Selasa, 17 September 2013

MEMAHAMI KASIH KARUNIA ALLAH (Edisi 2013)





PENDAHULUAN

Efesus 2 : 8-9
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,  itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Saudaraku dalam kasih Yesus Kristus...

Keselamatan adalah puncak dari segala pencarian manusia yang telah mengerti bahwa ada kehidupan setelah kematian tubuh, yaitu kehidupan kekal, yang tidak akan berkesudahan. Orang-orang yang selamat, akan berada di sorga, sedangkan mereka yang tidak selamat akan terjerumus selama-lamanya di dalam neraka.

Akan tetapi kebanyakan orang tidak tahu akan kemana ia setelah mati. Suatu hari, saya bertanya kepada

Selasa, 10 September 2013

KITA BERDIRI DI AMBANG PERANG DUNIA III DAN KERUNTUHAN GLOBAL


Senat Amerika Serikat menyetujui rencana Presiden Obama menyerbu Suriah. Serangan itu didukung penuh bahkan didesakkan oleh Liga Arab. Di lain tempat, Iran -didukung Rusia- mengancam akan balik menyerang Israel jika Amerika berani menyerang Suriah.

Dapatkah anda bayangkan apa yang akan terjadi jika Israel diserang? Tahukah anda seberapa besar kekuatan militer Israel? Tahukah anda akan ketidakpedulian politik mereka atas nasib bangsa-bangsa? Maaf jika saya berkata: Jangan ganggu Israel, lebih-lebih dengan senjata modern berdampak dasyat, yang akan membuat mereka gelap mata. Mereka tidak terlalu peduli dengan anda semua, sementara di gudang mereka terdapat bertimbun-timbun bom nuklir dan senjata pemusnah massal lainnya. Secara militer, Israel salah satu yang terkuat di dunia. Ini bukan sanjungan buat mereka. Saya membenci perang, kekerasan, bom nuklir! Ini senjata mengerikan!

Tetapi sebelumnya, supaya anda sedikit paham latar belakangnya, saya akan berikan sedikit penjelasan.

Kronologinya tentu anda sudah tahu. Sudah dua tahun terakhir ini, sebagai buntut eforia dari apa yang dinamai Arab Spring, yaitu bergolaknya demonstrasi rakyat di negara-negara Arab untuk menggulingkan pemerintah mereka masing-masing, rakyat Suriah turut juga bergolak untuk meruntuhkan rezim pemerintah yang dikuasai diktator Bashar Al Assad. Sayangnya, jika demonstrasi rakyat di Tunisia, Libya dan Mesir berhasil menggulingkan penguasa masing-masing, di Suriah tidak demikian. Presiden Assad tetap bertahan, dengan didukung penuh oleh militer dan sebagian rakyat ibukota. Assad memilih membasmi rakyat demonstran daripada memenuhi desakan mereka untuk lengser. Akibatnya kita lihat bersama-sama, tiap hari ada kematian di Suriah akibat perang saudara. Negara ini benar-benar seperti neraka. Selama ini bangsa-bangsa termasuk PBB hanya menyatakan prihatin, menyerukan perdamaian, tanpa melakukan apa-apa. Tetapi Assad memang terlihat sudah sangat kalap. Terakhir, pertengahan Agustus lalu, tiba-tiba terjadi kematian massal di Suriah akibat serangan pihak pemerintah. Diberitakan seribuan orang. Sebagian besar yang tewas adalah anak-anak yang tidak bersalah. Media-media dan seluruh jaringan berita menyatakan Presiden Assad telah memakai bom kimia!
Setelah itu, dunia kehabisan kesabaran. Hampir berbarengan dengan suara dari pemerintah Arab Saudi yang menyerukan penyerbuan ke Suriah, Presiden Obama dari Amerika mengumumkan kemarahannya dan memutuskan akan menggunakan kekuatan bersenjata untuk menggulingkan Presiden Assad. Satu minggu terakhir ini, AS terus menerus mengirim kapal-kapal perangnya ke Timur Tengah. Perancis menyatakan turut ambil bagian dalam penyerbuan itu. Turki juga. Arab Saudi dan Liga Arab bahkan terus menerus menyerukan serbuan itu dilakukan secepatnya. Mereka bahkan menyatakan siap memodali serbuan itu. Israel juga sudah bersiap-siap berperang. Segenap persenjataan mereka telah disiagakan.

Tetapi jelas ada negara yang membela Suriah dan Presiden Assad. Dia adalah Iran, dan tentu saja negara raksasa di belakangnya: Rusia.

ADA APA DENGAN LIGA ARAB?

Yang paling membuat bingung dan heran bukan kepalang publik awam di Indonesia ini adalah mengapa Turki, Arab Saudi dan Liga Arab justru mendukung penyerbuan ke Suriah? Bukankah Suriah itu Arab? Bukankah Suriah itu Islam? Alhasil, mereka memaki-maki Liga Arab, dan mengutuki AS dan Israel. Seperti biasanya, ini hanya bentuk dari kenaifan publik awam disini yang tidak mengerti apa-apa keadaan geopolitik di Timur Tengah.

Anda harusnya mengerti seperti apa sebenarnya politik Timur Tengah itu, supaya anda mengerti mengapa Liga Arab menginginkan Suriah diserbu.

Anda harusnya tahu, secara garis besar Islam itu terbagi dua, yaitu Islam Sunni dan Syiah. Keduanya tidak mungkin dapat bersatu, dan akan selalu saling mencurigai dan saling menyalahkan, seperti yang terjadi di Sampang Madura.

Syiah itu punya dendam agamawi pada Sunni, mereka mewarisi sakit hatinya keluarga Ali bin Abi Thalib dan imam-imam Syiah turun temurun. Sunni punya kecurigaan mendasar pada kebenaran iman Syiah. Secara perasaan umum (awam), Syiah itu dianggap sesat. Jadi Syiah itu dianggap golongan sesat yang terbesar dan sangat berbahaya. Jika ada komunitas Syiah di kampung saudara, jika kampung saudara itu kelompok Islam yang keras, mereka akan mengalami keresahan umum dan rentan terjadi kerusuhan. Syiah dimana-mana selalu menimbulkan keresahan umum di kalangan Sunni, lebih-lebih Sunni yang keras seperti di Arab. Anda hanya bisa tidak terlalu terganggu jika anda seorang muslim yang moderat, demokratis, berpendidikan dan ramah. Tetapi yakinlah, orang-orang garis keras di sekitar anda pasti akan terus mengipaskan kegerahan akan kehadiran kaum Syiah itu. Dan anda tahu, di Arab sangat sedikit orang yang moderat atau demokratis seperti kita di Indonesia ini.

Jadi jika dasar imannya saja sudah saling menuduh, sulit mengharapkan keduanya damai.

Nah, Iran –sejak dikuasai revolusi kaum mullah pimpinan Ayatollah Khomeini- adalah sentra kepentingan politik Syiah. Susahnya lagi bagi negara-negara Arab Sunni, Iran saat ini makin perkasa dengan kemungkinan kepemilikan bom nuklirnya. Iran sekarang telah muncul menjadi ancaman paling serius bagi bangsa-bangsa Arab Sunni. Jadi jangan heran bila Iran diserang, Liga Arab pasti sangat mendukung.

Kemudian, satu-satunya negara Arab yg dikuasai Syiah adalah Suriah yang sekarang. Jadi Suriah adalah adik kandung Iran secara politik. Suriah ada dalam bimbingan dan perlindungan Iran. Lalu ada Hizbullah di Libanon Selatan yang juga Syiah, yang juga ada di bawah naungan Iran. Sekarang Irak telah dikuasai Syiah juga, tetapi Irak belum lagi pulih dari kehancuran oleh konflik sektarian Sunni-Syiah yang tiap hari meledakkan bom.

Jadi jangan heran, bangsa-bangsa Arab Sunni yang tergabung di Liga Arab sangat mendukung kebinasaan rezim-rezim Syiah, sama seperti muslim di Madura yang sangat ingin golongan Syiah lenyap dari pulau mereka.

Nah, Indonesia ini muslimnya muslim Sunni, yang pasti akan menolak Syiah dan cita-cita politik mereka untuk menguasai Dunia Islam. Dunia Islam tidak boleh dikuasai Syiah. Dunia Islam harus tetap didominasi Sunni. Begitu garis besar politik Liga Arab terhadap isu tersebut. Jadi aneh bila anda di Indonesia marah-marah pada Liga Arab. Mereka sedang membela rakyat Suriah yang terus menerus dibunuh (didominasi Sunni) karena sedang memberontak untuk menggulingkan rezim Presiden Assad (Syiah). Itulah sebabnya Liga Arab berkata bersedia memodali perang melawan Suriah (Assad).

Inilah satu sisi besar dari geopolitik di Timur Tengah, sekiranya dapat membantu memberi anda pemahaman.

ADA APA DENGAN RUSIA?

Seperti yang diberitakan media-media, terang jelas bahwa Rusia menentang penyerbuan ke Suriah. Meski tidak terlalu bicara banyak, kenyataannya beberapa hari lalu Rusia telah mengirimkan kapal perangnya ke kawasan. Presiden Putin dari Rusia juga menyatakan keinginannya untuk berbicara empat mata dengan Obama mengenai Suriah. Jelas ada sesuatu disini.

Iran terang-terangan mengancam akan menyerbu Israel jika Amerika jadi menyerang Suriah. Presiden Suriah juga, dalam sebuah wawancara langka kemarin dengan media Perancis, menyatakan bahwa akan ada “Perang Regional” jika negaranya jadi diserbu. Pernyataan ini boleh jadi hanya sebuah gertak sambal, tapi lebih cenderung hal itu adalah sinyal akan sebuah bom waktu raksasa yang siap diledakkan. Selain Suriah terhubung kuat dengan Iran dan Rusia, Suriah juga bukan kekuatan militer yang kecil di Timur Tengah. Sejak lama, ada dugaan bahwa Suriah menyimpan bom nuklir, dari manapun itu berasal. Pemakaian bom kimia minggu lalu menguak sedikit kekuatan gudang militer Suriah.

