Jumat, 14 Desember 2012

UPAYAKANLAH DIRIMU TERGEMBALA BAIK


UPAYAKANLAH DIRIMU TERGEMBALA BAIK

Saudaraku dalam Tuhan...

Ketahuilah, pada akhir nanti, semua orang akan dihakimi: semua orang, termasuk anda, juga saya. Kita, secara sendiri-sendiri, akan berdiri di depan pengadilan itu, dimana Allah yang maha tinggi di dalam Yesus Kristus, duduk sebagai Hakim Yang Adil.

Lukas 21:36
Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.

Pada saat itu, anda akan berdiri seorang diri disitu. Buku kehidupan akan dibuka, sebagai dasar penghakiman-Nya. Jikalau nama anda ditemukan disana, beruntunglah anda. jikalau tidak ada, kengerian kekal akan menjadi milikmu.

Jangan pernah berkata: “aku kan masih remaja, aku kan masih kecil, aku kan jemaat biasa, aku kan nggak ngerti apa-apa”. Meskipun anda merengek di hadapan Tuhan seperti itu, Ia tetap akan menghakimi dengan konsisten, tanpa pandang bulu. Jikalau anda ditemukan memiliki dosa yang belum diperdamaikan dengan Tuhan, anda tetap akan diserahkan ke algojo. Tidak ada alasan tidak mengerti firman Tuhan!

Jikalau alasan tidak ngerti firman Tuhan diterima, bukankah itu berarti seluruh orang Islam, Buddha, Hindu dan setiap penganut agama palsu akan masuk sorga juga? Sebab mereka semua juga termasuk orang yang tidak ngerti firman Tuhan.

Pesan saya bagi anda yang pertama: buatlah diri anda mengerti firman Tuhan!

Ketahuilah, banyak gereja yang gagal, banyak pendeta atau pemimpin gereja yang gagal: gagal hidup dalam Tuhan! Mungkin anda berada di dalamnya, dan akibatnya, anda tidak tergembala dengan baik.

“Kalau saya berbuat dosa gara-gara nggak ngerti firman Tuhan, ini salah pendeta dong, bukan salah saya!” Tidak, sobat. Itu tetap salahmu. Dosa kita tidak akan ditimpakan pada orang lain, dengan alasan apapun. Tidak ada roh manusia yang satu, bertanggungjawab atas roh manusia yang lain.

“Tapi kan, aku masih remaja. Aku begini juga karena orang tuaku! Mereka nggak kenal sama Tuhan! Jadi salah mereka kalau aku juga jadi nggak ngerti firman Tuhan, itu bukan salahku!” Memang situasi ini menyedihkan. Ada jutaan, bahkan ratusan juta remaja kristen hidup dalam kegelapan dosa, korban dari kedegilan orang tua mereka. Tetapi sekali lagi, oleh konsistensi Allah terhadap hukum-Nya sendiri, alasan yang seperti ini pun tidak akan meluputkanmu dari neraka maut, hai sobatku kaum remaja!

Maka hendaklah setiap orang mencari wajah Tuhan selama hidup di bumi ini.

Belas kasihan Allah hanya berlaku selama kita masih bernafas di sini. Ketika zaman sudah berakhir, dan pengadilan tiba, bukan lagi belas kasihan, melainkan ketegasan hukum Tuhanlah yang berbicara. Itu agar anda mengerti, bahwa akan tiba saatnya Yesus datang bukan sebagai sahabat bagi orang berdosa, tetapi Raja di atas segala raja yang menghanguskan!

Pada saat itu Dia akan dengan tegas berkata: “Masukkan dia ke neraka!”
Pada saat itu Dia akan tega untuk berkata: “Enyahlah daripada-Ku!”

Matius 25:41
Dan Ia (Yesus) akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: “Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.”

Matius 25:30
“Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi”.

Sudahkah anda siap berdiri di hadapan Anak Manusia?

Saudaraku dalam Yesus Kristus...
Upayakanlah dirimu tergembala dengan baik. Jangan berpatokan pada orangtua atau pendeta. Tidak seorang pun yang akan menolong kita di persidangan itu. Kenapa? Sebab mereka sendiri juga akan turut di hakimi untuk dosa-dosa mereka. Saat itu, tidak ada artinya pendeta, hamba Tuhan besar, nabi, penatua, diaken, pelayan fulltimer, paruh waktu, orang kaya, orang miskin, raja, presiden, gubernur, bupati,walikota atau gelar apapun yang sekarang kita berikan pada manusia. Maaf, tapi ini harus saya sampaikan juga, saat itu orang-orang yang dinamai Paus Suci sekalipun akan berdiri dalam keadaan gemetar di hadapan Tahta Allah Yang Maha Tinggi. Dan setiap orang yang kedapatan berdosa, akan dicampakkan ke neraka. Saat itu akan kelihatanlah betapa kerdilnya setiap manusia!

Jadi perjuangkanlah mahkota keselamatanmu, tanpa bergantung pada orang lain. Jangan jadikan siapapun menjadi guru. Tidak ada guru! Orang yang hari ini anda namai guru, kelak juga akan dihakimi seperti anda. Hanya Yesuslah Guru kita. Bergurulah hanya kepada Yesus!

Bagi anda yang masih sibuk mengejar kemuliaan, dengarlah, penghormatan umat manusia tidak memiliki dampak apa-apa bagi keselamatan kita: maka jangan pernah terobsesi dengan semua itu. Semua hamba Tuhan tidak boleh membawa manusia bergantung pada dirinya. Semua hamba Tuhan harus mendorong seluruh jemaat untuk bergantung pada pimpinan Roh Kudus sendiri. Kesombongan di dalam gereja sudah tiba saatnya untuk dihancurkan! Kultus-kultus di dalam gereja harus bertobat sejak sekarang!

Jangan ada seorang pun pengerja yang bersikap sebagai pemerintah atas seorang kawanan kecil. Setiap pengerja harus memiliki hati hamba! Hamba! Hamba!

Teladanilah Yesus –Allah Yang Maha Tinggi, Alfa dan Omega, Tuhan di atas semua tuan, Raja segala raja- yang telah membasuh kaki Petrus si nelayan kecil.

Ini saatnya bertobat, saudara-saudaraku semua! Satu persatu kita, anak manusia, akan berdiri di hadapan tahta Allah, tanpa pandang bulu. Penghakiman Tuhan tidak akan mempertimbangkan kekecilan dia maupun kemegahan kita.

