Saudaraku kekasih dalam Tuhan Yesus..
Kali ini, saya khusus berbicara tentang pengajar-pengajar yang kebablasan dan terjebak ke dalam legalisme.
Ada sebuah artikel yang bagus, baru saja selesai saya baca, yang
berbicara tentang menjadi pelaku firman.
Ini adalah salah satu tema
terpenting dalam setiap renungan kita, termasuk saya sendiri. Bolehlah
tulisan saya ini disebut respon terhadap artikel itu. Dia seorang hamba
Tuhan, dan saya percaya dia telah bekerja banyak untuk Kerajaan Bapa
kita. Jadi saya harus memberitahu anda lebih dulu, bahwa saya menulis
ini di bawah rasa hormat atas dia sebagai hamba Allah. Intisari
artikelnya benar, yakni mengajak pembaca untuk taat senantiasa pada
firman Yesus. Tetapi ada satu kalimat yang harus dikoreksi, yang dapat
menjadi pintu bagi masuknya roh penyangkalan kasih karunia di dalam
artikel itu. Ia berkata begini:
“Dapatkah Anda mengatakan bahwa
karena Anda telah membuat keputusan untuk mengikut Kristus di dalam
sebuah KKR, maka itu berarti bahwa Anda sudah lahir baru? Apakah itu
pernyataan yang alkitabiah?”
Saya terkejut membaca bagian ini.