Mengapa Rusia memihak Suriah dan Iran? Jawabannya tentu bukan karena Rusia negara Syiah seperti keduanya. Ini terkait dengan kepentingan Rusia di Timur Tengah. Anda tahu, selain memiliki “kekayaan” konflik militer, negara-negara Timur Tengah juga sumber utama minyak dunia. Arab Saudi, sebagai penghasil minyak terbesar, dan hampir seluruh negara Arab lainnya, mengelola minyaknya bersama perusahaan-perusahaan asing dari Amerika dan Eropa Barat, persis seperti di negara kita ini. Sebagai pesaing besar, jelas Rusia dijepit oleh persekutuan itu. Kebetulan Iran mengambil sikap politik yang bermusuhan dengan Washington, DC. Oleh sebab itu, negara penghasil minyak terbesar kedua dunia tersebut dapat dirangkul oleh Rusia. Ketika Iran dirangkul, jelas negara-negara dibawah lindungan Iran turut pula dalam persekutuan itu.

Sudah barang tentu persekutuan Rusia-Iran tidak hanya terhenti di urusan minyak. Kerjasama itu juga masuk ke bidang pertahanan militer. Dirahasiakan meski umum bisa membaca, Iran berhasil bertahan dari rupa-rupa tekanan dan ancaman diplomatik atas kontroversi pengembangan nuklirnya yang berlangsung bertahun-tahun itu,karena perlindungan Rusia. Kita tahu akhir tahun lalu Israel, yang merasa paling terancam dengan nuklir Iran, terus menerus menyatakan niat mereka untuk membom reaktor-reaktor nuklir Iran, tetapi semuanya berhasil dicegah oleh Obama. Itu jelas bukan karena Obama mencintai Iran. Orang bisa mengerti itu karena Obama tahu ada Rusia di belakang proyek-proyek nuklir Iran.

Dan anda haruslah tahu juga, Rusia bukanlah negara lemah seperti dugaan beberapa orang naif. Ini adalah negara terkuat di dunia secara militer, setara Amerika Serikat. Kita tidak tahu ada berapa belas ribu bom berhulu ledak nuklir yang Rusia miliki. Jika semua itu meledak, kekuatannya sanggup menghancurkan planet ini!
HITUNGAN MUNDUR MENUJU PERANG

Dua hari lalu, barangkali setelah mendengar reaksi Iran dan terutama Rusia, Presiden Obama sedikit gelagapan juga. Ia lalu berkata hanya akan melancarkan perang apabila Senat Amerika memberi persetujuan. Dan kemarin, Rabu (4 September 2013), setelah melalui perdebatan dua hari, akhirnya Senat AS memberi persetujuan pada Obama! (Baca kompas.com dengan judul “Setujui Aksi Militer ke Suriah, Panel Senat AS "Membelah" Suara Demokrat dan Republik”).

Kalau sudah begini, kita tidak tahu lagi apa yang akan terjadi. “Perang Regional” sesuai istilah Presiden Assad akan segera meletus dalam hitungan jam ke depan. Perang ini kemungkinan besar dapat berubah menjadi Perang Dunia III. Tolong jangan membayangkan Perang Dunia III sama dengan Perang Dunia II yang bersejatakan AK-47. Ini adalah perang rudal-rudal, bom-bom kimia, dan terutama bom nuklir!

Saya tidak dapat berkata apapun selain: bersiap-siaplah, bersiap-siaplah, untuk segala kemungkinan terburuk yang dapat terjadi!

Memangnya apa yang akan terjadi? Mungkin anda bertanya begitu. Memangnya rudal-rudal itu dapat sampai ke Jakarta kita ini?

Mungkin jawabannya tidak. Tetapi yang pasti, Indonesia akan bergolak. Api kebencian akan melanda negeri ini juga. Anda akan segera melihat demonstrasi anarkis dimana-mana. Anda mungkin akan menjadi salah seorang calon korban oleh kaum demonstran itu. Tetapi dengar, meskipun itu cukup menakutkan, itu hanya dampak lokal.

Dampak global dari “Perang Timur Tengah” adalah runtuhnya sistem keuangan dunia. Perang ini akan membuat kilang-kilang minyak akan tutup di seluruh Timur Tengah. Siapa manajer, siapa karyawan, yang masih akan berani bertahan di bawah desingan bom dan rudal seperti itu? Mereka semua akan lari mengungsi. Dan anda tahu akibatnya, harga minyak dunia akan membubung ke langit tinggi. Sekarang harga minyak berada di kisaran 100 dollar US per barel. Tetapi para analis berkata, jika minyak naik menembus 200 dollar per barel saja, maka mata uang dollar akan kolaps. Jika itu terjadi, semuanya akan runtuh. Mengertikah anda? Susunlah kartu berbaris-baris, jatuhkan satu saja, apa yang akan terjadi? Seluruh kartu itu akan rubuh. Inilah yang disebut EFEK DOMINO dalam ekonomi. Benar, ketika dollar runtuh, seluruh mata uang juga akan runtuh!


Runtuhnya keuangan global akan menimbulkan keruntuhan kedaulatan hampir semua negara, termasuk AS sendiri. Segala bangsa kehilangan stabilitas. Uang anda berapapun banyaknya tidak bisa lagi anda belanjakan. Negara-negara akan runtuh. Pemerintah-pemerintah runtuh. Bangsa-bangsa dunia kehilangan kepercayaan akan apapun. Sistem kemasyarakatan umat manusia yang anda jalani selama ini akan bubar. Orang-orang yang anda percayai ajarannya selama ini akan kehilangan kepercayaan pada apa yang ia ajarkan. Ini keadaan yang amat tidak terbayangkan.

Seluruh keadaaan yang membuat dunia terhuyung-huyung ini akan memulai suatu babak baru, suatu tatanan yang telah lama dipersiapkan: Tatanan Dunia Baru: NEW WORLD ORDER!

Siapa pemimpinnya? Anda sudah tahu semuanya. Alkitab menamainya ANTIKRISTUS. Ia akan berhasil mendamaikan dunia, dan berhasil memaksakan sistem yang diusulkannya. Pendeknya, Perang Dunia III adalah jalan yang telah dipersiapkan baginya, oleh jaringan-jaringan di belakang layar, yang anda sendiri sudah tahu nama jaringan global itu.

Tetapi tentu saya tidak berani memastikan “Penyerbuan Suriah” inikah yang kana memicu Perang Dunia III itu atau bukan. Segala kemungkinan dapat terjadi, termasuk kemungkinan terburuk. Kita lihat saja, sambil berawas-awas, berjaga-jaga, bersiap-siap. Saya tidak sedang mencoba menakut-nakuti anda. Saya sedang berkata: bukalah mata anda, sesuatu yang berpotensi kehancuran segala-galanya sedang terjadi di depan mata kita!

Lakukanlah sesuatu, entahkah seruan penolakan atas perang ini, entahkah belanja stok makanan menyongsong kemungkinan kenaikan harga besar-besaran, entahkah mempersiapkan kemungkinan untuk mengungsi dari kota anda yang berpotensi rusuh, entahkah mengabarkan saudara-saudara anda untuk juga berjaga-jaga, entahkah untuk bertobat dan mencari kepastian keselamatan! Saya pribadi mengajak anda untuk mulai membuka hati pada Yesus Kristus, sebab dari semuanya, hanya Dia yang beraNi memastikan keselamatan pada anda ketika anda percaya kepada-Nya.

Aroma perang itu sudah benar-benar tercium! Lakukanlah sesuatu! Lakukan sesuatu!

(Catatan: Artikel ini saya tulis pertama kali di facebook tanggal 5 September 2013. Perkembangan situasi di Suriah berlangsung sangat cepat, dalam hitungan jam bisa saja ada kabar terbaru, sehingga pembaca harus terus memantau beritanya. Waktu akan menjelaskan apakah artikel ini jadi kenyataan atau tidak. Yang pasti, saya -dan saya yakin kita semua- tidak menginginkan terjadinya perang ini. Kita berharap yang terjadi bukanlah kemungkinan terburuk, melainkan kemungkinan terbaik: perdamaian. Tetapi sambil kita berharap dan berdoa, kita juga harus tetap bersiap-siap. Sebab sekali lagi: kemungkinan terburuk tetap bisa terjadi. Di dalam Yesus, kita aman terlindung. Maka marilah kita senantiasa berlindung di dalam Dia. Amen.)
)


Jumat, 19 Juli 2013

Mengenal Ajaran Nikolaus

Salah satu dosa jemaat di Pergamus di hadapan Tuhan Yesus adalah karena terdapat orang-orang di antara jemaat tersebut yang menganut ajaran kaum Nikolaus.Wahyu 2 : 15 “Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.”

Sebaliknya, jemaat kota Efesus dipuji karena menentang ajaran Nikolaus.Wahyu 2 : 6 "Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.”

Dari kedua ayat itu terpampang jelas betapa Tuhan sangat membenci ajaran Nikolaus, dan ini menjadi catatan terpenting kita dalam tulisan ini.Tetapi mungkin sebagian besar dari kita belum tahu siapa Nikolaus dan apa ajarannya yang sangat dibenci Tuhan tersebut.

