menggigil. Wajah mereka akan pucat pasi. Lidah mereka akan kelu, lidah yang selama di bumi gemar menertawakan nama-Nya itu. Pikiran mereka akan berhenti bekerja. Seperti orang mati, mereka tumbang di hadapan-Nya. Kedasyatan-Nya lebih dari pada petir raksasa. Siapakah lawan yang sanggup bertahan di hadapan-Nya?

Dialah Yesus. Sekali Dia berkata: "Engkau aman bersama-Ku!" maka tak ada yang akan dapat merampasmu dari hadirat-Nya. Dialah itu Pribadi yang sedang engkau ajak bicara ketika erngkau berdoa.

Tahu jugakah anda?
Ketika engkau percaya kepada-Nya, maka engkau ini telah menjadi milik-Nya. Dia menghargaimu. Dia sangat mengasihimu. Dia memandangmu sebagai sahabat-Nya, kekasih-Nya, pacar-Nya, tunangan-Nya, mempelai-Nya, milik-Nya. Sorot mata-Nya padamu berbinar lembut. Ia tersenyum dan berkata: "Aku mendengarmu, Sayang-Ku."

Aku ini mengasihimu, Aku ini memihak padamu, Akulah yang akan membela engkau dari semua pencemoohmu, demikian Ia nyatakan pada rohmu.

Siapakah yang kau takuti, kekasih-Ku? Jangan takut, engkau aman bersama-Ku. Aku ini Raja segala raja, seluruh alam semesta gemetar tunduk di hadapan-Ku, demikian Ia nyatakan pada rohmu.

Jangan ragu, anak-Ku. Engkau itu kusayangi dan Kugendong, Aku pelindungmu dan tidak ada yang akan mengambilmu dari-Ku, percayalah, demikian Ia nyatakan pada rohmu.

Jangan minder pada-Ku, Nak. Aku ini Bapamu sendiri. Aku mengasihimu apa adanya. Jangan tunjuk kelemahan-kelemahanmu, jangan tunjuk hari-harimu yang sudah lalu. Semua itu sudah Kubasuh dengan darah-Ku. Mari peluk Aku sekarang, demikian Ia nyatakan pada rohmu.

Percayalah pada-Ku. Berimanlah pada janji-janji-Ku. Roh-Ku dasyat, dan telah Aku taruhkan di dalammu. Aku menyertaimu. Marilah melangkah bersama-Ku, Kekasih-Ku, demikian Ia nyatakan pada rohmu.

Lihat tangan-Ku ini, tangan yang berlubang paku. Aku telah mati untuk menjalani hukumanmu. Jangan dengarkan dakwaan roh-roh penuduh itu lagi. Mereka hanya menakut-nakutimu saja seolah-olah Aku ini membencimu. Masakan Aku yang rela mati untuk dosa kejahatanmu justru membencimu? Adakah orang rela mati untuk orang yang dibencinya? Aku tidak pernah membencimu sedikit pun. Mari terimalah Aku dan tinggallah dalam naungan-Ku, damai sejahtera-Ku akan Aku berikan di hatimu, demikian Ia nyatakan pada rohmu.

Jangan tinggalkan Aku, Nak. Tetaplah setia di samping-Ku. Ketika hatimu tergoda oleh keindahan-keindahan dunia disana itu, tolaklah godaan itu. Belajarlah sejak hari ini mengalahkan kehendak-kehendak dagingmu. Banyaklah bernyanyi memujiKu, sebab engkau akan merasaan hadirat-Ku. Banyaklah berdoa kepada-Ku, sebab engkau akan merasakan damai wajah-Ku. Banyaklah menyembah-Ku, maka kerendahan hati-Ku akan melimpah-limpah di dalammu. Berpuasa jugalah supaya engkau semakin kuat mendisiplinkan keinginan-keinginan dagingmu. Tetaplah pegang tangan-Ku, sebab di luar Aku yang ada hanyalah kebinasaan kekal, demikian Ia nyatakan pada rohmu.

Lihat, Ia mengajarmu untuk berdiri di dalam kasih, di dalam kerendahan hati, di dalam kelemahlembutan, di dalam belas kasihan, di dalam pengampunan, di dalam kekudusan dan ketekunan. Maka biarlah engkau belajar berakar di dalam semua itu. Engkau hanya perlu memberi kemauan, maka Roh-Nya akan memampukanmu.

Bersukacitalah, sebab Yesus Kristus, Penguasa alam semesta ini, telah menjadi Kekasihmu.
Nikmatilah hubunganmu dengan-Nya itu dengan mesra dan semakin mesra.
Oleh darah-Nya, oleh Roh-Nya, engkau ini telah menjadi anak Allah. Allah itu Bapamu.

Di dalam Yesus, engkau aman dari segala bahaya. Tidak ada kengerian yang akan menelanmu. Ia itu gunung batumu yang teguh, kota bentengmu yang tak terdobrak oleh siapapun. Tinggallah setia di dalam-Nya, dan tetaplah senantiasa rendahkan dirimu di hadapan-Nya.

Jangan takut lagi akan maut. Jangan kuatirkan perkembangan dunia ini. Biar seribu rebah disisimu, sepuluh ribu di sebelah kananmu, engkau akan berdiri teguh. Tahu kenapa? Sebab TANGAN yang memegangmu adalah TANGAN yang terulur dari sorga, TANGAN YANG MAHA TINGGI, TANGAN YESUS KRISTUS KEKASIHMU.

Haleluyah! Bersoraklah untuk Dia selama-lamanya!

Senin, 10 Desember 2012

ANDA ADALAH FOKUS MATA ALLAH

ANDA ADALAH FOKUS MATA ALLAH 

Bao Panigoran 

Diterbitkan di facebook, 3 September 2010 


Mazmur 33 : 13
TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusiaMazmur

33 : 18
Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya.