Dan kepada saudaraku, domba-domba Tuhan, kawanan kecil: hiduplah dalam Tuhan. Jangan takut pada manusia, jangan rantaikan kakimu pada wibawa manusia. Jadilah tergembala di dalam firman. Jikalau engkau merasa tidak tergembala di dalam satu gereja, keluarlah dari sana! Tidak seorang pun yang akan bertanggungjawab atas keselamatanmu kecuali dirimu sendiri. Carilah gereja yang hidup, dimana engkau menemukan hadirat Tuhan. Ukuran besar kecil bukan jaminan. Bahkan gereja yang berjumlah dua-tiga orang saja, jikalau disitu ada kasih akan Tuhan, Yesus ada disana.

Jika anda berat meninggalkan gereja yang mati, paling tidak jangan anda ikut-ikutan mati. Keanggotaan di organisasi manapun memang tidak berdampak bagi keselamatan kita, jika kita tidak turut dalam kesesatan rohani tempat itu. Tetapi sukar untuk tidak terpengaruh pada lingkungan yang salah, sebab disana ada diskusi-diskusi, ada situasi-situasi yang sedikit banyak mempengaruhi rohani kita. Maka untuk kepentingan anda sendiri, carilah persekutuan-persekutuan doa yang hidup. Percayalah, selalu ada persekutuan doa di malam hari di dekat-dekat rumah anda. Pergilah kesana. Carilah saudara-saudara seiman yang bisa membantumu lebih bertumbuh dalam firman, kebenaran, kekudusan dan kasih.

Hari ini di seluruh dunia banyak pendeta dari banyak gereja berdamai dengan pemujaan berhala, kompromi dengan perdukunan, dengan perceraian, dengan kumpul kebo, dengan homoseksualitas, dengan korupsi dan ketidakjujuran, dengan pemujaan arwah leluhur, dengan kecanduan dan kemabukan, dan rupa-rupa dosa lainnya. Di dalam nama Yesus, saya beritahu, mereka sesat. Mereka butuh pertobatan. Alangkah bahayanya bagi anda, jemaat awam, ketika engkau terikat pada wibawanya dan mendengarkan ajarannya. Tiba saatnya ia akan berkata padamu: “Tidak apa-apa, Ibu, Bapak. Berobat ke alternatif itu ngga dosa, aborsi itu ngga dosa, asal berdoa dulu, asal ngucap syukur. Karena Yesus itu baik senantiasa.” Dan anda mempercayainya lalu terjerumus karena tidak mengerti apa-apa.

Saudaraku...
Tinggallah dalam kekudusan. Ini perihal yang sangat penting. Sebab tanpa kekudusan, tidak seorang pun akan melihat Tuhan (lih. Ibrani 12 : 14). Artinya, syarat mutlak bagi kita untuk dapat berada di surga ialah di dalam kita tidak boleh ditemukan satu pun dosa. Anda harus mendengar ini supaya anda paham bahwa mengikut Tuhan tidak boleh setengah-setengah.

Dari Alkitab, kita tahu bahwa dosa ialah pelanggaran terhadap hukum Allah. Apa saja hukum Allah dan dimana kita bisa mendapatkannya? Di dalam Alkitab. Jadi Alkitab tidak boleh menjadi koleksi buku biasa bagi anda. Anda harus membacanya dengan tekun dan merenungkan siang dan malam, agar anda mengerti kehendak-kehendak Allah.

Ketidaktahuan bukanlah pembenar bagi kita. Tuhan sudah berfirman, Dia sudah menggerakkan para sarjana-Nya untuk membukukan, menerjemahkannya ke dalam segala bahasa termasuk bahasa kita, mencetak dan memperbanyak, mendorong para relawan-Nya mendistribusikan Alkitab ke seluruh dunia, dan telah sampai ke rumah anda. Alkitab yang ada di rumah anda itu buku milik Allah, dan bagaimana itu bisa sampai ke rumah anda, telah mengarungi perjalanan berliku-liku dibawah tuntunan Allah sendiri. Ia mempertemukan anda dengan buku-Nya itu agar anda bisa tahu kehendak-kehendak-Nya.

Dari Alkitab, kita tahu bahwa dosa ada beberapa jenis, yaitu Kejahatan (mis.: membunuh, mencuri, memfitnah, aborsi, merampok, menyakiti, memperkosa, dll.), lalu Perbuatan kedagingan (kecabulan, kecanduan, onani, sex tidak sah atau tidak kudus, homoseksual, dosa lidah, perbuatan cemar, dll.), kemudian Dosa hati (niat curang, licik, sakit hati, dendam, kebencian, amarah tersimpan, pikiran cabul, dll.) dan Pengkhianatan terhadap Allah (ke dukun, pakai jimat, pelaris, susuk, mantra dll, ilmu-ilmu gaib, menyembah patung termasuk dalam rupa Yesus, menyembah manusia selain Tuhan, termasuk penyembahan terhadap Bunda Maria dan orang-orang suci, murtad, menyangkal Yesus, kuasa atau karunia Roh Kudus, dll.).

Dalam ukuran dunia, yang disebut orang baik adalah jika anda tidak melakukan dosa tipe Kejahatan. Dan banyak dari kita yang malah memakai ukuran ini untuk mengklaim diri telah hidup benar. Dengan cepat mereka berkata: “saya pergi ke gereja, tidak pernah berbuat jahat. Bukankah itu sudah cukup?”
Itu tidak cukup! Anda juga harus bebas dari segala jenis dosa.

Alkitab berkata “upah dosa ialah maut”, juga berkata “sedikit ragi telah mengkhamirkan seluruh adonan,” yang artinya sebiji dosa saja telah mengotori seluruh kekudusan. Dosa segunung akan bernasib sama dengan yang berdosa sebiji saja, ditolak di surga.

Sekarang anda akan berkata, betapa beratnya ikut Tuhan. Tetapi saya menulis itu agar anda sadar bahwa mengikut Tuhan harus total. Mengikut Tuhan dengan setengah hati memang berat. Sekali masuk ke dalam-Nya, janganlah ingin keluar lagi. Sudahlah, anda menyerah saja pada Yesus. Jika anda masih menginginkan dunia ini, mencoba mendamaikan dunia dengan Roh, anda sudah menjadikan diri anda suam-suam kuku. Yesus berkata bahwa Ia akan memuntahkan mereka yang suam-suam kuku. Ditolak!

Dengan tegas Alkitab berkata bahwa anda tidak boleh beraib, berkerut, bercacat atau bercela. (Lih. I Tesalonika 3 : 13, Efesus 5 : 27, Filipi 2 : 15, Wahyu 22 : 11). Istilah-istilah itu mengacu kepada dosa. Singkatnya: anda tidak boleh memiliki dosa! Satu pun, tidak boleh!