Siapa Nikolaus? Sebagian orang telah salah mengidentifikasi tokoh yang sesat ini. Mereka menyangka dia adalah Santo Nikolaus dari Myra (hidup pada abad 4 M), yaitu tokoh yang terkenal murah hati pada anak-anak, yang menjadi ilham bagi kemunculan dongengan Santa Klaus (Sinterklaas) yang terkenal itu. Dengan sangkaan itu, secara otomatis terjadi pembusukan pada nama Nikolaus dari Myra. Tetapi sangkaan itu keliru.

Nikolaus yang dimaksud kitab Wahyu dipercaya ialah Nikolaus yang menjadi satu dari tujuh diaken pertama di Yerusalem, pada jaman gereja mula-mula, yang diangkat oleh sidang para rasul, termasuk oleh Yohanes, penulis kitab Wahyu.

Kisah 6 : 5 Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.

Dari berita itu, jelaslah bahwa sejak awal kekristenan di Yerusalem, Nikolaus telah menjadi salah seorang yang paling menonjol di antara jemaat. Khusus tentang dia, Lukas (penulis kitab Kisah Para Rasul) menambahkan keterangan bahwa dia adalah seorang penganut agama Yahudi. Keterangan itu ialah petunjuk bahwa Nikolaus bukanlah dari golongan berdarah Yahudi. Artinya, dia seorang Yunani yang menganut agama Yahudi. Dan kemungkinan, dari ketujuh diaken, hanya dia yang berdarah non Yahudi.

Berita selanjutnya tentang Nikolaus tak disebutkan lagi, sebelum akhirnya muncul kembali di kitab Wahyu. Besar kemungkinan, Nikolaus terlibat dalam perintisan gereja di Antiokhia, kampung halamannya sendiri. Kita tahu arti pentingnya Antiokhia ini di jaman gereja mula-mula, sebab di kota inilah untuk pertama kali diperkenalkan istilah “kristen”, yang bertahan sampai sekarang. Sangat masuk akal jika menduga Nikolaus juga tentu hijrah kesana sebab ia berasal dari situ. Meski demikian, tidak ada catatan yang menyebut Nikolaus sebagai pemimpin utama di Antiokhia. Sejarah mencatat bahwa jemaat Antiokhia dibangun para rasul sendiri dalam hal ini Petrus, dan di tahun-tahun selanjutnya digembalakan Paulus dan kawan-kawan.

Mengingat Pergamus dan Efesus terdapat di ujung barat Asia Kecil, jauh dari Antiokhia di Siria, dapat kita yakini bahwa tentunya Nikolaus juga telah pergi berkeliling dunia untuk Injil dan mengajar, sama seperti rasul-rasul lainnya. Dan kita juga dapat memastikan Nikolaus tentu lebih memilih bangsa-bangsa kafir (Yunani) sebagai sasaran utama penginjilannya, sebab ia sendiri berdarah Yunani. Itu hal yang lumrah. Sebab jika ia memulai misi Injilnya di suatu kota dari tengah-tengah kelompok Yahudi di kota itu, dapat dipastikan ia akan ditolak, paling tidak sangat sulit. Hal berikutnya, ajaran Nikolaus berhubungan erat dengan budaya bangsa-bangsa kafir.

Sudah pasti Nikolaus seorang pengajar yang produktif dan berwibawa secara teologis, sehingga ia disebutkan memiliki banyak pengikut di banyak kota (meski kitab Wahyu hanya menyebut dua kota, tapi besar kemungkinan murid-murid Nikolaus juga tersebar di banyak kota lainnya).

Sejak kapan Nikolaus sesat? Alkitab tidak menyebutkan. Tetapi dapat kita pastikan, hal itu belum terjadi saat ia masih di Yerusalem. Jadi besar kemungkinan ia mulai sesat setelah terpisah dari komunitas para rasul Kristus dan bergerak sendiri mengabarkan Injil ke kalangan suku-suku Yunani kafir.

Apa yang diajarkan Nikolaus sehingga Tuhan Yesus sangat membenci ajarannya itu? Intisarinya, Nikolaus mengajarkan perdamaian doktrin-doktrin kristen dengan tradisi-tradisi kebudayaan kafir yang diinjilinya. Ia membawa orang-orang kafir itu ke dalam agama kristen, tetapi mengijinkan mereka tetap hidup menjalankan adat istiadat kebudayaan lama mereka.

Spirit Nikolaus ini dengan cepat merambat ke berbagai penjuru dunia, di barat dan timur, yang waktu itu masih dikuasai kebudayaan-kebudayaan kafir penyembah berhala. Orang-orang kafir ini menyembah tuhan-tuhan mereka yang tidak kelihatan dengan memvisualisasikannya ke dalam patung yang kelihatan. Salah satu yang paling dipuja rakyat dimana-mana kala itu adalah Dewi Ibu atau Dewi Langit, dengan gambaran dewi yang lembut, penyayang dan menjadi tempat curahan hati, sebagaimana gambaran seorang berhati bunda. Dewi Ibu ini memiliki nama dan latar cerita beraneka ragam, tergantung dari negerinya. Di Asia Kecil disebut Dewi Artemis. Di India disebut Dewi Laksmi dan nama lainnya. Di Tiongkok dia dinamai Dewi Kwam In. Di masing-masing negeri Dewi Bunda semacam ini ada dan sangat dipuja. Penginjil-penginjil Nikolaus memiliki cara untuk menjadikan mereka kristen tanpa kehilangan budaya kafirnya itu.

Visualisasi tuhan-tuhan melalui patung-patung sebagaimana dipraktekkan seluruh bangsa kafir sedunia, bagi ajaran Nikolaus tidak menjadi masalah, asalkan tuhan tersebut bukan lagi tuhan lama mereka, melainkan Tuhan Yesus Kristus. Ini peninggalan spirit ajaran Nikolaus yang sampai sekarang masih diwarisi sebagian gereja. Adakah pula yang mulai berdoa di hadapan gambar-gambar lukisan wajah Yesus? Dan haruskah saya ulang-ulang betapa Yesus memandang Nikolaus sebagai salah satu pengacau besar bagi KerajaanNya?

Belakangan ini ada sebagian besar gereja yang mengijinkan bahkan mensponsori jemaatnya kembali mengerjakan ritual-ritual tradisional mereka yang animistik, yang diturunkan oleh nenek moyang yang memuja iblis. Ada restu terhadap pengobatan yang dilakukan dukun-dukun maupun paranormal. Ada penerimaan terhadap praktek ritual tolak hujan, tolak bala, puji syukur pada alam melalui pemberian persembahan makanan yang disebut melarung, seperti di sungai, di laut, di danau. Ada praktek pemakaian jimat dan tangkal dan hal itu tidak dipermasalahkan majelis gereja. Ada praktek pemanggilan atau bertanya terhadap arwah (yang sebenarnya adalah setan, tapi dikira arwah), dan hal itu diterima oleh majelis gereja dengan diam. Ada praktek adat istiadat peninggalan leluhur yang dahulu menyembah ilbis dan dewa-dewanya, dan hal itu didiamkan saja oleh majelis gereja, bahkan mereka terlibat di dalamnya. Ada praktek pemberian makanan bagi roh-roh di kuburan maupun di tempat-tempat yang disebut keramat. Ada pendirian tugu-tugu berhala untuk memuliakan leluhur yang bahkan diketahui pasti dahulu adalah seorang sekutu iblis. Ada praktek penggalian kubur leluhur melalui ritual upacara tradisional. Ada praktek penguburan dengan pemakaian sihir, misalnya dengan menyuruh si mayat berjalan sendiri ke kuburannya. Ada penanaman ajaran-ajaran, mitos-mitos, tahyul-tahyul, dan nilai-nilai kafir yang diturunkan leluhur, dan hal itu tidak dimasalahkan gereja. Dan berbagai-bagai ritual kebudayaan yang basic-nya kafir, semuanya itu diterima, paling tidak didiamkan oileh gereja di seluruh dunia ini, asalkan mereka tetap sebagai jemaat di gereja. Jika ditanya mengapa, gereja bahkan memiliki dasar-dasar teologis yang terstruktur dan berlapis-lapis untuk membenarkan praktek-praktek kafir tersebut. Itulah jiwanya Nikolaus, sebab Nikolaus juga tentunya memiliki alasan pembenar yang sangat cerdas bagi doktrinnya, persis yang terjadi sekarang.

Tetapi Tuhan sangat membenci ajaran Nikolaus!

Yesus merancang gerejaNya sebagai himpunan anak-anak Allah, yang keluar dari kegelapan masa lalu, ke dalam terangNya yang ajaib, yang dikuduskan, dan hidup kudus, yang lahir baru dan memancarkan buah-buah Roh, sebagai cahaya-cahaya terang bagi dunia ini, biji mata Allah sendiri.

Ia telah menetapkan kita sebagai manusia yang tak lagi berasal dari dunia, tetapi dari surga, dari hadapan Allah sendiri. Dengan demikian, Yesus menyuruh kita untuk hidup bagi kepentingan-kepentingan Kerajaan Bapa kita saja, dan barangsiapa tidak melepaskan diri dari segala milikinya di dunia ini tidak akan diterima-Nya.

Untuk apa kita mencintai dunia ini? Mengapa kita bangga dengan dunia ini? Kebanggaan kita pada dunia adalah rantai yang mengikat kita kepada dunia. Keterikatan kita pada dunia adalah dasar dari teologi Nikolaus. Nikolaus menghormati kebanggaan dan ikatan emosional penduduk yang dinjilinya dengan adat istiadat leluhur mereka meskipun itu hal-hal yang menabrak kebenaran Kristus. Dan oleh prinsipnya yang humanis liberal itu, ia telah menjerumuskan gereja dari zaman ke zaman, dan sangat susah untuk keluar dari situ sampai sekarang.