Saudaraku terkasih dalam Kristus Yesus..
Pernahkah anda menatap cicak di dinding? Ketika kita memandangnya, bukankah benda-benda lain disekitarnya seperti gantungan foto, lukisan dinding, akan nampak juga oleh kita? Tentu saja. Tapi fokus mata kita adalah kepada cicak itu.

Allah memandang seluruh anak manusia di bumi ini. Semua tampak olehNya, tidak ada yang tidak terlihat. Tetapi anda harus tahu sejak sekarang, bahwa fokus mata Allah tertuju kepadamu!

Mengapa fokusNya kepadamu? Karena engkau ini anakNya!

Bayangkanlah anda sedang menghadiri sebuah acara di gedung pertunjukan. Sebuah kelompok koor anak SD sedang tampil di atas panggung, dan anda hadir disana untuk menonton koor itu. Mengapa? Sebab anak anda ikut menjadi anggota kelompok koor itu. Sebenarnya anak anda itu berdiri di barisan belakang, dan bukan menjadi bintang panggung. Tapi karena dialah anak anda, sudah pasti fokus mata dan telinga anda tertuju kepadanya. Mimik wajahnya anda perhatikan, dan setiap gerak-geriknya anda awasi dengan mata berbinar-binar.

Demikianlah juga Bapa memandang kita dari surga!

Jika engkau sedang berada di satu pesta kawin, mungkin saja engkau hanya undangan biasa disitu. Bintang pestanya tentu saja kedua mempelai, serta para tamu VIP dari kalangan artis top dan pejabat-pejabat terkenal. Engkau sendiri hanya duduk di kursi belakang, sama seperti orang lain, melongok kesana kemari seperti orang dari kampung menatap kepada artis-artis top itu. Tapi dengarlah, jikalau engkau benar anak Allah, maka ketahuilah sekarang, bahwa fokus mata Allah dari sorga justru tertuju kepadamu, bukan kepada para bintang itu.

Setiap anak Tuhan yang masih memandang ternganga penuh terpesona pada para bintang pesta di depan sana, maka ia sebenarnya anak Allah yang masih bermental gembel jelata. Ukuran-ukuran yang hidup didalam dirinya adalah perbandingan kedagingan, yaitu perbandingan harta kekayaan, popularitas, kehormatan, nama besar, pangkat-pangkat, jabatan-jabatan, gelar-gelar, dan sebagainya. Ketika ia memandang semua itu, ia berdecak: “Wah... waah... waaah..!” Orang-orang seperti ini akan begitu bangga ketika ia dengar bahwa hari minggu besok jenderal anu akan beribadah di gereja mereka yang kecil. Ketika presiden anu memberinya kado, itu akan menjadi kesaksiannya seumur hidup. Kebanggaannya ialah piagam-piagam penghargaan yang ia miliki. Fotonya yang berpelukan bersama artis top, akan dipajangnya di ruang tamu. Dan ketika tamu-tamunya datang dan menatap cemburu ke foto itu, kawan kita ini akan menarik nafas bangga di dadanya. Mental seperti inikah mentalitasnya anak Raja segala raja??

Saya tidak mengajarkan supaya saudara sombong dan memandang rendah orang lain. Tidak saudaraku. Lewat tulisan-tulisan saya, saya senantiasa bermaksud supaya anda menyadari bahwa engkau ini anak Raja Terbesar, maka hiduplah dalam karakter anak Raja Terbesar. Jangan takar dirimu dengan takaran dunia ini. Tapi pandanglah dirimu sebagaimana Allah memandangmu.

Jadi yang saya ajarkan, adalah supaya anda tidak terikat dengan pesona-pesona dunia ini lagi. Saya berharap anda tidak perlu lagi mencari penghormatan dari manusia, tidak lagi bergumul penuh obsesi untuk menjadi terkenal di mata manusia, agar anda tidak lagi haus akan harta di dunia ini, cukuplah syukuri apa yang diberi Bapa padamu. Ketika engkau telah sadar sebesar apa kedudukan anak Allah yang engkau pangku, maka saya berharap anda tidak perlu lagi gila jabatan atau menjadi gila benaran ketika jabatan anda dicopot di dunia ini.

Engkau tidak perlu lagi memaksakan dirimu sebagai bintang panggung. Orang berjuang menjadi bintang panggung, adalah dengan maksud supaya ia menjadi pusat perhatian. Ketika engkau telah menjadi bintang di mata Allah, fokus perhatian Bapa, masih pentingkah perhatian dunia ini bagimu? 

Berhentilah terobsesi menjadi kaya, menjadi terkenal, menjadi mulia, berjabatan tinggi, dihormati orang-orang dengan penuh kagum. Itu semua kedagingan. Mungkin engkau terobsesi menjadi pendeta terkenal, dengan kecakapan kotbah yang berapi-api, disertai kuasa nama Yesus dalam setiap pelayananmu, tapi saya harus beritahu itu juga kedagingan, jika lahir dari keinginan untuk terlihat hebat. Pikirkanlah kepentingan Allah saja. Pikirkanlah popularitas Yesus saja. Pikirkanlah kemuliaan Bapa saja. Sambil menjalani hidupmu dengan penuh syukur, apapun keadaannya. Kalaupun Bapa membawamu menjadi orang kaya kelak, biarlah itu urusan Bapa. Kalaupun engkau kelak berdiri di panggung KKR dihadiri puluhan ribu jiwa, biarlah itu juga urusan Bapa.

Seorang yang sadar bahwa ia anak Raja Terbesar, ia tak perlu sombong lagi. Anak Tuhan yang sombong adalah orang yang paling bodoh di dunia, menurut saya. Ia seperti orang dewasa yang berpidato dengan pongah tentang segala prestasinya di hadapan bayi yang belum tahu apa-apa. Betapa bodohnya juara gitar meloncat-loncat bangga ketika menang adu gitar dengan pelajar SD.