Tapi banyak yang akan protes: kalau begitu, siapa yang layak masuk surga? Memangnya ada yang sempurna? Memangnya ada yang tidak pernah berbuat dosa termasuk yang nulis artikel ini?

Letak masalahnya ialah kesalahpahaman tentang penebusan Yesus atas dosa. Orang-orang berpikir bahwa setelah mereka bertobat dan dibabtis, mereka sudah bebas dari hukum dosa. Padahal pesan Yesus sangat jelas kepada setiap orang yang diampuni-Nya: “Jangan berbuat dosa lagi.” Dan ini sebuah perintah! Jangan!

Orang yang telah lahir baru jika jatuh dalam dosa lagi, mereka adalah orang yang jubahnya kotor. Perihal jubah ini, bukanlah sebuah fiksi, melainkan fakta. Setiap orang percaya mengenakan jubah, rohnya tidak telanjang. Puluhan tahun lalu, saya pernah mati dan bertemu malaikat penjemput saya. Dia mengenakan jubah putih bercahaya, demikian juga saya.

Wahyu 7:9
Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka

Orang yang tidak menerima Yesus, rohnya telanjang. Tetapi orang yang telah menerima Yesus, tidak telanjang, melainkan memakai jubah. Inilah jubah roh, yang disebut juga pakaian pesta Perjamuan Kawin Anak Domba Allah. Akan tetapi jubah itu dapat kotor lagi, manakala kita berbuat dosa. Jubah kotor ini dinamai bercela, ada aibnya. Orang yang ada aib di jubahnya, jika ia mati, ia ditolak di surga.

Matius 22:11-14
Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.

Suatu hari ada seorang muda pelayan Tuhan minta didoakan seorang penginjil tua. Saya hadir disitu dan mendengar. Dan setelah didoakan, penginjil tua ini berkata: “Aku melihat pakaianmu hitam, kotor sekali!”

Pertanyaan berikutnya ialah apa yang harus kita lakukan jika jubah kita kotor (cemar oleh dosa)? Basuhlah segera jubahmu yang kotor itu ke dalam darah Yesus Kristus. Dengan cara apa? Dengan cara mengakui kesalahan tersebut di hadapan Tuhan, didalam doa pribadimu yang berasal dari hati yang jujur. Percayalah satu hal: meskipun anda masih mungkin suatu hari teringat-ingat pada dosa itu, tetapi jika dosa itu telah anda serahkan kepada Yesus, sesungguhnya semua itu telah dihapuskan. TIDAK ADA LAGI.

Wahyu 22 : 14
Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.

Bagaimana kalau kita diam saja, apakah dosa itu otomatis hapus sendiri? Tidak. Sekali dan seumur hidupmu, Tuhan tidak akan pernah memaksakan kehendak-Nya secara otomatis kepadamu. Ia membutuhkan kemauanmu. Kemauan itu memberi-Nya otoritas untuk melakukan intervensi atas hidup kita. Ia Tuhan yang sangat menghormati Pilihan atau Kehendak Bebas manusia. Tetapi tentu, resiko atas kesalahan pilihan, anda tanggung sendiri.

Saudara...
Sekarang kita akan bahas bagaimana caranya supaya tidak jatuh dalam dosa lagi. Yesus telah berkata jikalau anda menerima Roh Kudus, anda akan menerima kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Salah satu artinya ialah dengan Roh Kudus, anda akan sanggup atau kuat untuk hidup di dalam kekudusan.

Kata kuncinya adalah: hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Sayangnya, kebanyakan orang kristen tidak hidup dalam pimpinan Roh, melainkan dipimpin oleh kehendak daging dan egonya sendiri.

Jangan anda berpikir bahwa jika anda sudah lahir baru atau bertobat, otomatis anda akan dipimpin oleh Roh. Ditinggali oleh Roh, itu benar. tapi otomatis dipimpin Roh, itu tidak benar.

Suatu hari saya berkata: “anda adalah supir dari hidupmu, dan Roh Kudus sebagai navigator. turutilah arahan Roh itu sebab Ia memimpinmu ke arah yang benar.” Lalu seorang anak Tuhan menyahut: “serahkan saja setir itu kepada Roh Kudus, selesai persoalan!”

Bukan demikian, saudaraku. Roh Kudus tidak akan pernah mengambil setir itu dari tanganmu. Engkau ini manusia, mahluk yang diciptakan merdeka, berkuasa penuh memilih atau mengambil keputusan atas hidupmu, dan yang akan menanggungjawabi seluruh hidupmu kelak di hadapan pengadilan Allah. Tidak seorangpun bebas dari pengadilan karena berkata: “Allah, selama ini aku telah menyerahkan kemudi pada Roh Kudusmu, jadi jikalau aku bersalah, itu bukan salahku lagi, tapi salah Roh-Mu sendiri. Aku tidak terlibat apa-apa lagi!”

Saudara, engkaulah yang akan tetap memegang setirmu seumur hidupmu. Yang harus anda lakukan ialah mendengarkan Dia, taat dan turuti. Jadi, tunduk pada pimpinan Roh akan tetap menjadi sebuah pilihan. Artinya, anda masih berhak memilih tidak tunduk.
Bangunlah hubungan pribadi yang intim dengan Yesus. Bangunlah cinta yang saling memiliki dan saling memahami satu sama lain dengan Dia. Dalam doa, saya tidak pernah segan untuk berkata kepada-Nya: “Tuhan, aku sayang sama Engkau”. Saya juga biasa berkata: “Yesus, aku ini milik-Mu dan Engkau adalah milikku”. Saya menemukan banyak orang segan untuk berkata begitu. Cukup banyak orang berani berdoa: “Aku milik-Mu, Tuhan”, tapi sedikit sekali yang berani berkata: “Yesus, Engkau milikku...”

Jangan sungkan pada Tuhan Yesus. Dia sangat mengasihimu dan melihat hatimu. Saya menulis ini dibawah kesadaran bahwa Dia membaca setiap kata yang tercipta. Dan anda juga harus sadar, anda membacanya saat ini bersama-sama dengan Dia. Dia kekasih jiwamu. Dia cinta kepadamu, begitu dalam. Lihatlah Dia, Kekasihmu itu!