Tetapi engkau saudaraku, milikilah satu kesadaran saja setelah engkau menjadi anak Allah, bahwa satu-satunya kebanggaan asal-usul dan ikatan emosionalmu adalah Allah itu sendiri. Serahkanlah seluruh perasaan dan akal budimu kepada Bapa kita. Hiduplah di dunia ini dengan tetap berpegang pada tali dari surga, Firman Allah Yang Hidup.

Jadilah anak Allah yang sejati. Dagingmu boleh anak suku ini atau itu. Tetapi jangan lagi terikat cinta pada segala sesuatu yang dikandung atau diajarkan asal-usul dagingmu itu terlebih jika kandungan itu sesat dan kafir, sebab daging akan turut binasa bersama dengan dunia ini. Tetapi ikatkanlah dirimu sepenuhnya pada asal-usul rohmu, yang hidup dan yang kekal, Bapa Sorgawi di dalam Kristus Yesus Tuhan kita, sebab itulah yang berkenan kepadaNya.

Ajaran Nikolaus tidak pernah mati. Ia ada dimana-mana dan dari daftar rantai yang membelenggu kaki gereja kita di dunia ini, rantai bernama ajaran Nikolaus ini adalah salah satu yang terbesar.

Tetapi janganlah sampai saudara menjadi pengikut ajaran-ajaran Nikolaus, sebab Yesus sangat membenci hal itu.Marilah kita terus bertumbuh menjadi pengikut Yesus yang murni.

Senin, 17 Desember 2012

MEMAHAMI KASIH KARUNIA ALLAH



Buku "MEMAHAMI KASIH KARUNIA ALLAH"Bao Panigoran
November 2012



Dapatkan buku 'MEMAHAMI KASIH KARUNIA ALLAH' ini dalam bentuk pdf di alamat di bawha ini, untuk bisa anda download, print, fotocopy dan bagi-bagikan kepada banyak orang. Bagikanlah sebanya-banyaknya. Jika anda memfotocopy, mungkin biaya fotocopynya tak lebih dari rp. 5.000 perak. Dengan berkorban biaya sekecil itu, anda bisa memenangkan jiwa-jiwa jika anda bersedia membagi-bagikannya. Saya menganjurkan anda juga untuk membagikannya kepada para pengajar-pengajar dan pendeta, saudara-saudara kita yang memiliki otoritas atas mimbar,  supaya Injil Kasih Karunia lebih tersebar luas lagi lebih cepat, untuk mempersiapkan umat Kristus yang siap untuk bertemu dengan Mempelai Pria kita. Tuhan Yesus menyertai kita. Amen.

Jumat, 14 Desember 2012

ENGKAU BERBEDA DARI DUNIA, MAKA HIDUPLAH BERBEDA


ENGKAU BERBEDA DARI DUNIA, MAKA HIDUPLAH BERBEDA

Saudaraku dalam Yesus Kristus...

Setiap kali saya membuka program Google Earth, saya tak habis-habisnya terkagum betapa luar biasanya kecerdasan manusia di zaman kita ini. Kita dapat menjelajahi seluruh dunia, mengenali bumi, lekuk benua dan pulau-pulau, keramaian kota-kota, ke pelosok manapun kita inginkan. Kita seperti berada di langit, memandan
g ke hamparan atap-atap rumah umat manusia nun di bawah.

Berkali-kali saya menyorot kampung di mana saya tinggal hari ini. Satu sudut sebuah kota kecil di pesisir Teluk Tapanuli di pulau besar Sumatera, di sekitar tepi pantai, dekat muara sungai. Kampung saya ini ramai penduduknya, rumahnya berderet-deret sesak.
Saya tertegun melihatnya. Oh, itu dia rumah saya. Rumah yang mungil dan sederhana. Banyak atap yang jauh lebih besar, jauh lebih megah. Rumah saya hanyalah salah satu rumah yang terkecil, terselip di antara rumah-rumah yang lain, nyaris tanpa pekarangan. Disitulah kami hidup sehari-harinya.

Dari fisik, dari ukuran dunia, rumah itu tidak masuk hitungan. Hanya ada beberapa rumah yang lebih sederhana dari rumah kami, selebihnya lebih besar dan megah. Meskipun tidak terlalu kaya, penduduk di kampung saya tergolong cukup makmur. Rata-rata mereka bekerja di laut, mulai dari para nahkoda atau yang disini disebut tekong, sampai anak buah kapal penangkap ikan. Mereka berlayar jauh, ke pulau-pulau di sepanjang tepi barat Sumatera, bahkan acap sampai masuk ke Samudra Hindia. Pulang satu kali satu bulan, membawa berton-ton ikan hasil tangkapan, yang tersimpan di dalam peti-peti pendingin besar. Wajarlah mereka cukup sejahtera. Hanya ada sedikit nelayan kecil, yang menangkap ikan pakai perahu. Sisanya bekerja di darat, sebagai tukang-tukang bangunan, supir, pegawai negeri sipil, pedagang-pedagang.

Itulah gambaran kampung saya, yang memenuhi benak ketika saya menyaksikannya dari Google Earth. Seringkali ketika teringat pada ukuran sosial saya itu, saya sadar bahwa saya ini memang bukan siapa-siapa di kampung saya, lebih lagi di hadapan dunia yang luas ini.

Tetapi Tuhan telah mengubah pandangan saya. Saya tak lagi memandang diri saya dan siapapun dari ukuran dunia, melainkan pandangan Tuhan. Seolah-olah Yesus bersama dengan saya memandang dari langit, ke hamparan atap-atap itu. Seolah-olah Dia berkata: “Lihatlah, nak. Meskipun rumahmu tergolong kecil di bandingkan hamparan rumah itu, tetapi di hadapan-Ku, rumahmu berbeda dari semua. Engkau berbeda dari dunia, karena engkau bukan dari dunia ini.”

Ya, saudaraku di dalam Kristus...

Anda harus mengerti bahwa anda berbeda dari dunia. Anda harus percaya itu. Anda harus mengakui itu. Ini bukanlah sebuah kesombongan ketika kita menyatakannya, tetapi mempercayai perkataan Yesus sendiri. Rohlah yang menyatakannya, dan kita mempercayai-Nya.

Yohanes 15:19
Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.

Yesuslah yang menyatakan ini kepada kita, dan Roh meyakinkan saya bahwa saya dan anda, orang-orang percaya, bukan dari dunia. Ia telah memilih kita dari tengah-tengah umat manusia di dunia yang tidak mengenal Tuhan. Dan karena itulah dunia membenci kita. Di dalam doa-Nya untuk gereja, Yesus juga menyatakannya kepada Bapa:

Yohanes 17:14
Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.

Dan inilah yang saya hendak nyatakan kali ini kepada anda: anda bukan dari dunia ini lagi ketika anda telah menyerahkan diri kepada Yesus. Saya berharap sedang berbicara kepada orang yang benar-benar sudah menyerahkan diri kepada panggilan Kristus. Dan jika ada di antara pembaca yang belum menyerahkan diri bagi Yesus, inilah kabar baik bagi anda: serahkanlah dirimu sekarang dan Yesus tidak akan menolakmu. Ambillah kesempatan ini, kesempatan menjadi orang-orang yang berasal dari sorga, sebagaimana TUHAN sendiri yang berkata!

Ketika ada orang menyerahkan dirinya kepada Yesus, sesuatu yang dasyat terjadi di alam roh. Pertama, ada sorak-sorai besar di surga ketika satu orang selamat di bumi. Itu benar-benar terjadi. Ini tidak anda lihat sehingga anda sukar merasakan getarannya. Anda merasa tidak ada yang terjadi. Jikalau anda mendengarnya, betapa gemuruhnya sorak sorai itu ketika anda bertobat, saya pastikan, seluruh buku kuduk anda akan berdiri karena bergetar hebat!

Saya berharap anda sudah pernah membaca kesaksian bahwa saya salah satu dari begitu banyak orang yang sudah pernah meninggal dunia, karena tersengat listrik, yang hidup kembali karena kemurahan hati Tuhan. Saya dibawa ke surga –roh saya yang hidup, sebab tubuh saya terbujur kaku di lantai rumah- dan saya mendengar gemuruh sorak sorai itu. Luar biasa! Anda belum pernah mendengar satu juta orang bersorak-sorai, bukan? Saya beritahu anda, gemuruh sorak sorai yang saya dengar itu jauh lebih besar lagi! Mereka berseru: Haleluya! Haleluya! Gemuruh sekali.... gemuruuuuuuuuh sekali! Mereka memuji-muji Allah dengan puji-pujian yang tiada henti-hentinya, mereka menyambut saya, si kecil di bumi ini, betapa mencengangkan! Kala itu saya bergetar hebat! Bergetaaar!

Saudaraku, saya mau pastikan, nanti ketika anda meninggal dunia, anda akan mendengar sorak-sorai raksasa itu untuk menyambut anda, dan sadarlah anda bahwa anda ini berharga di sorga. Sadarlah anda sepenuhnya apa artinya kedudukan sebagai anak Allah Yang Maha Tinggi, apa artinya dikasihi oleh Allah.

Jadi anda harus menyadari semua itu, supaya anda mengerti, dan supaya kesadaran itu mempengaruhi perasaanmu, bahwa di dalam Yesus Kristus, engkau sudah berbeda dari orang-orang di sekitarmu. Anda berbeda dari penduduk di kotamu. Anda dipilih.

Iblis tidak ingin engkau menyadari itu, ia akan menuduhnya sebuah kesombongan, supaya anda tetap merasa sebagai penduduk biasa di Indonesia ini, supaya imanmu tetap kerdil, supaya ia bisa mengintimidasimu sesuka-sukanya. Tetapi jika Tuhan menganggapnya kesombongan, tentu Ia tidak akan mengungkapkan fakta itu, bukan? Nyatanya Yesus telah menyatakannya, supaya kita mengetahuinya, menyadarinya dan merasakannya. Supaya saudara dan saya terhibur dan dikuatkan!