Tetapi seorang dewasa, akan bersikap seperti bayi ketika ia bercanda dengan bayi, seperti balita ketika mengobrol dengan balita. Ia mencocokkan dirinya, agar lawan bicaranya menerimanya dengan terbuka. Ia merendahkan dirinya, sampai ia menjadi satu level atau bahkan lebih kecil dari orang kecil di hadapannya. Merendahkan diri bukan berarti ia telah menjadi rendah. Merendahkan diri artinya ia yang aslinya tinggi, mengabaikan ketinggiannya itu agar ia sejajar dengan orang di hadapannya.

Oh, saya ingin mengajarkan saudara, jikapun ini ajaran : membungkuklah lebih dalam ketika orang membungkuk kepadamu, tersenyumlah lebih lebar ketika orang tersenyum kepadamu, melambailah lebih lama, ketika orang melambai padamu. Maka dengan demikian, engkau akan menjadi pangeran yang sangat mempesona sorga! Dengan menyadari bahwa mata Allah terfokus padamu, maka engkau akan terdorong untuk bersikap seturut dengan keinginan Bapa. Engkau tahu keinginan Bapa, yaitu supaya engkau hidup dengan karakter Yesus, yakni buah Roh.

Menyadari pandangan Allah terfokus pada kita juga akan memberi kita ketenangan dan kekuatan batin yang besar.

Mungkin sedang ada badai besar mengancam di depan sana, tapi sadarlah bahwa mata Allah terfokus padamu dan ia telah berjanji untuk melindungimu. Badai itu terjadi di hadapan Allah kita kok...kenapa harus gugup dan gelisah?

Mungkin baru saja orang datang memaki-makimu dan menuduhkan sesuatu yang kejam kepadamu. Tapi mengapa harus hancur terpukul? Orang itu bicara begitu di depan Bapamu kok....

Oh, ada orang mengancam akan menghabisimu. Tapi dengarlah, Bapamu ada disitu ketika ancaman itu diucapkannya!

Mungkin ada datang berita di TV: “Harga cabai dan beras naik 200 persen!” Ngapain gelisah? Bapamu ikut nonton berita itu kok...

Saudaraku, ketika mata Bapa tertuju kepadamu, dengarlah baik-baik, tidak ada ujung tanduk dalam hidupmu!

Renungkanlah kesadaran iman Musa. Waktu itu bangsa Israel tengah mentok di tepi Laut Teberau. Mereka hendak ke seberang, tapi tidak punya perahu. Tidak juga ada jembatan. Tentu mereka berkemah disitu hendak membangun armada perahu yang akan menyeberangkan mereka semua. Sayangnya, belum apa-apa, seluruh pasukan Mesir yang terkenal ganas dan haus darah, telah mengejar dari belakang, langsung dipimpin raja mereka, Firaun. Bangsa Israel sudah melihat deru debu pasukan musuh, yang terkenal brutal lagi jago berperang, sedang mereka belum punya pasukan perang apapun. Maka panik luar biasalah bagsa Israel. Di belakang maut semakin dekat. Di depan laut yang luas. Mereka di ujung tanduk! Kematian menunggu detik-detik terakhir. Hitungan mundur telah dimulai menuju pembantaian massal: sepuluh, sembilan, delapan...

Semua heboh. Ibu-ibu dan kaum wanita menjerit-jerit! Anak-anak meraung-raung! Orang-orang berlarian kesana-kemari! Perkemahan Israel panik dan heboh! Kita akan mati! Kita akan mati! Kita pasti mati!

Semua orang dewasa berlari-lari ke rumah Musa. Orang ini harus bertanggungjwab! Dia yang membawa kami kemari!

Pintu kemah musa digedor-gedor, dan ketika Musa muncul di halaman, semua orang menyembur: “Hei Musa! Gara-gara kau, kami semua akan mati disini! Oh, disinilah rupanya kami harus mati! Bangkai kami dicabik-cabik dan diinjak-injak! Padahal kami sudah punya rumah di Mesir! Sudah pula kami beli tanah pemakaman keluarga disana! Gara-gara kau, kami, istri dan anak-anak kami harus mati disini!!”

Tetapi dengan tenang Musa menegur demonstasi itu. “Mengapa kalian semua menjadi takut? Lihat ke langit sana! Bukankah Allah kita yang membawa kita kesini? Apa kalian pikir Dia akan diam membiarkan kita dibantai disini? Lihat! Lihat hai anak-anak Allah! Bapamu memandang setiap langkahmu dari sorga! Dan Ia tidak akan diam! Maka percaya saja kepadaNya!!”

Dan ketenangan serta iman percaya Musa telah menggetar harukan sorga. Malaikat-malaiakat yang menonton siaran langsung itu dari “Chanel TV Sorgawi” berdecak kagum dan berseru-seru. Sorga bergelora oleh sorak-sorai. Yel-yel kemenangan dan terompet vuvuzela dipekikkan di seantero sorga. Dengan cepat Bapa kita memutuskan untuk membelah Laut Teberau, karena iman Musa yang teguh kepadaNya.

Dan hal yang sama hendak saya sampaikan kepadamu saudaraku. Bapamu memandang kepadamu dari sorga. Jadi jangan takut, jangan kawatir sedikitpun!

Immanuel! Sebab Allah ada di pihak kita!! 


PERLINDUNGAN YANG SEMPURNA


Pertama kali diterbitkan di facebook tanggal 1 September 2010

Yesaya 54 : 15
Apabila orang menyerbu, itu bukanlah dari pada-Ku; siapa pun yang menyerbu engkau, ia akan rebah melawan engkau

Ketika masalah datang, ketika orang-orang berdatangan menyerang kita, hamba-hamba Tuhan lebih banyak menghibur kita dengan mengatakan kata-kata yang kurang lebih isinya; "Ini semua rencana Tuhan, karena Tuhan hendak membentuk engkau lebih kuat lagi. Engkau dihajarNya supaya engkau semakin dewasa."