Semakin anda intim dengan Tuhan, semakin ego anda mengerdil. Suara Roh Kudus akan semakin nyata terdengar. Karaktermu yang keras akan berubah sangat lembut dan rendah hati. Kasih dan kejujuran akan semua orang akan meminyaki matamu. Engkau tidak akan membenci siapapun, dan tidak akan ketus pada siapapun.

Intimlah dengan Yesus. Persembahkanlah jam doa utamamu. Pagi buta yang tenang adalah yang terbaik. Tetapi selebihnya, teruslah berdoa setiap saat. Manfaatkanlah setiap kesendirianmu, sesingkat apapun waktunya untuk mengucapkan sesuatu pada Yesus. Ada saatnya kantormu sepi, hentikan semua aktivitas satu dua menit, pandanglah ke atas, ke arah-Nya, dan berbicaralah.

Berdoalah sebanyak-banyaknya. Lebih baik anda lebih sering menyendiri untuk berdoa daripada ngumpul-ngumpul dengan teman dengan obrolan yang tidak bermanfaat. Anda harus berada pada kesadaran bahwa anda ini tidak berasal dari dunia lagi. Anda tahu dunia ini akan segera berlalu dalam kebinasaan, dan semua orang akan masuk ke dalam kehidupan kekal, entah di surga atau di neraka mengerikan. Anda harus semakin mendekat kepada Tuhan dan semakin menjauh dari dunia.

Bangunlah kasih akan Tuhan serta kepada sesama manusia. Hiduplah rendah hati dan mampu mengendalikan diri. Jadilah lemah lembut, sebagai ciri anak-anak Allah.

Ketika anda sudah intim dengan Tuhan, anda akan merasakan penggembalaan langsung dari-Nya. Anda akan dibawa-Nya ke dalam perjalanan iman yang penuh kesaksian. Anda akan melihat tanda-tanda heran. Ia akan membawamu ke dalam persahabatan yang penuh urapan. Anda dapat menjadi Ir. Niko yang baru, John Hartman yang baru, Reinhard Bonnke yang baru, Smith Wigglesworth yang baru, John Wesley, DL. Moody, bahkan Musa yang baru.

BETAPA CINTANYA YESUS KEPADAMU


BETAPA CINTANYA YESUS KEPADAMU

Yohanes 15:9 
Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.

Saudaraku dalam kasih Tuhan...

Tiba saatnya, Yesus akan berdiri sebagai Hakim atas nama Bapa-Nya, untuk hukum-hukum Bapa-Nya. Dan Ia akan menghakimi tanpa pandang muka. Tidak ada yang terlalu keren di mata-Nya sampai orang itu lolos dari pemeriksaan. Apakah anda merasa keren sekarang? Anda juga tidak akan lolos. Yesus memperjuangkan ketaatan manusia pada hukum-hukum Bapa-Nya. Ia mengajarkan itu, menyerukan itu. Tidak ada pengenduran standar kekudusan surgawi oleh Yesus Kristus. Jangan anda berpikir bahwa karena kasih karunia, anda sekarang bebas dari jangkauan hukum kekudusan Allah. Pengajaran-pengajaran yang mengesankan Yesus terlihat sebagai Seorang pengajar liberal, berasal dari iblis. Tolaklah itu.

Tetapi Yesus adalah Pribadi kasih. Ia penuh belas kasihan. Ia panjang sabar, lemah lembut, rendah hati. Ia memerintah kita dengan cinta. Ia memandang kita dengan kasih. Tidak ada kebencian dalam sorot mata-Nya pada siapapun manusia. Tidak pada anda, tidak juga pada tetangga jutek yang suka menjahati anda itu.

Suatu hari, seorang nyonya kehilangan emasnya. Ia dan suaminya telah memakai cara tradisional menyimpan emas-emas itu. Mereka menaruhnya dalam suatu wadah, lalu menimbunnya di pekarangan belakang. Mungkin itu lebih aman dalam pikiran mereka, karena perampok tidak akan pernah mengira hal seperti itu, juga kalau suatu hari rumah kebakaran atau apa, orang ramai tidak menemukan apa-apa di dalam kamar. Sependengaran saya, ada beberapa kilo emas.

Lantas suatu hari, mereka menggali tempat itu. Betapa terkejutnya, emas-emas itu tidak ada lagi. Hilang lenyap tanpa tanda-tanda. Meraunglah mereka, terutama si nyonya. Pertengkaran tentu saja terjadi. Mereka mulai saling menyalahkan. Si suami ngotot hendak konsultasi ke "orang pintar", tetapi si nyonya yang rupanya cukup mengerti firman Tuhan, mencegah dengan keras. Pertengkaran tentu makin panas, debat-debat pun meletus. Lalu keluar ultimatum. Si istri diberi tenggat waktu untuk mencari solusi, jika tidak berhasil, harus setuju ke dukun.

Syukurlah, nyonya itu datang pada Yesus, Dia yang sangat mengasihi dia. Bermula dari teman curhatnya, yang menyarankannya datang ke gereja Tuhan yang ada di sekitar lingkungan itu. Kebetulan malam itu kami sedang berkumpul di gereja dalam acara pertemuan pelayan. Nyonya itu datang dan langsung berlutut di hadapan pak pendeta, menangis tersedu-sedu minta didoakan. Tidak seorang pun dari antara kami mengenalnya, karena dia bukan jemaat kami. Tetapi karena dia datang pada Yesus, kami semua mendoakannya didalam kasih dan persaudaraan, setelah tahu apa masalahnya.

Puji Tuhan, pertolongan dari surga terjadi. Tuhan menggerakkan mereka menggali ke suatu sudut lain dari pekarangan itu, dan ketemulah emas-emas itu utuh disana. Tak ada yang hilang. Tidak ada penjelasan apa-apa yang mereka peroleh kenapa emas itu pindah kesitu dan sejak kapan. Biarlah itu tetap menjadi sebuah misteri. Yang penting, emas-emas mereka telah kembali.

Tetapi sejak itu, si nyonya itu tidak pernah datang lagi ke gereja. Tidak untuk sekedar mengucapkan terimakasih, apa lagi untuk turut beribadah. Dia sepertinya telah menjadi sasaran bisik-bisik miring di kalangan jemaat yang suka berbisik, tentang contoh manusia yang tidak tahu terimakasih, contoh manusia yang lupa akan Tuhan setelah memperoleh pertolongan, dan lain sebagainya.

Seseorang bertanya pendapat saya tentang dia. Saya tidak memiliki pendapat apa-apa kecuali menurut hati Yesus: ratusan juta orang kristen di dunia ini seperti itu, melupakan Tuhan setelah memperoleh pertolongan bahkan mukzizat dari Tuhan Yesus. Itu menyedihkan hati Tuhan, tetapi Dia tetap mengasihi mereka.