Sekarang, beranikanlah diri anda menyatakannya bersama-sama saya: “Aku bukan dari dunia ini lagi, aku berbeda dengan mereka, aku berasal dari surga, didalam nama Yesus Kristus!” Nyatakanlah itu sekarang kepada dirimu, biarkan telingamu mendengar suaramu, dua, tiga kali lagi.

Rasakan roh intimidasi itu mulai goyah. Jangan dengarkan dia. Tetaplah berkata-kata dengan iman. Katakan lebih kuat lagi, terus menerus, sampai intimidasi itu kalah dan pudar. Maka bersukacitalah, bersyukurlah, berbahagialah!

Saudaraku kekasih di dalam nama Yesus Kristus...

Ketika anda sudah menyadari bahwa anda berbeda dari dunia, maka anda akan mudah mengerti bahwa anda harus hidup berbeda dengan mereka. Sebab hal ini harus anda ketahui juga, orang-orang dari surga yang tidak hidup sebagaimana mestinya orang surga hidup, akan tertinggal. Seorang murid yang tidak memenuhi standar untuk berada di kelas dua, akan ditinggalkan di kelas satu.

Kita harus memiliki kesadaran berbeda dulu, supaya kita memiliki kemauan natural untuk hidup berbeda. Bagaimanapun banyaknya orang yang berkhotbah kepadamu, jika pada dasarnya perasaan berbeda itu tidak ada, saudara akan kesulitan dalam menerapkan standar baru itu. Seorang anak kecil tidak malu untuk pipis di celana, karena kesadarannya adalah kesadaran seorang ank kecil. Tapi ketika ia mulai besar, sudah empat atau lima tahun, ia akan malu untuk melakukannya lagi. Mengapa? Sebab ia sudah merasa berbeda. Dan perasaan berbeda itulah yang akan melahirkan kemauan natural dalam dirinya untuk hidup berbeda dari golongan anak kecil.

Demikianlah kemauan natural anda akan tumbuh dengan sendirinya untuk hidup berbeda dari dunia, jika kesadaranmu semakin besar bahwa anda telah berbeda dari mereka. Tanpa kesadaran itu, kita akan melakukan segala kehendak Allah dengan sangat terpaksa, kadang-kadang harus melalui perdebatan dulu antar suami-istri, atau dibujuk-bujuk dulu, yang tepat pada saatnya akan meledak sebagai bom waktu kebosanan atau depresi.

Anda berasal dari surga, dan anda ditempatkan disini adalah sebagai terang bagi dunia yang gelap. Lihatlah, betapa ngototnya orang-orang di sekitarmu hidup untuk dunia. Mereka mengejar dunia ini, sibuk memperjuangkan kenaikan level mereka di mata dunia. Bagaimana supaya pangkat mereka naik, supaya kehormatan sosial mereka naik, supaya peringkat mereka di daftar orang kaya se-kelurahan naik. Dengan begitu, dunia akan hormat pada mereka. Ketika mereka menghadiri sebuah pesta, atau pertemuan yang dihadiri pejabat-pejabat, mereka dapat dipersilakan duduk di barisan depan, dimana mereka dapat melepas senyuman puas yang manis. Mereka mengharapkan impian itu. Dan gambaran itu mendorong mereka untuk bertindak. Mereka sibuk kesana-kemari, lobi sana lobi sini, jilat sana jilat sini, memfitnah, menjelekkan pesaing bagaimana supaya orang itu tersingkir, menjalankan cara-cara curang, pintu belakang, bahkan pula pakai aji pemikat bagaimana supaya mereka berhasil. Mereka akan memanfaatkan segala kesempatan untuk mengejar impian mereka, yakni segala hal yang dibanggakan orang di dunia ini: karir, kekayaan, jabatan, popularitas dan lain sebagainya.

Banyak perempuan yang diam-diam merelakan tubuhnya untuk pemuas seks, asalkan keinginan mereka tercapai, asalkan produknya dibeli, atau target penjualannya terpenuhi, atau impiannya atas suatu benda tercapai, atau karirnya diangkat, atau skripsinya dipermudah.

Banyak orang rela menyuap, asalkan ia diloloskan, asalkan ia diterima, entah jadi PNS, jadi jaksa, jadi polisi, jadi hakim, dan sebagainya, sebab hal-hal itu menimbulkan rasa bangga. Orang-orang kantoran melakukan korupsi berjamaah, melibatkan pimpinan dan para staf. Saling bekerja sama membuat laporan palsu.

Banyak orang pergi ke dukun, atau minta petunjuk peramal atau dukungan alam gaib, atau pergi ke kuburan kakeknya, supaya ia berhasil di rantau, supaya pernikahannya diberkati, supaya ujiannya lulus, supaya urusannya –apapun itu- berhasil.

Orang Indonesia sangat terobsesi pada hal-hal gaib. Jika mereka sakit, dan sakitnya agak aneh, mereka akan berpikir bahwa itu “dibikin orang”, “sakit kiriman”, alias santet. Mereka mungkin pergi ke dokter, tapi juga ke dukun, yang disebut orang pintar. Biasanya, mereka akan disembur, atau disuruh makan atau minum ramuan yang sudah dimantrai, atau disiram pakai air tolak bala, atau mandi kembang. Semua benda itu dialiri kutuk roh jahat. Mereka sedang membuka pintu bagi setan-setan untuk masuk ke dalam diri mereka.

Indonesia adalah negeri yang dikuasai kuat oleh kegelapan, dari Sabang sampai Merauke. Penduduknya, tak pandang etnis, tak pandang agama, Islam maupun Kristen, akrab dengan okultisme, ilmu kebal, tenaga dalam, kanuragan, sihir, santet, dukun, orang pintar, paranormal, jimat-jimat, benda-benda pembawa nasib baik (sahala, dalam istilah klasik bahasa kami batak).

Kalau anda masuk ke hotel-hotel, toko-toko, kios-kios, warung-warung, rumah-rumah makan, mulai kelas mewah sampai gerobak dorong, kalau anda jeli, anda barangkali --meski tidak semua-- akan menemukan suatu benda yang digantungkan, atau ditempelkan di dinding, atau dikatkan ke suatu tempat. Benda itu disebut penglaris, salah satu jenis jimat atau berhala. Bentuknya bisa tradisional, tapi sekarang ini sudah sering disamarkan dalam bentuk lukisan, kaligrafi, atau wajah manusia atau wayang atau gambar binatang tertentu, ukir-ukiran, atau patung-patung binatang, atau patung-patung logam yang melambai, atau gambar dewa-dewa, atau patung yang menggambarkan Tuhan Yang Hidup. Benda-benda itu telah “diisi” oleh ahlinya, atau terisi dengan sendirinya karena pemujaan atau pengkeramatan yang diarahkan kepadanya. Benda itu bukan hiasan dinding sembarangan, melainkan keramat, dijaga, dikultuskan, dan anda tidak boleh sembarangan menyentuhnya.

Tujuan mereka membuat itu katanya sebagai tolak sial, tolak bala, tolak bangkrut, tolak rugi, jadi supaya laris. Daya kerjanya mungkin setipe dengan sihir atau hipnotisme, jadi supaya orang kesengsem membeli disitu, supaya mereka teringat terus sehingga besok-besok akan datang lagi.

Juga jangan kaget bahwa bangsa Indonesia adalah penggemar benda-benda bertuah, atau yang kita sebut jimat. Saya seorang pegawai negeri sipil, jadi saya tahu cukup jauh seberapa dekatnya kalangan PNS dengan jimat-jimat. Kata orang, hal yang sama terjadi juga di kalangan polisi dan tentara. Benar tidaknya saya kurang tahu, tapi saya cenderung percaya bahwa berita itu akurat.

Di tahun 90-an, --kalau tidak salah ingat-- seorang sosiolog AS yang meneliti budaya di Indonesia melaporkan bahwa hampir 100 persen pejabat-pejabat Indonesia mulai tingkat desa sampai kepala negara memakai jimat atau melakukan konsultasi spiritual dengan paranormal/dukun. Laporan itu pun cukup saya percaya, karena sehari-hari saya bekerja di sekitar pejabat-pejabat. Ada banyak dukun di sekitar pejabat-pejabat birokrasi maupun politisi kita. Sebenarnya mereka memakainya bukan untuk berbuat jahat, tapi untuk jaga-jaga badan, istilah mereka, karena mereka kuatir terhadap serangan-serangan gaib yang mungkin tertuju pada mereka dari pihak yang tidak suka. Paranoid massal!

Selain dikuasai kegelapan okultisme, negeri besar ini juga dilingkupi pornografi yang begitu bebas, bahkan sampai menjangkau anak-anak. Perselingkuhan dewasa ini mencapai tingkat yang sangat parah. Kita tidak lagi menemukan perbuatan rahasia ini didominasi kaum suami, tetapi kaum istri pun sudah tinggi persentasenya. Selain melalui media internet yang tanpa sensor, secara terselubung, pornografi ini juga ditularkan oleh media-media massa lokal yang banyak dibaca masyarakat, melalui pemberitaan-pemberitaan gaya cerpen porno lengkap dengan foto model seksi, dengan alasan strategi penaikan tiras. Berita-berita yang sesungguhnya cerita porno ini, meracuni semua lapisan, termasuk anak-anak remaja yang dengan mudah bisa membacanya.

Dunia diamuk oleh badai kecabulan pada akhir zaman ini. Kita semua harus hati-hati dan mengawasi pergaulan diri. Bergaullah dengan orang-orang yang takut Tuhan, dan jauhilah pergaulan dengan orang-orang yang sembrono atau tidak sopan.