Betulkah kata-kata itu? Betul sekali. Tetapi ada hal yang berbahaya jika kita hanya mengatakan itu. Lama-lama orang akan mengira bahwa Allah suka mencobai manusia. Lama-lama orang menyangka Tuhanlah yang mendatangkan musuh-musuh itu menyerang kita. Itulah sebabnya banyak orang menjadi bingung dan berseru: "Apa maksudMu Tuhan?" Ia seolah berkata: "Mengapa Engkau suka menyerang dan mempermalukan aku?"

Saudaraku dalam Yesus

Tuhan tidak pernah mendatangkan masalah padamu. Ia tidak pernah mendatangkan penyakit, atau membangkitkan orang-orang untuk menyerbu engkau.

Semua itu terjadi karena engkau tinggal di dunia, dan dunia ini adalah jahat dan keras. Semua serangan bertujuan menghancurkan dan membinasakan, dan semua serangan digerakkan oleh si jahat. Apa boleh buat, dunia ini memang dikendalikan oleh setan, yang bebas keluar masuk ke dalam hati manusia yang tidak kudus, dan dengan mudah menghasut mereka untuk melakukan kekerasan. Dan selalu ada giliran serangan itu ditujukan kepada kita. Jika engkau tinggal di surga, tentulah engkau tidak mengalaminya lagi, karena disana tidak ada si jahat, sehingga tidak ada penghasut kerusuhan.

Beda dengan di dunia ini. Kita tanpa sengaja menyentuh bodi mobil mewah orang lain saja, bisa menimbulkan serangan besar bagi kita. Pemilik mobil itu jangan-jangan akan mengutuki kita dan menggerakkan massa untuk menghabisi kita. Tuhankah yang menghasut orang itu untuk mengamuk? Tentu saja tidak, tetapi si jahat yang bebas keluar masuk ke dalam hatinya. Dunia ini keras, dan kita hidup di dalamnya sebagai kaum yang paling dibenci iblis.

Lalu mengapa dikatakan itu rencana Tuhan? Perkataan itu harus dijelaskan dengan hati-hati. Sebenarnya yang menjadi rencana Tuhan adalah supaya kita semakin hari semakin kuat, tidak lebih dari itu. Jadi ada kalanya Ia membiarkan kita seorang diri mengatasi masalah itu.

Bayangkanlah seorang ayah sedang mengawasi anak balitanya yang sedang bermain dengan balita lainnya. Tiba-tiba terjadi masalah. Si teman merenggut mainan si anak. Si anak berusaha merebut lagi, sehingga terjadi sedikit kemelut. Pertanyaannya, apakah si ayah akan selalu campur tangan secepat kilat, merenggut mainan itu dan mengembalikannya pada si anak? Biasanya tidak. Si ayah akan melihat-lihat dulu apakah anaknya punya kemampuan mengambil haknya kembali. Ia ingin anaknya belajar bertumbuh dalam mengatasi masalah sendiri, dan akan segera bertindak bila anaknya mulai terlihat dalam bahaya. Seperti itulah rencana Allah bagi kita, jadi bukan Ia yang merancang persoalan-peroslana yang kita hadapi itu. Ia telah memberikan kita Roh-Nya dan oleh iman di dalam nama Yesus, kita pasti memiliki kekuatan untuk menghadapi segala masalah. Tetapi jika pun keadaan begitu membahayakan, tangan Tuhan akan turun atas kita. Ingatlah peristiwa ketika Yesus berjalan di atas air. Saat itu, Petrus yang begitu gembira, menyahuti panggilan Tuhan untuk datang. Ia turun dari perahu dan  oleh imannya yang teguh akan Yesus di depannya, Petrus dapat berjalan di atas air itu. Tetapi ketika ia takut pada badai yang sedang datang sehingga imannya menjadi goyah, Petrus akhirnya tenggelam. Itulah saatnya Petrus membutuhkan pertolongan tangan Tuhan. Dan lihat, Yesus langsung menolongnya. 

Jadi apa yang perlu kita kuatirkan? Tapi sekalipun keadaan begitu mengkuatirkan, berserulah pada pertolongan Tuhan. Jadi saudara juga harus tahu bahwa perlindungan Bapa padamu itu sempurna. Engkau itu anak Allah yang maha tinggi. Tidak ada yang akan membahayakan engkau. Satu pun tidak!

Hei, anak preman saja lagi lewat, jangan coba-coba ganggu, supaya bapaknya tidak datang meletakkan golok di lehermu.

Apalagi engkau? Engkau ini anak Raja segala raja! Gertak sambal seorang preman pasar mungkin mampu membuat lutut dua tiga orang gemetar. Geraman Bapamu dapat membuat seisi bumi ini gemetar! Saya telah mengatakan ini kepada beberapa orang, tapi saya mau katakan juga pada anda: Barang siapa berani macam-macam pada engkau, dia cari mati sendiri!

Mazmur 108:14b"Sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawn kita."

Siapakah lawanmu? Dia adalah setan, gendruwo-gendruwo, kuntilanak-kuntilanak, jin-jin dari kotoran sampah yang selama ini menteror mentalmu.

Siapa lagi? Goliath, yaitu setiap orang yang karena merasa dirinya lebih besar darimu, suka menggertak, mengancam dan bermaksud jahat. Setiap orang yang inginmenelanmu dan menghabisimu, itu adalah Goliath.