Bagaimana kalau suatu hari emas-emas mereka itu hilang lagi, dan oleh karenanya nyonya itu datang lagi ke gereja kita seperti dulu, menangis dan minta didoakan, apa kira-kira komentar jemaat-jemaat? Kemungkinan terbesar, jemaat yang sudah lebih dulu muak mungkin akan semakin muak dan menolak untuk berdoa. Benar? Tetapi bagaimana dengan Yesus? Apakah Yesus juga muak dan berkata: "Enyahlah kau perempuan yang tidak tahu berterimakasih!!"

Tidak. Secuil pun tidak! Yesus akan tetap memeluknya dan menolongnya dengan penuh kasih sayang.

Saudaraku....

Yesus tidak menolak siapapun yang datang kepada-Nya. Ia tidak membuang siapapun. SIAPAPUN.

Kasih Yesus sempurna. Sebagaimana antusiasme-Nya mengampunimu di kali pertama, seperti itu juga Ia tetap antusias mengampunimu untuk keseribu kalinya, bahkan untuk kesalahan yang sama!

Dan kita diajar untuk memiliki kasih pengampunan yang seperti itu pula, kasih yang kita terima dari Roh Kudus, yang telah kita peroleh secara cuma-cuma, untuk kita bagikan pula secara cuma-cuma.

Yohanes 13:34
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

I Yohanes 4:8
Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Sekarang, mungkin ada yang bertanya, lalu bagaimana dengan standar hukum-hukum Allah yang menjadi pegangan Tuhan Yesus seperti yang saya tuliskan di paragraf pertama? Bagaimana menjelaskannya sementara Yesus memerintah kita dengan kasih..?

Kedua hal itu nampaknya bertolak belakang. Benar, dan hal itu telah menjadikan banyak orang yang kurang berhikmat menjadi sesat. Sebagian besar orang kristen telah menjadi liberal dengan alasan kasih Tuhan yang sempurna, dan sebagiannya lagi menjadi sangat arogan, sombong rohani, dengan alasan standar hukum Tuhan. Hanya sebagian kecil umat kristen yang benar-benar tunduk pada pimpinan Roh dan menerima urapan hikmat. Allah kiranya menambahkan jumlah yang sedikit itu.

Saudaraku kekasih dalam Tuhan Yesus...

Setiap orang memiliki standar. Setiap istri, dan setiap suami memiliki standar. Tidak semua tindakan istri disukai suami, dan tidak semua tindakan suami disukai istri. Jika seorang istri selalu suka dengan apapun tindakan suaminya atau sebaliknya, berarti dia tidak memiliki standar. Tetapi orang seperti itu tidak ada. Orang gila di lampu merah, kalau diganggu pun, ia akan mengejarmu. Ia tetap memiliki standar, yang menjadi garis batas dari rasa suka dan tidak suka, rasa nyaman dan rasa terganggu.

Seorang istri tidak suka ditampar suami, dan seorang suami tidak suka direndahkan istrinya. Suami menginginkan penghormatan atas supremasinya, istri menginginkan kesetaraan serta penghargaan atas kedudukannya. Kedua tuntutan standar itu dapat berbenturan sewaktu-waktu, bahkan sering kali menjadi akar dari perpecahan rumah tangga yang pernah terjadi.

Seorang suami berharap istrinya menghidangkan sarapan dan membuatkannya kopi. Itu adalah standar yang diinginkan banyak suami, atau katakanlah saya sendiri. Tetapi kaum istri, atau katakanlah istri saya sendiri, tidak selalu melakukannya.

Kawan, ketika engkau pulang kantor, istrimu tentu tidak suka engkau menaruh sepatumu di atas meja, atau kaus kakimu di atas kulkas. Itu standar mereka, tetapi kita, atau katakanlah saya sendiri, tidak selalu memenuhinya.

Ketika standar kita dilanggar, ada sesak di dada kita. Ada rasa keluhan tersembunyi. Itu pasti terjadi, dan itu bukan dosa. Tetapi seorang suami yang cinta istrinya, tidak serta merta menampar istrinya karena tidak membuatkan sarapan, atau seorang istri tidak serta merta menuntut cerai karena kaus kaki di atas kulkas. Rasa kesal, rasa sesak di dada, memang pasti akan terjadi seketika itu. Tetapi cinta akan mengalirkan kesabaran. Cinta akan mengerem dan memunahkan amarah, seperti air memadamkan bara kayu bakar di tungku. Cinta akan mengalirkan pengampunan. Cinta akan selalu memberikan kesempatan untuk berubah.

Di pihak yang melanggar standar, cinta akan pasangannya akan membuatnya tidak ingin mengulangi lagi. Cinta akan membuatnya mendekat dan meminta maaf, menyesali perbuatannya. Cinta akan mampu memberinya motivasi untuk berubah, untuk hidup seturut standar orang yang dicintainya.

saudaraku yang baik....

Sudahkah anda menangkap sebuah penjelasan tentang perjalanan hubungan kita dengan Yesus? Ketika anda melanggar firman-Nya, Ia tidak suka dan ada rasa sesak di dada-Nya.

Tetapi karena kasih-Nya yang tak terukur dalamnya akan anda, Ia tidak lantas marah-marah, tidak ngamuk-ngamuk kepada anda. Ia tetap menyediakan anda pengampunan, Ia bersabar, dan akan tetap seperti itu seumur hidup anda. Ia terlalu mencintai anda, dan tetap memberi anda kesempatan untuk berubah. Bukan hanya kesempatan kedua atau ketiga, tapi bila pun itu kesempatan yang sejuta kalinya, Ia tetap memberikannya, dan senantiasa: dengan sorot mata cinta yang lemah lembut.

Pengampunan sejati hanya dapat berasal dari cinta yang murni. Maka janganlah sia-siakan kasih-Nya itu. Bangunlah cintamu akan Dia juga, dan cinta itu akan membuatmu mampu untuk tidak mengulangi lagi, atau untuk kembali kepada-Nya. Cinta akan Dia akan memberimu motivasi untuk berbuah, untuk hidup seturut standar-Nya.

"Marilah kepada-Ku, kekasih-Ku. Cintailah Aku sebab Aku ini sangat merindukanmu. Aku tidak ingin kehilanganmu dan tidak sedetikpun muncul niat di hatiku untuk membenci atau membuangmu. Aku sangat mengasihimu."