Ada begitu banyak lagi, sangat-sangat banyak, rahasia-rahasia gelap di belakang pintu kehidupan normal hampir seluruh penduduk bumi. Kalau anda sudah tahu juga, bahkan pemerintahan-pemerintahan dunia, kaum-kaum diplomat dan para praktisi sosial politik segala bangsa lebih lagi negara-negara modern, sesungguhnya dikendalikan oleh perkumpulan-perkumpulan terkutuk pemuja iblis yang disebut Freemasonry-Illuminati dan jaringan-jaringan global mereka.

Saudaraku kekasih dalam Tuhan...

Saya menuliskan ini semua untuk membuka mata anda: inilah dunia. Semua ini tercipta karena umat manusia mengasihi dunia. Mereka tidak ingin terlempar. Mereka ingin diterima, ingin punya tempat, di dunia ini. Mereka ingin memiliki tempat terhormat. Mereka semua mengejar kehormatan, kemuliaan, kejayaan uang, posisi, popularitas. Mereka membuat dunia ini panas oleh persaingan yang sangat keras, dan persaingan itu pula yang mendorong mereka untuk berhubungan dengan alam gaib, melakukan kecurangan, rupa-rupa kelicikan, tipu daya dan dusta, karena ketakutan dan segala kekuatiran mereka. Mereka kuatir kehilangan dunia ini!

Saya tidak tahu berapa tepatnya persentase orang kristen yang turut terlibat dalam semua kegelapan ini. Tapi saya merasa, jumlahnya mayoritas! Sangat-sangat mayoritas!

Yesus telah mengingatkannya lebih dulu: banyak yang terpanggil sebagai pengikut Kristus, tapi sedikit saja yang terpilih, sedikit saja yang layak, untuk menerima kegenapan janji keselamatan itu, sorga kekal.

Matius 22:14
Lalu Yesus mengakhiri perumpamaan itu begini, "Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit saja yang terpilih.” (Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari –LAI)

Saudaraku dalam kasih Yesus...

Mereka semua mungkin berhasil meraih apa yang mereka impi-impikan di dunia ini dengan cara-cara yang mereka lakukan, tetapi janganlah cemburu kepada mereka karena sesungguhnya mereka sedang menabung kebinasaan kekal.

Engkau sudah menyerahkan dirimu kepada Kristus, dengan demikian, engkau benar-benar telah berbeda dengan mereka. Engkau anaknya Allah, dan Yesus telah menaruhkan Roh Kudus-Nya di dalam engkau. Maka hiduplah berbeda juga, sebagaimana tujuan panggilanmu. Daging kita memang tertarik dengan dunia ini, tetapi kita harus tegas menolak segala kehendak daging. Kita tidak boleh dituntun oleh air liurnya daging ini, tetapi harus oleh Roh Allah kita.

Mungkin di hari-hari yang lalu, kita juga pernah terlibat dengan rupa-rupa kebodohan seperti itu, kita terlena, sebab tidak ada yang sempurna. Tetapi untuk itulah Yesus mati di kayu salib, untuk memanggil orang-orang berdosa ke dalam pengampunan dan pengudusan. Mari membangun persekutuan dengan Yesus yang sangat mengasihi kita. Mari fokus pada panggilan-Nya.

Jangan kuatirkan apapun dalam hidupmu. Bapa di surga adalah Raja dari segala-galanya. Engkau ini bukan anak raja yang melarat, tapi Raja Yang Maha Kaya. Roh berkata di dalam hati saya: Allah adalah jaminanmu, dan Ia penjamin yang layak dipercaya, lebih dari apa dan siapapun.

Hiduplah sebagai anak-Nya di dunia ini, membawa terang-Nya ke antara mereka yang berada dalam gelap. Suatu kali saya berdoa, meminta Bapa mengajari saya arti dari “terang dunia”. Dan Tuhan berkata pada saya: “Terang itu berpengaruh, Nak.” Ya, terang itu berpengaruh baik. Periksalah dirimu, apakah anda sudah berpengaruh baik pada anak istrimu, pada tetangga-tetanggamu, pada teman kantormu, pada sahabat-sahabatmu, pada adik-adik dan kakakmu, pada keluarga besarmu? Apakah anda telah patut dicontoh dan diteladani oleh mereka?

Untuk memberi pengaruh baik itu, maka hiduplah di dalam kasih, berilah pengampunan, hiduplah jujur, jadilah pribadi yang berdoa, milikilah belas kasihan kepada orang-orang terbuang dan menderita tanpa pandang agama atau suku, milikilah hati yang lemah lembut, lidah yang sedap terdengar, rendahkanlah dirimu di hadapan semua orang, setialah kepada pernikahanmu, kasihi dan sayangilah anak istrimu, janganlah suka memuji diri atau mencari pujian –tapi berilah pujian pada orang-orang yang patut menerimanya, berlakulah sopan dalam gaya hidup atau perkataan atau berbusana, jauhilah pergaulan yang buruk, hiduplah kudus, jauhi segala candu dan kecemaran, jauhilah perdukunan, okultisme, spiritisme, penyembahan berhala, janganlah mengkeramatkan suatu benda apapun, jauhilah kesesatan, bersabarlah pada segala kekurangan orang lain, berilah semangat pada mereka yang patah hati, ketika hatimu panas kekanglah lidahmu dari berkata-kata, sampai amarahmu reda, hiburlah orang yang susah, jadilah rendah hati, janganlah mencari atau menuntut hormat tapi berilah penghormatan pada semua orang. Lawanlah egomu sendiri dan jangan turuti keserakahannya, kehausannya akan penghormatan manusia, atau amarahnya.

Lebih jauh lagi, beritakanlah Injil Pengampunan Yesus Kristus kepada sebanyak-banyaknya orang, ceritakanlah kebaikan Bapamu kepada dunia yang haus kasih sayang ini, sambil engkau menjaga hidupmu agar tetap berdiri di dalam persekutuan dan kekudusan sorgawi.

Itulah panggilan kita hidup di dunia ini, saudara-saudaraku, anak-anak Bapa. Sekali lagi, janganlah risaukan dunia ini. Jangan kuatirkan apapun dalam hidup ini. jangan pikir-pikirkan sebesar apa nanti namamu tinggal di dunia ini ketika engkau mati, tapi pikir-pikirkanlah keadaan rumahmu sekarang di sorga kekal, sudah adakah ia bagimu dan bagaimana keadaannya. Jalankanlah tokomu, pekerjaanmu dan segala hal usaha ekonomimu dengan tenang, tanpa terganggu dengan keberhasilan orang lain atau diburu-buru oleh persaingan dengan toko sebelah, di dalam penyerahan diri pada Allah, serta iman yang teguh bahwa Dia pasti memelihara hidupmu.

Fokuslah kepada sorga, dengan cara hidup yang berbeda dari dunia. Sebab memang benar, engkau bukan lagi berasal dari dunia ini, karena kasih karunia Kristus Yesus.

Tuhan Yesus memberkati saudara sekalian.

SENANTIASA MENYANGKAL DIRI (Catatan Gempa Aceh 2012)



SENANTIASA MENYANGKAL DIRI (Catatan Gempa Aceh 2012)
Pertama kali diterbitkan di akun facebook "bao panigoran" tanggal 13 April 2012

Syalom, saudara-saudaraku dalam kasih Yesus Kristus...

Pesan utama dari Tuhan Yesus bagi gereja-Nya di hari-hari terakhir ini adalah untuk bersiap-siap dalam kemurnian, sama seperti lima gadis bijaksana. Ia tidak memberitahu kapan Ia tepatnya akan datang. Tetapi dengan tegas pesan-pesan telah disampaikan ke seluruh dunia: TIDAK LAMA LAGI. Ia akan datang seperti pencuri, di saat yang tidak diduga-duga. Saya percaya tidak akan ada satu pun prediksi yang akan begitu tepat soal kedatangan-Nya. Itulah sebabnya setiap upaya membuat prediksi entah itu tahun, bulan apalagi hari sangatlah nakal dan berbahaya. Tidak satupun itu yang berasal dari ilham Roh Kudus, melainkan obsesi teologis dan kadang-kadang atas ilham musuh. Tetapi kita diperkenankan mengetahui tanda-tandanya, dan kita menyaksikan tanda-tanda yang terus menerus mengalami penggenapan.

Gempa Sumatera berpusat di Aceh kemarin (11/04/2012), memberi hentakan bagi banyak orang. Saya sedang mengikuti rapat yang dipimpin Walikota kami di aula tertutup. Seketika semua orang berhamburan keluar, menyelamatkan nyawa masing-masing, termasuk Pak Walikota. Di bawah suasana panik seperti itu, tidak ada lagi raja ataupun bawahan. Semua tinggal sebagai manusia lemah yang malang, mengharap-harapkan keselamatan. Begitu lama dan kuatnya gempa itu terasa di kota kami, kota pinggir pantai di Tapanuli ini. Tanah yang dipijak bergoyang dengan sangat keras, seolah-olah sedang berdiri di atas ayunan. Sungguh, semua orang menyadari betapa kecilnya ternyata manusia di hadapan kedasyatan Tuhan. Rasanya seperti belalang yang malang.

Sore yang tak terlupakan. Di kala gempa susulan yang tak kalah besarnya datang, kota kami tengah pula di terjang hujan badai disertai petir menyambar-nyambar, menggelegar di atas rumah-rumah. Klop-lah sudah kedasyatan ini, tinggal menunggu kemungkinan tsunami seperti peringatan BMKG. Banyak orang mulai mengelah nafas: Oh, Tuhan... oh, Tuhan...