Tapi jangan takut! Sedikit pun jangan!Setiap orang dan setan yang berani macam-macam padamu akan rebah, akan muntah darah, akan terpelanting sendiri, sebab Bapamu lah yang akan menginjak-injak mereka. Jangan kira Bapa kita tidak keras. Ia sangat mengasihi anak-anakNya. Ia sangat mengasihimu, tetapi api murkaNya sangat menggelagak pada setiap orang yang hendak mencelakakanmu! Ia adalah Singa Raksasa yang melindungimu dari orang-orang yang berniat jahat. Ia adalah Rajawali Perkasa yang menudungimu dari serangan-serangan. Ia adalah Perisai Ajaib, Kota Bentengmu, Gunung Batumu. Jika engkau tidak lari dariNya, engkau aman seaman-amannya!

Jangan takut, sedikit pun jangan! Itulah yang harus engkau kerjakan.

Minggu-minggu ini saya banyak berurusan dengan roh-roh jahat. Saya terlibat dalam menghajar mereka, mengusir mereka dari beberapa orang yang selama ini menjadi hunian mereka. Terakhir, dari seseorang yang sangat saya kasihi, yang dahulu, ketika di masa gelapnya, pernah sakit parah dan disembuhkan oleh dukun besar, dan rupanya ke dalam dirinya dimasukkan begitu banyak roh jahat, termasuk roh harimau jadi-jadian (semuanya ini adalah roh jahat). Dan sering saya merasakan hawa serangan balasan. Tapi saya tidak takut. Saya tahu dan sadar, Bapa akan menginjak-injak mereka bila berani mengganggu saya. Dua kali tempat tidur saya bergetar sendiri saat kami tidur. Beberapa malam yang lalu, istri saya terbangun karena tempat tidur kami bergetar-getar dan suasana horor yang sangat kuat, tapi katanya saya tidur pulas sekali. Saya tahu setan-setan itu mencoba menyerang kami, tapi Allah melindungi kami sehingga tidak sejengkalpun kulit saya boleh disentuh. Tentulah ada peperangan antara malaikat-malaikat dengan roh-roh jahat itu, sehingga getaran itu terjadi.

Oh, anda sungguh anak Raja segala raja! Siapa berani macam-macam pada anda, berarti cari mati sendiri!

Perlindungan Allah pada anda itu sempurna. Yang perlu anda lakukan ialah percaya pada firmanNya, dan jangan kawatir atau takut atau ragu sedikitpun. Ingatlah, keraguan dan ketakutan Petruslah yang membuatnya tenggelam. Ketika kita mulai kawatir dan takut, itu berarti kita meragukan Allah, dan itu membuatNya susah hati.

Rabu, 05 Desember 2012

PANGGIL DIA AYAHMU



PANGGIL DIA AYAHMU
Bao Panigoran
Pertama kali diterbitkan di facebook tanggal 1 September 2010

Saudara-saudaraku dalam Yesus..

Saya pernah berkata pada seseorang agar mulai memberanikan diri memanggil ALLAH kita dengan "Ayah", dan orang itu terkejut, seperti tidak terima. Anehnya, ia tetap saja berdoa dengan mengatakan "Bapa" kepada Tuhan.

Saudaraku... dalam bahasa Inggris, Ia dipanggil "Father". Jika anda membuka kamus, kata itu artinya "Ayah". Jadi seluruh orang kristen se-dunia memanggil Tuhan dengan sebutan mesra "Ayah", tapi kita tidak berani, tanpa alasan yang jelas.

Kata "Father" itu lantas diterjemahkan menjadi "Bapa" mulai ratusan tahun silam, sejak pertama kali Alkitab diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kebetulan memang pada generasi itu, mayoritas penduduk memanggil ayah mereka masing-masing dengan panggilan "bapa". Waktu itu, panggilan itu sama akrabnya dengan panggilan "papa" atau "ayah" di zaman sekarang.

Tapi seiring dengan perubahan gaya bahasa masyarakat kita, istilah "bapa" itu lambat laun menjadi kurang akrab di telinga sebagian besar masyarakat. Sekarang, istilah "bapa" hanya kita dengar saat kita di gereja. Saat kita di rumah, di lingkungan bertetangga dan lingkungan lainnya, kita tidak pernah mendengar istilah itu diucapkan orang. Istilah itu terdengar asing, bernada puisi atau sastra lama yang kurang akrab.

Orang-orang sekarang bertanya:"Papamu/bapakmu/ayahmu kerja apa?" Maka kita langsung tahu bahwa yang dimaksud adalah orang tua laki-laki kita yang selama ini kita kagumi dan sangat membela kita, yang tinggal serumah dengan kita. Jarang orang bertanya: "bapa-mu kerja apa?". Pertanyaan itu mungkin akan menimbulkan kebingungan bagi si anak (siapa lagi bapa saya itu ya?).

Sebab zaman sekarang, lebih akrab kita memanggil ayah kita dengan Ayah, Papa, Papi, Bapak. Istilah-istilah itu lebih memberi kesan bahwa kita sedang memanggil orang tua kandung kita, yang akrab dengan kita. Ada kesan yang sangat dekat, saling mengenal satu sama lain, saling setia, saling pengertian, saling membela dan perasaan saling memiliki.

Dan rasa itulah yang sebenarnya hendak dibangun Tuhan kita Yesus ketika Ia meminta kita memanggil ALLAH yang maha tinggi dengan sebutan "Father" (Ayah), supaya tumbuh rasa mencintai, rasa memiliki, keinginan menjaga kepercayaan dan kerinduan yang mendalam pada Allah. Karena memang oleh kelahiran baru kita di dalam Roh-Nya, kita telah menjadi anak kandung Allah, dalam pengertian rohani. Dia Ayah kita, dan kita ini anakNya.