Berpeganglah kepada hati Tuhan, sahabatku. Selama kita bernafas, kasih karunia-Nya tidak diambil dari kita. Sambil kita menyadari, bahwa kelak ketika cerita zaman ini telah ditutup, saatnya akan tiba Dia berdiri sebagai Hakim Yang Adil, yang tidak memandang muka. Jadi janganlah sia-siakan kesempatan ini untuk memastikan keselamatanmu. Ia telah mengundangmu untuk datang pada-Nya, sebab hanya Ia yang mampu menyelamatkanmu, siapapun engkau dan betapapun buruknya hidupmu hari ini. Maka datanglah sekarang.

Yesus mengasihimu.

MENGAPA BERCERAI TIDAK BOLEH


MENGAPA BERCERAI TIDAK BOLEH

Karena Bapa kita adalah Bapa yang kekal, dalam segala aspek.

Ketika Ia mengeluarkan satu hukum, hukum-Nya itu kekal. Ketika Ia mencampakkan manusia ke dalam neraka, penghukuman itu kekal dan tidak ada lagi jal
an keluar. Ketika nanti anda ditempatkan-Nya di sorga, kedudukanmu itu kekal dan tidak ada yang dapat mengugatnya lagi.

Ketika Ia mengampuni suatu dosa, pengampunan itu kekal, dan tidak ada lagi yang dapat mengungkit dosa itu di hadapan Pengadilan-Nya.

Ketika Ia mengutuk bumi oleh dosa Adam, kutuk itu kekal sampai bumi nantinya binasa.

Ketika Ia menetapkan Yesus, Anak Tunggal-Nya, sebagai satu-satunya Jalan Keselamatan, ketentuan-Nya itu kekal dan tidak ada yang bisa menambahkan jalan lain. Ada pendeta-pendeta yang mengajar begini: "kita tahu Yesus jalan keselamatan, tapi Allah kan punya hak prerogatif, jadi Dia berhak saja untuk meletakkan seseorang yang menolak Yesus di sorga karena hak prerogatif itu". Jangan dengarkan ajaran seperti ini, itu sesat! Keputusan Allah kekal, karena Dia Bapa yang kekal.

Dan ketika Ia mengikat sepasang manusia ke dalam satu perkawinan di bumi ini, di dalam nama Yesus Kristus, maka pengikatan-Nya itu berlaku seumur hidup, selama orang itu masih ada di bumi ini.

Oleh ketentuan kekal-Nya itulah maka setiap perkawinan yang diikatkan di dalam nama Yesus, menurut kemauan kedua belah pihak, maka perkawinan itu telah memasuki dimensi hukum kekal Allah. Tidak ada manusia yang dapat menceraikannya. Barangsiapa menceraikan manusia yang diikatkan oleh Allah Yang Hidup, kebinasaan akan menerpa orang itu. Dan barangsiapa menceraikan suaminya, atau istrinya, ia berdosa. Kebinasaan juga akan menjadi bagiannya. Dan hanya pertobatan di hadapan Yesuslah yang dapat meluputkan segala kebinasaan.

Oleh dimensi kekekalan Allah, maka pasangan yang bercerai, meskipun secara fakta mereka telah hidup sendiri-sendiri, tetapi sesungguhnya mereka tidak pernah bercerai di hadapan Allah kita. Meskipun sudah puluhan tahun si suami ada di Perancis, si istri telah ada di Timor Leste, di hadapan Allah mereka tetap sepasang suami istri.

Karena di hadapan Allah Kekal mereka tidak bercerai, maka terpantang bagi mereka menikahi atau dinikahi oleh orang lain.
Barangsiapa menikahi perempuan cerai, ia dan perempuan itu berzinah di hadapan Allah. Barangsiapa menikah dengan pria cerai, ia dan pria itu berzinah di hadapan Allah. Kebinasaan akan menjadi bagian mereka di dalam kekekalan. Tetapi pertobatan di dalam Yesus berkuasa meluputkan segala kebinasaan, asalkan suatu kesalahan tidak dilanjutkan setelah bertobat.

Barangsiapa pendeta, ya, barangsiapa pendeta atau siapapun yang mewakili nama Yesus, menikahkan orang cerai, kebinasaan akan menjadi miliknya di api kekal.

Pengukuh dan pengesah perkawinan adalah Allah Yang Hidup, sedangkan hamba Tuhan hanyalah alat Tuhan. Maka jikalau alat itu berbuat hal yang bertentangan dengan Allah Yang Hidup, ia adalah hamba yang memberontak dan lebih parah lagi, mempermainkan nama Tuhan. Hanya darah Yesus yang dapat meluputkannya dari kebinasaan, jika dia bertobat dan menyesali kesalahan.

Perzinahan harus dihentikan, dan cara menghentikan perzinahan adalah memisahkan diri satu sama lain. Berhati-hatilah. Allah tidak dapat kita permainkan.

Orang cerai, setelah ia bertobat, mestinya kembali kepada suami/istrinya itu. Tetapi jika hal itu tidak dapat lagi karena satu dan lain hal, ia harus tetap tinggal dalam kesendiriannya, sampai ikatannya dengan suami/istrinya itu diputus oleh kematian.

Matius 19:6
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia

Lukas 16:18
Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah

Berhati-hatilah wahai saudaraku semua...
Ini adalah akhir zaman. Tahun-tahun belakangan ini banyak sekali pengajaran sesat masuk ke dalam gereja, semua, ya, semua gereja, tanpa pandang aliran.

Jikalau anda membaca satu larangan di dalam firman, lalu pengajar-pengajar teologia memakai ayat-ayat lain sebagai alasan, lalu dengan semua alasan itu, ia menyimpulkan bahwa apa yang terlarang itu telah menjadi boleh, catatlah baik-baik: itu dari iblis!

Sebagaimana cara iblis menyerang Hawa, serta upayanya menggodai Yesus, demikian pula iblis memakai cara yang sama hingga hari ini untuk mencoba menyesatkan anda dan saya: ia memakai banyak ayat untuk mematikan ayat yang lain.

Alkitab tidak pernah bertentangan. Jika banyak ayat seolah-olah terkesan mengingkari suatu ayat tertentu, itu hanyalah cara roh penyesat dalam memanipulasi kebenaran Tuhan dan menyesatkan kita.

Yohanes 3:36b
...tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.

Anda dapat tidak setuju, tapi hakimnya bukanlah anda, melainkan Firman Allah. Sekali Firman itu telah Ia keluarkan, tidak seorang pun dari antara kita berkuasa menghapus keberlakuannya.