Berhubung rumah kami terletak di tepi pantai, saya segera mengungsikan keluarga, mengikuti anjuran pemerintah. Di bawah guyuran hujan badai dan petir, kami pergi ke rumah adik saya, berbuka puasa di situ dalam suasana cukup menegangkan. Sebagaimana gemuruh hati banyak anak-anak Tuhan hari itu, saya menyadari bahwa ini adalah peringatan dan panggilan Kristus kepada gereja untuk bertobat dan mempersiapkan diri. Orang-orang boleh berspekulasi mengenai penyebab gempa bumi kemarin. Tapi adakah bencana alam terjadi di bumi dan tangan Tuhan tidak terlibat disitu?

Amos 3:6 
Adakah sangkakala ditiup di suatu kota, dan orang-orang tidak gemetar? Adakah terjadi malapetaka di suatu kota, dan TUHAN tidak melakukannya?

Ketika keadaan sedang baik, keakuan manusia naik meninggi. Aku, aku, aku! Tetapi nyatalah bahwa si aku hanya katak dalam tempurung manakala rumah gedungnya di gonjang-ganjing gempa besar seperti kemarin. Sadarlah ia bahwa dirinya dan eksistensinya yang ia banggakan itu tak lebih dari segemgam pasir belaka, yang dengan mudahnya lenyap tak bersisa manakala badai datang. Semua orang harus kembali pada Tuhan. Semua orang harus bertekuk lutut di hadapan-Nya! 

Saudaraku...Tuhan memberikan saya peringatan tambahan. Di malam harinya saya bermimpi. Ah, sebenarnya sejak lama saya tidak pernah tertarik berbicara tentang mimpi. Itulah sebabnya saya jarang sekali berhasil mengingat mimpi-mimpi saya, kecuali beberapa termasuk malam itu.

Dalam mimpi itu, mendadak saya ditugaskan pimpinan untuk sebuah perjalanan dinas ke kota Medan. Di kalangan PNS, lebih lagi golongan staf rendah yang jarang mengalami, tugas luar kota adalah sesuatu yang menggembirakan, bahkan diharap-harapkan. Anda tahu, tugas seperti itu memberi banyak hal bagi prestise. Karena anda yang terpilih di antara banyak staf, itu akan terlihat sebagai sebuah pengakuan dari pimpinan atas prestasi anda. Tugas seperti itu juga berhubungan dengan tunjangan uang yang cukup besar, penginapan di hotel berbintang, serta kesempatan bertemu dengan orang dari banyak daerah serta pembesar-pembesar pusat, membangun koneksi lintas daerah bahkan nasional.

Meski saya tidak terlalu mengharapkan seperti itu lagi, tapi dalam mimpi itu saya cukup gembira. Pulang ke rumah untuk bersiap-siap, dan bersama istri berdoa mengucap syukur serta memohonkan penyertaan Tuhan. Kemudian, sendirian saya telah berada di sekitar stasion bis untuk berangkat. Sambil menunggu keberangkatan petang itu, tiba-tiba saya melihat seorang sepupu saya datang bersama istrinya. Dia berbicara kepada pimpinan kantor saya. Saya tidak mendengar apa yang mereka percakapkan karena saya tidak ikut disitu, tapi dalam mimpi itu saya tahu menahu. Sepupu saya itu berbicara dan membujuk-bujuk supaya dia ditugaskan dalam sebuah perjalanan dinas. Saya heran pada sepupu saya itu karena hal itu tak masuk akal, soalnya dia bekerja di Pemda daerah lain. Segera mereka lenyap.

Saya masih menunggu keberangkatan, tiba-tiba istri pimpinan saya datang. Saya heran, sebab dia bukan PNS dan kami tidak pernah saling berbicara. Dia membawa pesan dan sepucuk surat dari pimpinan. Pesan itu, pimpinan membatalkan keberangkatan saya, karena telah menunjuk orang lain untuk menggantikan, yaitu sepupu saya yang tadi. Dalam suratnya, sama sekali tidak ada kesan penyesalan apalagi permintaan maaf, justru sebuah tekanan untuk patuh. 

Saya menjadi sedih dan sangat kecewa pada pimpinan karena merasa dipermainkan, teringat pada istri di rumah yang telah melepas kepergian saya, dan lebih lagi kepahitan pada sepupu saya itu. Bukankah kami selama ini saling mengasihi dan menghormati? Mengapa dia tega memotong saya, padahal dia pasti tahu sayalah yang telah ditunjuk untuk berangkat? Dengan perasaan letih, saya keluar dan berharap ketemu pimpinan agar saya bisa bertanya penjelasannya.

Saat melangkah gontai itulah saya terbangun. Pertama-tama yang saya lihat adalah istri saya yang masih terlelap di sebelah, dan segera tersadar bahwa saya hanya bermimpi. Badan saya benar-benar letih dan perasaan saya terasa berat oleh mimpi itu. Saya melihat jam di handpone, pukul 04.30 WIB. Saya duduk dan termangu-mangu oleh mimpi itu, dan berbisik kepada Yesus: “Mimpi apa ini Tuhan..?”

Sekonyong-konyong hati saya dipenuhi perkataan-perkataan seperti ini: “Benarkah engkau sungguh-sungguh sudah rela kehilangan dunia ini untuk Aku? Benarkah kamu tidak terguncang ketika hak-hakmu di dunia ini diambil bahkan dengan cara paling pahit sekalipun, adakah engkau akan tetap tinggal dalam sukacita surgawi?”

Yang pertama-tama saya sadari adalah bahwa ini sebuah peringatan dari Tuhan Yesus kepada semua orang yang dikasihi-Nya, termasuk anda dan saya. Berikutnya saya teringat pada tulisan-tulisan saya mengenai penyangkalan diri, dan instrospeksi benarkah saya sendiri sudah teguh melakukannya. Melalui mimpi saya itu, Tuhan sedang meneguhkan peringatan-Nya ini: 

Lukas 14:33 
Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

Koreksilah diri anda saat ini, saudaraku. Sudahkah hati anda terlepas dari segala hal yang anda miliki di dunia ini? Uang, harta, kesempatan emas, nama, penghormatan, popularitas, bahkan keluarga?

Sudahkah Yesus menjadi yang terutama dalam hidup anda, ataukah itu masih sekedar klaim kosong?

Kita harus kedapatan murni di hadapan Tuhan. Kita harus menjadi tawanan Roh. Kita harus: hidupku bukannya aku lagi melainkan Yesus di dalam aku, dalam kenyataan yang sebenarnya. Kita harus benar-benar menjadi nol. Tanpa mati dalam kedirian, sungguh kita tidak layak bagi Tuhan.

Paulus mengharapkan benar agar jemaat yang diinjilinya mau meneladani dirinya dalam mengikut Tuhan. 

Filipi 3:17
Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.

Akan tetapi hari ini perkataan Paulus ini banyak diselewengkan para pimpinan untuk mengejar pengkultusan diri sendiri, kedagingan. Mereka memakainya kepada jemaat, tanpa memahami seperti apa Paulus telah hidup.

Tahukah anda berapa banyak gereja yang telah Paulus buka dan gembalakan di seluruh dunia? Kita tidak tahu jumlah yang pasti, tapi kita tahu sangat banyak. Dan ia memenangkan sebuah kota bukan dalam hitungan kecil, melainkan seringkali sampai meresahkan seluruh kota. Tahukah anda bahwa besar sekali kemungkinan banyak di antara jemaat-jemaat seluruh dunia itu yang berasal dari kalangan kaya raya? Tapi inilah teladan pertama dari Paulus: ia sama sekali tidak mengambil apapun dari jemaat itu, entah perpuluhan,entah persembahan kasih. Bahkan untuk keperluan hidupnya saja, ia masih harus mencari sendiri. Ia menjahit tenda dan menjualnya ke pasar, agar ia bisa makan. Padahal jika kita coba berhitung-hitung, betapa mudahnya Paulus menjadi pendeta yang kaya raya, memiliki markas besar megah di kota tertentu, dan tentu saja akan sangat mudah baginya memperoleh fasilitas-fasilitas transportasi zaman itu seperti kapal layar sendiri. Bagaimana dengan pendeta-pendeta keliling dunia hari ini? Berapa banyak yang pulang dari satu kota membawa persembahan kasih serta perpuluhan melimpah ruah? Berapa banyak yang memfasilitasi dirinya dengan jet pribadi, mobil mewah dari beragam merek dan fasilitas-fasilitas lainnya? Paulus sama sekali tidak memikirkan dirinya sendiri lagi, kepentingan-kepentingannya, pakaian dan fasilitas-fasilitasnya, itulah yang ia lakukan, dan itulah yang ia serukan agar kita tiru!

Juga ingatkah anda bahwa Paulus tidak mengambil istri? Menurut anda, apakah Paulus bukan seorang pria normal? Ia pria yang normal. Dan anda tahu, seorang pria normal secara alamiah umumnya memiliki hasrat seksual yang lebih tinggi dari perempuan. Saya percaya, Paulus juga memiliki apa yang dikandung oleh tubuh kita hari ini. Tetapi Paulus mengabaikan semua itu. Ia menyangkal dirinya terus menerus. Ia tidak mempedulikan dirinya lagi. Ia tidak memperjuangkan kepentingan-kepentingan jasmani dan sosialnya lagi. Itulah sebabnya ia tidak omong kosong ketika ia menulis ini: 

Galatia 2:20 
Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. 

Paulus telah menjadi nol dalam segala hal bagi Kristus. Dan ia menuliskan ini bagi anda:

I Korintus 4:16 
Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!

Tetapi anda dan saya tidak dapat meneladani Paulus dalam mengikut Yesus tanpa menyangkal diri, sebagaimana yang Tuhan katakan sendiri.

Matius 16:24 
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia HARUS menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku".

Orang-orang berjalan di dunia ini di dalam perasaan hebat, perasaan nyaman, perasaan penting, perasaan berprestasi, karena sesuatu yang mereka miliki.