Saya sendiri akhir-akhir ini, terbiasa memanggil Dia dengan "Ayah" dalam doa pribadi saya. Sering saya berkata: "Ayah, Engkau melihatku saat ini... wajahMu Engkau arahkan pada anakMu ini". Hasilnya, saya merasakan keakraban yang luar biasa. Ada kecintaan yang semakin membesar kepadaNya. Dan ada komitmen yang lebih besar kepadaNya, sehingga saya mampu berkata di dalam diriku: "aku mau terus belajar membuatMu bangga, Ayah! Aku mau belajar mengabdikan hidupku untuk kebesaran namaMu".

Sejujurnya, sejak itu pula saya dimampukanNya menulis artikel-artikel yang selama ini telah anda terima itu. Dia seperti berkata dengan nada sedih di dalam roh saya: "Kebanyakan anak-anakKu di Indonesia kurang akrab denganKu". Dan itu pula tema-tema tulisan saya selama ini, jika saudara membacanya.

Panggillah Dia "Ayah", sebab itulah yang dikehendakiNya. Jika saudara lebih akrab lagi dengan kata "papa", panggillah Dia "Papa". Dia ingin engkau menjalin keakraban dan kemesraan denganNya. Jangan sangsi dan jangan takut. Jika saudara benar yakin bahwa saudara telah hidup di dalam Yesus, telah menerima Yesus dan percaya bahwa Yesuslah satu-satunya Jalan Keselamatan, maka engkau ini benar-benar anakNya.

Takut akan Allah tidak dimaksudkan engkau takut berdoa dan takut memanggilNya Ayah. Takut akan Tuhan artinya engkau setia kepadaNya, dan takut berbuat dosa.

Mungkin ketika kita memimpin doa syafaat dalam ibadah bersama, masih ada rasa sungkan untuk memanggilNya Ayah. Tapi dalam doa pribadi, beranikanlah sesekali mengganti kata "Bapa" dengan "Ayah", maka saudara akan menikmati suasana keakraban yang baru.

Immanuel! Tuhan Yesus menyertai kita

Kuasa Mukjizat di Tangan Anda


Kuasa Mukjizat di Tangan Anda

Bao Panigoran
Pertama kali diterbitkan di facebook tanggal 1 September 2010
1 Korintus 4 : 20 
Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa

Saudaraku dalam Kristus... Beberapa waktu lalu saya telah berjanji akan berbicara juga mengenai kuasa. Dan saat ini kita akan membicarakannya.

Jika anda membaca Alkitab, anda pasti juga akan bertemu dengan ayat-ayat dimana Tuhan Yesus menyebutkan bahwa orang-orang percaya telah diberi otoritas kuasa untuk mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, dan melakukan mukzizat-mukzizat lainnya. Perkataan Tuhan itu ada di Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes, Kisah Para Rasul, dan surat-surat para rasul. Jadi sebenarnya, kita harus akrab dengan kuasa Allah. Ya, seorang anak raja harus akrab dengan kuasa raja. Dan kita, sebagai anak Allah, harus akrab dengan kuasa Allah. Jika tidak, kita harus segera introspeksi diri, apakah kita sudah benar-benar percaya kita ini anak Allah Yang Hidup apa cuman ngaku-ngaku doang...

Ada beberapa persepsi yang beredar mengenai hal itu. Dahulu banyak pendeta mengajarkan bahwa kuasa mukziat itu tidak ada lagi di zaman sekarang, tetapi terhenti hanya di zaman para rasul. Sekarang semakin sedikit pendeta yang berani berdalih demikian lagi, sebab semakin jelas bahwa ternyata kuasa Allah itu sampai sekarang masih ada bahkan semakin gencar. Justru orang yang berkata begitu sesungguhnya sedang menambahkan ayat baru pada Alkitab menurut pikirannya sendiri, sebab tak satupun ayat dalam Alkitab berkata kuasa mukzizat akan berhenti pada generasi tertentu. Dan tentu saja, mereka yang berkata begitu hanya untuk menutupi kelemahan imannya saja. Ia tidak mampu mempraktekkan kuasa itu karena ia kurang beriman, tapi ia malu mengakuinya karena ia punya jabatan penting di gereja, mungkin...

Ada lagi persepsi yang menganggap kuasa mukzizat hanya ada pada pendeta, hamba-hamba Tuhan yang diurapi sekaliber Morris Cerullo misalnya. Ia sendiri tidak diurapi untuk itu, jadi wajar jika ia tidak memilikinya. Biasanya tipe yang begini akan mudah mengultuskan pendeta atau seorang hamba Tuhan. Persepsi yang seperti ini juga sedang merevisi Alkitab dengan pikirannya sendiri. Alkitab berkata: “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang percaya...”. Mengapa kita revisi ayat tersebut menjadi: “Tanda-tanda ini akan menyertai pendeta-pendeta top.....”?

Saudaraku yang kukasihi. Dengarlah dan bangkitlah. Jika engkau benar-benar hidup dalam Kristus, engkau adalah orang yang telah diurapi. Semua kita telah diurapi. Kita diurapi karena kita anak Allah. Setiap pangeran dan putri raja telah diurapi sebagai anak-anak raja. Anak-anak preman pasar tidak akan diurapi sebagai anak raja, karena dia memang bukan anak raja. Engkau anak Raja segala raja, maka engkau telah diurapi dengan kuat kuasa Bapamu yang perkasa. Orang-orang yang bukan anak Allah tidak akan diurapi. Orang-orang muslim, hindu, buddha, konghucu dan penganut agama-agama palsu lainnya tidak akan mendapat pengurapan dari surga, sebab allah mereka adalah angin kosong. Tetapi barangsiapa hidup di dalam Yesus Kristus, dialah anak Allah, yang dilahirkan kembali dari Roh Allah sendiri. Andalah itu!