Mari saudaraku, di akhir zaman ini, kita harus benar-benar hidup kudus dan taat kepada Yesus, sebab tidak lama lagi Ia benar-benar akan datang. Maranatha.

CARA IBLIS MENYESATKAN KITA





CARA IBLIS MENYESATKAN KITA

Saudara-saudaraku kekasih di dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus...

Artikel ini mungkin cukup panjang, tapi sangat perlu bagi kita. Simpanlah di komputer saudara bila belum punya waktu membacanya saat ini. Sila
kan anda bagikan pada yang lain bila anda terbeban, bahkan bila anda ingin memprint untuk keperluan anda sendiri atau untuk dibagi-bagikan kepada saudara terdekat, silakan saja.

Tulisan saya kali ini bersifat peringatan agar hati-hati, agar waspada terhadap kelicikan musuh kita si penipu. Jadi sebenarnya tulisan ini lebih saya tujukan kepada rekan-rekan saya, para hamba Tuhan, para pengkhotbah, para pembimbing rohani, para konselor, khususnya para pengajar yang akhir-akhir ini banyak sekali menulis di facebook dan keseluruhan internet, entah di blog sendiri, entah di situs-situs umum.

Kita sedang berdiri di akhir zaman, dan di zaman akhir ini, penyesatan telah dan semakin merajalela. Iblis tetap bekerja bahkan semakin gencar di masa-masa penghabisan ini. Tidak ada gereja yang kebal dari kemungkinan dimasuki penyesatan. Semua dapat dijangkau dan diracuni.

Hadirat iblis memang lari dari ibadah kita, ketika seluruh jemaat bersehati mengusirnya dengan iman yang sungguh. Tapi penyesatan adalah anak panah iblis yang menempel dan menyatu di pikiran manusia. Ke pertemuan ibadah manapun manusia itu pergi, kesesatan itu tidak akan ikut lari. Sebab kesesatan menempel di dalam sistem keyakinan manusia. Cara satu-satunya menyembuhkan kesesatan adalah bila kebenaran Yesus Kristus disuntikkan ke pikirannya. Awalnya akan terjadi polemik di pikirannya, mana yang benar mana yang salah. Tapi ketika ia mengasihi Allah, serta bergumul di dalam doa dengan penyangkalan diri, mencari wajah Tuhan untuk meminta kebenaran, Roh akan memberitahu kepadanya kebenaran-Nya. Tepat pada waktunya, ia akan bertobat.

Dari manakah datangnya penyesatan? Ia berasal dari roh-roh penipu yang bekerja aktif di alam roh, dan disebarluaskan kepada jemaat melalui khotbah atau ajaran-ajaran. Jadi ketahulilah, penyesatan bekerja dari mimbar, dari depan, bukan dari kursi belakang.

Hamba-hamba Tuhan adalah golongan yang paling diincar iblis untuk program penyesatan. Ini sehubungan dengan kapasitas wibawa dan pengaruh luas yang ada pada mereka. Semakin besar pengaruh seorang hamba Tuhan, sebenarnya ia semakin diminati kerajaan penyesat.

Jadi besarnya ukuran gereja dan popularitas si pendeta tidak boleh kita jadikan patokan untuk memastikan apa pun. Kebal tidaknya seorang pengajar dari kesesatan tidak tergantung kepada jumlah jemaat, popularitas atau megahnya gereja, tapi kepada ada tidaknya pintu yang terbuka bagi iblis untuk masuk ke pikirannya.

Iblis berani datang dan mencoba menipu daya siapa saja. Jangankan hamba-hamba Tuhan yang terkenal ke seluruh dunia, bahkan kepada Yesus sendiripun iblis berani datang dan mencoba menipu-Nya. Ini fakta pertama yang harus kita ketahui, sehingga kita semua bisa mengambil sikap yang benar.

Dari fakta pertama yang kita singkapkan itu, inilah pesan-pesan yang hendak saya bagikan: kepada jemaat, berdoalah untuk gembala sidangmu, para pengkhotbah, para pemimpinmu di kelompok-kelompok kecil yang anda ikuti, bahkan juga untuk para pengajar yang buku atau tulisan-tulisannya anda baca. Jujur, saya sangat berharap ada kiranya di antara pembaca yang membawa saya dalam doanya. Jangan berhenti menopang para hamba Tuhan dengan doa-doamu. Bukan hanya di ruang ibadah di depan telinganya, tetapi terlebih di kamar doa pribadimu di rumah. Berdoalah bagi mereka untuk pengurapan Tuhan, penyertaan dan penopangan Roh, agar kepada mereka semakin disingkapkan pewahyuan-pewahyuan dari Allah, dan agar mereka terhindar dari pengajaran-pengajaran yang salah.

Juga janganlah kita mengultuskan hamba Tuhan manapun. Anda harus memiliki pemahaman yang jelas perbedaan antara menghormati dengan mengultuskan.

Khusus mengenai pengultusan ini, dari apa yang saya amati di lapangan, lebih banyak digerakkan oleh lapisan kedua atau ketiga kepemimpinan, atau yang umumnya dinamai pelayan-pelayan gereja. Sering kali gembala sidang sebenarnya seorang yang rendah hati, tetapi pelayan-pelayan pembantu yang ada di bawahnya, sering kali terjebak menjadi seorang yang bersikap penjilat, supaya nampak dekat dengan atas, yang ketika berhadapan dengan kumpulan kecil, secara tidak sadar, mendorongkan gejala pengultusan ini. Sedikit-sedikit, mereka berkata: “Kata Pak Gembala... Perintah Pak Gembala... Pak Gembala bilang...”.

Saudaraku, itu mengintimidasi jemaat, membuat mereka gagal menjadi imamat yang rajani, terjebak kepada roh yang ketergantungan pada wibawa manusia. Bahkan seringkali cara-cara seperti itu menghalangi Roh Kudus sendiri. Anda tahu, Roh Kudus dapat berbicara lewat siapa saja tanpa pandang jabatan dalam kumpulan. Ketika anda –sebagai pelayan jemaat di pertemuan itu- membantah suatu pewahyuan ilahi hanya karena statusnya jemaat biasa dengan jurus: “Pak Gembala bilang...”, anda berpotensi menyeret domba-domba awam yang hadir disitu untuk terpisah dari Gembala Agung mereka, Yesus Kristus.