Sesungguhnya segala pangkat, segala gelar kesarjanaan serta prestasi pendidikan, segala pujian, penghargaan-penghargaan kehormatan, jumlah penggemar, elu-eluan, segala piagam dan piala, segala jabatan, harta kekayaan, gelar-gelar gerejawi seperti pendeta, pastor, uskup, diaken, eporus, paus, sintua, atau apapun... semuanya itu SIA-SIA. Apa saja yang kita miliki di dunia ini adalah sia-sia, tidak menyelamatkan, bahkan seringkali mempersulit diri kita sendiri di hadapan Allah.

Semua yang ada di dunia ini justru mendongkrak keakuan manusia. Tapi orang yang berkenan kepada TUHAN hanyalah mereka bertekuk lutut di hadapanNya dan berkata: "Tanpa belas kasihanMu, aku ini hanyalah sepotong kayu bakar di neraka. BagiMu lah segala hormat dan kekaguman, Tuanku Raja. Segala hidupku adalah milikMu dan untuk kemuliaan namaMu yang ajaib: YESUS KRISTUS Juruselamatku."

Penyangkalan diri di hadapan Tuhan adalah mutlak kita kerjakan. Kalaupun kita memiliki banyak, biarlah semuanya itu kita persembahkan untuk Tuhan, kita perlakukan sebagai milik Tuhan. Biarlah kita katakan kepada apa yang
kita miliki itu: “Jikalau aku tidak mempermuliakan Allah dengan semua ini, maka semua ini adalah sampah dan beban berat bagi pundakku.”

Sukacita kita adalah karena hubungan kasih mesra dengan Bapa, bukan di dalam daging oleh kemampuan finansial. Kita tidak terobsesi lagi pada prestasi apapun di muka bumi, tetapi obsesi kita ialah menyukakan hati Bapa di dalam seluruh kehidupan kita.

Orang-orang mengagumi Daud karena dia sukses, dia hebat, dia menang, dia besar, dia diberkati Tuhan. Tapi mereka tidak mengenal pribadi Daud yang sebenarnya. Ada sebuah kesaksian anak Tuhan yang dibawa ke surga, bertemu dengan Tuhan Yesus, malaikat-malaikat, dan beberapa nama besar, salah satunya Daud. Tentu saja anak Tuhan ini sangat gembira bertemu Daud, karena Daud adalah nama yang sangat menggetarkan sepanjang sejarah. Bagaimana tidak, Kerajaan Tuhan Yesus dinamai dengan namanya: Tahta Daud. Bagaimana jika Kerajaan Tuhan dinamai dengan nama anda? Hanya Daud yang memperoleh anugrah kehormatan yang luar biasa itu. Akan tetapi ketika anak Tuhan ini bertanya pada Daud, hanya satu yang Daud katakan: “Aku sama sekali tidak pantas berada disini, hanya karena belas kasihan saja..”

Apakah anda merasa pantas berada di surga, karena hal-hal yang anda miliki, raih atau telah kerjakan? 

Daud adalah seorang yang menyangkal dirinya selama ia ada di bumi. Meskipun ia raja, tapi ia tidak menikmatinya di dalam kesenangan daging maupun kebanggaan ego. Suatu hari ia menikmatinya. Ia terpikir untuk menghitung jumlah bangsa Israel. Di dalam hatinya ia berkata: “Ah, aku sudah banyak berlelah untuk bangsa ini. Dan aku senang karena semua sudah tenang, negara aman, ada kemajuan. Aku ingin tahu berapa jumlah bangsa Israel seluruhnya..” Daud ingin menikmati kebanggaan dirinya. Hasilnya: murka Allah!

Bangsa Israel kena hukum, dan Daud kena teguran keras oleh Allah. Puji Tuhan, Daud tersadar dan bertobat. Ia tentunya menyoyak jubah kerajaannya, melemparkan mahkotanya, dan masuk ke dalam debu, dengan hati yang hancur, meremas-remas debu tanah dan menaburi kepalanya dengan itu: “Ampuni aku Allahku... aku tidak tahu diri... aku pandir.. aku sombong... aku lupa bahwa aku ini hanyalah orang yang memperoleh belas kasihanMu... tanpa belas kasihanMu, aku ini tak lebih dari debu tanah..”

Daud adalah seorang yang senantiasa tersungkur di bawah kaki Tuhan. Hatinya meluap-luap senantiasa di dalam Roh, dan sampai ia tua, ia tetap saja menari-nari di hadapan Allah di dalam kamarnya ketika ia memuji-Nya. Itulah yang dimiliki Daud di mata Allah. Saudara, apakah anda sudah memiliki hati seperti Daud?

Allah mengagumi seseorang bukan karena apa yang Ia berikan pada orang itu. Apa yang Ia berikan untuk orang? Ini: berkat, harta, kehormatan, promosi, posisi-posisi penting, prestasi, kuasa mukzizat, penyertaan, patok-patok kemah yang makin melebar ke kiri ke kanan, dan lain sebagainya. Manusia mungkin terkagum-kagum ketika kau memiliki semua itu, tetapi Allah sedikitpun tidak, sebab semua itu milik-Nya dan berasal dari-Nya. Kalau saya adalah karyawan anda, masakan anda kagum karena sekarang saya memiliki mobil padahal mobil itu pemberian anda sendiri? Ketika anda melihat saya mulai tampak pongah, bangga diri serta berprilaku layaknya selebritis di hadapan orang-orang lain, justru anda akan mulai tidak suka pada saya, bukankah begitu? Allah mulai tidak suka padamu ketika engkau mulai memperlihatkan kebanggaan diri oleh semua berkat, promosi, nama besar, popularitas dan kuat kuasa yang Ia berikan padamu itu. Tetapi apa yang mengagumkan Allah dari manusia? Yaitu hati, seperti yang Daud miliki. Ketika anda senantiasa tersungkur di hadapan-Nya, ketika anda senantiasa berlutut mencium lantai di hadapan-Nya, ketika anda senantiasa menyangkal diri dan berkata: “Bapa, Engkaulah kuatku..!”

Saya mau kita semua menyadari, bahwa tidak satupun di antara kita akan berada di surga karena kemuliaan kita di dunia ini. Berapapun hartamu, nama besarmu, jasa-jasamu, pengaruhmu, semua itu masih tetap seharga kain kotor di mata Allah. 

Hanya Allah! Hanya kasih karunia-Nya! Hanya belas kasihan-Nya! Hanya pengorbanan Yesus! Itulah satu-satunya alasan mengapa seseorang berada di surga.

Jangan dipesonakan oleh nama besar, oleh jumlah uang, oleh ukuran-ukuran apapun yang dikenal dunia ini. Sedikitpun Yesus tidak terpesona dengan apa yang dimiliki manusia. Sadarlah bahwa berapapun jumlah mahkota penghargaan dan berapapun gunung emas yang dimiliki seseorang, bahkan debu kakinya pun akan ia tinggalkan ketika ia mati. Seperti Ayub berkata, dengan telanjang ia datang, dengan telanjang ia akan pergi dari bumi ini.

Saudaraku kekasih dalam nama Yesus...
Marilah sejak hari ini senantiasa menyangkal diri di hadapan Allah. Sangkallah segala yang engkau miliki. Sangkallah kemuliaanmu di mata manusia. Hitunglah pujian manusia sebagai caci maki, hitunglah segala elu-eluan sebagai tamparan keras di wajahmu. Beritahukan dirimu bahwa engkau ini hanyalah hamba yang tidak berguna jika bukan karena belas kasihan Tuhan. Jangan lihat dirimu, tapi lihatlah wajah Yesus.

Belajarlah untuk berlutut dan bersujud di lantai di hadapan Bapa dalam doa pribadimu, sebesar apapun engkau ini kata orang di luar sana. Campakkan segala kebanggaan dari dasar hatimu. Nyatakan bahwa engkau ini nol dan sudah mati. Namamu tidak berguna, kosong, hampa. Belajarlah untuk berkata-kata semacam ini kepada-Nya: 

“Bapa, aku ini hanyalah debu tanah, yang tidak berharga jikalau bukan karena Engkau memandangnya berharga, yang tidak layak jikalau bukan karena Engkau layakkan. Tidak ada yang baik yang berasal dari aku, tapi semua kebaikan itu berasal dari Roh-Mu. Aku ini si pandir yang telanjang di alam roh jikalau bukan karena Engkau sendiri yang memberiku pakaian. Tidak ada satupun pekerjaan tanganku yang menyebabkan semua itu, hanya oleh kasih-Mu saja kepadaku. Seluruh buah tanganku tidak lebih dari secarik kain kotor di hadapan-Mu yang Mata Tinggi. Siapakah seperti Engkau? Siapakah yang dihitung layak berdiri dengan bangga di hadapan-Mu? Tidakkah semua adalah ciptaan-Mu? Hanya kasih-Mu sajalah yang membuat aku bersukacita, bahwa Engkau memandang aku berharga dan layak memanggil-Mu Bapa, karena kasih karunia Yesus Kristus, Anak-Mu yang tunggal, Juruselamatku yang hidup.”

Sungguh, anda harus melepaskan dirimu dari segala sesuatu yang kau miliki hari ini. Dengan telanjang engkau datang di bumi ini, dengan telanjang pula engkau akan kembali, akan tetapi malaikat-malaikat akan memberimu pakaian putih bercahaya sebagai jubah surgamu, jika engkau layak menerimanya.

Tuhan akan segera datang. Dan mereka yang tidak rela kehilangan dunia ini dan segala hal yang ia punyai, tidak akan ikut bersama-Nya di awan-awan permai. Penyangkalan diri itu sungguh mendesak untuk kita lakukan, sejak hari ini sampai maranatha.

Yesus mengasihi kita, sekarang dan selama-lamanya. Amen.