Bagaimana caranya sehingga pada anda ada kuasa Allah dalam nama Yesus? Karena pada anda telah terdapat Roh Kudus. Setiap orang yang menaklukkan diri pada Yesus, padanya diturunkan Roh Kudus. Orang yang tidak hidup di dalam Yesus, tidak ada Roh Kudus. Sebab Roh Kudus adalah meterai sebagai pertanda bahwa engkau ini anak Allah, milik Allah, miliki Yesus.

Dimanakah Roh Kudus berdiam? Di dekat roh kita. Roh Yesus berdiam dekat dengan roh kita, dalam keadaan bergandengan tangan. Dimanakah roh kita berdiam? Di dalam kepribadian kita. Kepribadian kita adalah sebuah bejana yang terdiri dari pikiran dan perasaan. Itulah sebabnya anda tidak perlu takut, sebab setiap kuk dalam hidup kita, kita pikul berdua-duaan dengan Yesus.

Roh Kudus itu ibarat api, Ia terus memancarkan segala kandunganNya. Maka roh manusia kita dapat menyerap pancaran-pancaran itu, semampu yang dapat kita serap. DariNya kita boleh menyerap segala karakter Yesus, yang telah kita bahas di artikel terdahulu, supaya kita boleh menjalani hidup di dunia yang keras ini dengan berkemenangan. DariNya kita juga boleh menyerap panasnya kuasa Allah, sehingga kuasa Allah yang terserap itu sekarang telah terkandung dalam roh kita sendiri. Dan kita telah diijinkan (diberi otoritas) untuk memancarkan kuasa itu keluar.

Bagaimana kita dapat menyerap kuasa Allah yang terkandung di dalam Roh Kudus? Dengan berdoa dan berdoa dan berdoa dan berdoa! Semakin mesra hubungan pribadimu dengan Dia, semakin engkau menyerap banyak. Jadi mari saudaraku, perbanyaklah berdoa. Hiduplah dengan berdoa. Meloncatlah dari doa-doa standar (Doa standar: doa bangun pagi, doa makan, doa tidur). Sebaliknya, berdoalah setiap saat engkau punya waktu senggang. Ada waktu lima menit di kantor, pakailah untuk berdoa. Ada waktu satu jam di sore hari yang luang, pakai juga untuk berdoa.

Bagaimana cara mempraktekkan kuasa mukzizat kesembuhan? Di bawah ini saya coba berikan langkah-langkahnya:

1. Iman kepada Yesus. Yaitu iman yang menyelamatkan. Orang yang masih bimbang jangan-jangan masih bisa seseorang masuk surga tanpa Yesus, berarti imannya masih sangat kerdil. Ini bukan modal iman yang cukup!

2. Percaya bahwa pada kita ada Roh Kudus, dan kita diberi otoritas untuk memancarkan kuasa itu (iman yang memindahkan gunung)

3. Percaya dengan teguh, tanpa bimbang sedikitpun, bahwa kuasa Roh yang ada pada kita lebih besar dari penyakit apapun itu. Jadi jangan ragu!

4. Miliki kemauan orang itu sembuh. Ini sangat penting. Banyak murid gagal di titik ini. Mereka menengking penyakitnya, tetapi di dasar hatinya ia tidak terlalu berharap ada kesembuhan karena ia tidak percaya diri. Ia sudah mempersiapkan jawaban jika nanti tak ada kesembuhan, ia akan berkata: “O, berarti belum kehendak Tuhan!” Ini tidak alkitabiah. Yesus selalu menghendaki orang itu sembuh, jangan ragukan hal itu. Bacalah hati-hati Alkitab: ketika kepada Yesus orang datang minta kesembuhan, Ia selalu berkata: “Baiklah, Aku mau!” dan tidak berkata: “Minggu depan saja ya!”

Jadi anda pun harus MAU dan INGIN. Dia harus sembuh, sekarang!!

5. Tompangkan atau letakkan tangan anda di bagian tubuh yang sakit. Untuk bagian tubuh yang tak sopan bila anda sentuh, minta si pasien meletakkan tangannya disitu dan anda meletakkan tangan pada lengannya. Sebenarnya kita boleh juga tidak menumpangkan tangan, bila melakukan pelayanan secara massal, ataupun melayani dari jarak jauh melalui telepon.

6. Beri perintah pada penyakit itu. Perintah yang tegas. Bukannya berdoa pada Bapa. Jangan pula mencampur antara doa dan perintah. Ada murid yang melayani orang sakit dengan berkata begini: “Bapa dalam Yesus, sembuhlah penyakit ini, Bapa. Sembuh! Terimakasih Tuhanku!” Itu metode yang tidak alkitabiah. Sampai kapanpun tidak akan ada kesembuhan. Yang alkitabiah ialah kita memberi perintah: “Dalam nama Yesus, kau penyakit kanker, kuperintahkan lenyap sekarang juga, sembuh!”.

Perintah adalah bukti bahwa penyakit itu ada dibawah otoritasmu. Seorang pimpinan di kantor tidak pernah menyuruh bawahannya dengan berkata: “Bolehkah saya minta tolong, mohon sudi kiranya dikau mengetik surat ini. Tolonglah...” Atau ia akan pergi ke ruangan direktur utama dan memohon: “Pak Direktur, mohon kiranya bapak sudi menyuruh anak buah saya mengetik surat ini. Tolonglah pak, terimakasih..” Jika ada pimpinan kantor seperti itu, dia nampaknya bermasalah dengan mental. Tetapi dengan tegas ia akan memberi perintah: “Hei, Polan. Ketik dulu surat ini, cepatlah!” Dan kalau si Polan itu tampaknya enggan, maka dia harus memberi perintah yang lebih tegas lagi. Demikianlah engkau harus memperlakukan penyakit itu. Tindakan berdoa kepada Bapa akan terlihat bodoh dari surga, sebab Bapa sudah memberi kepada kita otoritas atas penyakit dan setan. Kedudukan kita jauh di atas sampah-sampah itu. Jadi belajarlah memberi perintah mengusir kepada penyakit dan setan sejak sekarang, dengan perintah yang tegas, tidak plin plan, tidak bisa diajak nego!
Beberapa hal yang perlu anda ketahui:

1. Allah tidak pernah menghendaki orang itu tidak sembuh. Jadi jika ada yang mengatakan dia tidak sembuh karena kehendak Tuhan, kata-katanya itu tidak benar, tidak alkitabiah, tidak berasal dari Roh Kudus, melainkan dari kebodohan dan kesesatannya sendiri. Yesus selalu menunjuk lemahnya iman kita sebagai biang keladi dari kegagalan itu. Coba baca lagi Alkitab jika anda tidak percaya. Jadi kita harus terus berupaya memompa iman kita.

2. Ada kalanya kita harus melayani berkali-kali baru terjadi kesembuhan total, biasanya untuk penyakit-penyakit berat seperti stroke berat, buta, dll. Tergantung dari besar kecilnya iman kita, sebab ada juga orang yang berhasil menyermbuhkannya hanya dengan sekali perintah saja. Tapi paling tidak, janganlah berhenti sebelum dia merasakan sesuatu.

3. Biasanya si pasien akan merasakan sesuatu di dalam tubuhnya yang sakit itu, misalnya hawa panas atau hangat, hawa sejuk, serasa ada yang bergerak-gerak, atau yang lain. Jika ada reaksi, bersemangatlah, sebab itu pertanda kuasa itu sedang bekerja. Jika waktu anda sudah habis, ulangilah di hari lainnya.

4. Jika mukzizat kesembuhan itu terjadi, pujilah Bapa, jangan memuji diri sendiri meski di dalam hati. Sebab kuasa itu adalah kuasa Allah, dan anda hanya diberi kewenangan (otoritas) memakainya bagi kemuliaanNya sendiri.

Hal yang sama pula anda lakukan ketika melayani orang-orang yang kesurupan setan atau setiap orang yang ingin dilepaskan dari belenggu si jahat. Jangan takut pada reaksi setan. Dia adalah tikus kotor yang telah dikutuk Bapamu dan anda pangeran dari surga. Setan takut pada kita, jadi jangan takut pada setan.

Lawan terberat dalam pelayanan kesembuhan dan pelepasan sebenarnya bukanlah penyakit atau setan itu sendiri, tetapi ketakutan dan keragu-raguan kita, terlebih bila anda adalah pemula dalam pelayanan ini. Tapi kita bisa mengatasi itu dengan memompa kepercayaan diri. Suasana yang kita hadapi setipe dengan yang dihadapi peserta Indonesian Idol pada penampilan pertama mereka di atas panggung. Masih ada kegugupan disana.

Itulah sebabnya anda dan saya harus memulai, dan semakin banyak berlatih dan praktek pengalaman. Mulailah dengan anak-istrimu, suamimu, keluarga dekatmu, keluarga besarmu, tetanggamu, teman-temanmu, sampai suatu hari kita akan terbiasa dengan mukzizat-mukzizat kesembuhan itu. Kita akan menyadari bahwa kuasa menyembuhkan penyakit apapun dan mengusir setan itu masalah biasa dan mudah bagi anak-anak Allah. Masanya sudah tiba bahwa Roh Allah tercurah bagi kita, yaitu orang-orang biasa, pegawai-pegwai kantoran, pemuda-pemuda, ibu-ibu rumah tangga, orang-orang yang tidak pandai berkotbah. Wah, anda akan lebih susah berkotbah daripada memancarkan kuasa Allah. Saya tidak pandai berkotbah. Jika saya berkotbah di komsel kami, istri saya selalu mengantuk dan ketika kami pulang, dia akan membeberkan kekurangan-kekurangan kotbah saya.. Tapi setan jangan coba-coba ganggu, penyakit jangan coba-coba muncul!

Tentu saja saya berani berkata-kata disini karena saya sendiri sudah mengalaminya. Saya berani mengatakan bahwa saya saksi mata dari tulisan ini. Meski demikian, saya mengakui bahwa saya masih perlu menambah pengalaman, sebab jam terbang saya belum begitu banyak, berhubung saya hanya seorang jemaat biasa yang sehari-hari bekerja di kantor sejak pagi hingga menjelang senja. Hanya sesekali saja saya punya waktu untuk terlibat dalam pelayanan kesembuhan dan pelepasan. Tetapi setiap kali kami lakukan, setiap kali mukzizat itu terjadi. Bagi kemuliaan Allah kita!

Dan kita, jemaat-jemaat awam, akan membuktikan kepada dunia, bahwa Kerajaan Yesus kita bukanlah Kerajaan kata-kata, kerajaan kotbah-kotbah saja, kerajaan debat-debat teologis saja, kerajaan kata-kata mutiara saja, tetapi kerajaan kuasa ilahi, karena Allah kita nyata dan hidup. Ia bukan konsep yang dirancang-rancang daya khayal manusia, tetapi Ia hidup. Yesus hidup! Bahkan Ia membaca tulisan ini, sebab tidak ada yang tersembunyi di hadapanNya!

Yesusku, kuatkanlah kami anak-anakMu dengan iman yang dapat memindahkan gunung itu, agar dunia melihat bahwa namaMu berkuasa! Ketika Engkau membaca tulisan ini dari surga, teguhkanlah dan urapilah. Ampuni anakMu ini jika ada bahasa yang kurang pas, sebab pengetahuanku terbatas, tetapi Engkau ada di dalam mereka masing-masing dan akan menguatkan mereka dari dalam diri mereka sendiri! Terpujilah Engkau, Raja kami. Amen.