Maka kita semua, pelayan-pelayan di gereja, harus menjalin hubungan langsung dengan Tuhan. Meskipun kita menerima gaji dari gereja misalnya, tetap Tuan kita satu-satunya adalah Yesus. Tuhanlah satu-satunya yang kita kultuskan. Nama Yesuslah satu-satunya yang kita nyatakan dan banggakan. Jadi ketika seorang jemaat awam bertanya sesuatu kepada kita, kita jangan lagi berkata: “Pak Gembala bilang...”, tapi harus berkata: “Tuhan Yesus bilang...” atau “Alkitab berkata...”, sekalipun anda pada awalnya memperoleh hikmat jawaban itu dari khotbah Pak Gembala. Kenapa? Sebab Pak Gembala sendiri memperolehnya dari Tuhan Yesus, dan dia sama saja dengan kita, seorang hamba.

Saya juga menyarankan kepada para pemimpin supaya tidak terlalu mudah mengangkat seseorang menjadi pelayan jemaat. Selain telah memiliki hubungan pribadi yang intim dengan Yesus, ia juga haruslah memiliki hati seorang hamba, yang rendah hati, lemah lembut dan tidak menganggap dirinya lebih utama dari jemaat yang diasuhnya. Jika seseorang masih berwatak mencari pengakuan identitas, memiliki kebanggaan diri yang besar, lebih baik jangan dulu dijadikan pelayan apalagi pelayan penting. Orang-orang seperti itu mudah diperdaya pikiran kedagingan dan roh-roh penyesat.

Tahukah anda? Sepanjang sejarah gereja, dari yang terdahulu sampai yang terbaru, kesesatan selalu dimulai ketika gembala sidang telah dikultuskan. Pengultusan akan membuat jemaat tidak berani menguji ajaran gembala sidang sekalipun di dasar hatinya. Ia merasa berdosa untuk meragukan khotbah gembalanya. Dan ketika suatu hari, si gembala mengajarkan sesuatu yang salah, diterimalah kesalahan itu sebagai “sabda yang kudus dari Allah.” Dalam waktu cepat, tersesatlah gereja itu dari pusat sampai cabang-cabangnya.

Saudara...

Jangan takut untuk menguji setiap ajaran dari siapapun. Itu perintah Tuhan, dan dinyatakan pula oleh rasul-rasul. Yesus berkata: supaya kita tidak disesatkan oleh siapapun. Jadi bila anda mendengar ajaran-ajaran yang masih asing bagi anda selama ini, atau nubuat-nubuat, ujilah semua itu.

Menguji ajaran bukanlah bentuk dari penghakiman atau tidak menghormati, melainkan wujud dari kewaspadaan kita. Anda tahu, kelak setiap orang akan menghadapi Pengadilan Allah sendiri-sendiri. Anda tidak dapat dibenarkan karena alasan: “TUHAN, kalaupun aku sesat begitu, itu karena aku menghormati hamba-Mu dan tidak berani menguji khotbahnya”. Sudah terlalu banyak orang kristen mati sia-sia di dalam neraka karena terseret oleh kesesatan pemimpinnya. Mereka adalah orang buta yang dituntun orang buta, yang keduanya akan jatuh ke dalam jurang maut.

Firman Tuhan berkata:

Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. (I Tesalonika 5 : 21)

Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!”
(Matius 24 : 4).

Tetapi juga jagalah jangan sampai anda, dengan alasan menguji, lalu jatuh ke dalam dosa menggosip atau mengata-ngatai hamba Tuhan di belakangnya, atau menghakiminya tanpa kebenaran apa-apa. Menguji suatu ajaran adalah dengan merenungkan Alkitab, menggumulinya dalam doa, dan bila dirasa penting, mintailah pendapat hamba-hamba Tuhan lainnya yang dapat anda percayai kematangan rohani serta memiliki pengurapan Roh Tuhan. Jika anda sungguh-sungguh mencari hikmat Tuhan, Dia yang menghendaki anda untuk tidak disesatkan oleh siapapun, tepat pada saatnya akan menyingkapkan kepada anda.

Jadi betapa perlunya anda bertumbuh di dalam pengenalan dan penguasaan firman Tuhan supaya anda tidak mudah diombang-ambingkan rupa-rupa pengajaran. Sejak sekarang, anda harus banyak membaca Alkitab. Alkitab anda harus terlihat makin lama makin kucel, karena sering-sering dibaca dan distabilo.

Kita juga harus memiliki pergaulan yang intim dengan Tuhan melalui kehidupan doamu. Jangan berdoa seperti mengguman kepada diri sendiri, tapi berbicaralah kepada Tuhan yang mendengar. Bangun kesadaranmu bahwa Yesus hadir, mengenalmu dan mengasihimu, meski mata anda tidak bisa melihat-Nya.

Sekedar berbagi pengalaman, saya sering kali harus menangis bercucur air mata dengan berlutut di hadapan Yesus di kamar doa saya, ketika saya bergumul menguji suatu pengajaran yang asing di telinga, atau suatu yang disebut-sebut nubuat atau pewahyuan dari Tuhan. Bahkan sampai hari ini, saya masih memiliki beban pergumulan tentang beberapa ajaran, yang tidak perlu saya ungkapnya disini.

Ketika anda merasa asing, jangan langsung dakwa ajaran atau nubuatan itu sesat, kecuali anda sudah memiliki kematangan dalam hikmat Roh Kudus. Ujilah dahulu. Gumulkanlah dahulu, bila penting dengan berpuasa, sampai anda menperoleh pernyataan Tuhan. Pecayalah, Tuhan kita adalah Tuhan yang berbicara. Jika ternyata sesat, tolaklah, tetapi jika itu kebenaran dari Tuhan, terimalah sebagai berkat rohani.

Dan untuk saudara-saudara para hamba Tuhan, kita semua harus senantiasa menyangkal diri di hadapan firman Allah. Jangan biarkan kebanggaan ego memasuki hatimu. Jangan berprilaku seperti bangsawan-bangsawan di hadapan rakyat jelata. Bersikaplah sebagai saudara, sahabat dan teladan bagi mereka, bukan sebagai kultus yang harus ditakuti. Janganlah intimidasi jemaatmu dengan rupa-rupa ketakutan untuk menguji ajaranmu. Beranilah untuk diuji, sebab Allah kita sendiri berani untuk diuji. Jangan biarkan mereka mencium tanganmu seperti mereka mencium tangan seorang dewa, melainkan kita harus tetap melayani dengan merendahkan diri, yang sanggup membasuh kaki mereka, seperti teladan yang Tuhan ajarkan. Penuhlah oleh kasih dan belas kasihan.

Di kamar doa pribadi, kita harus tetap berlutut, merendahkan diri di hadapan takhta Bapa. Paling tidak, itulah yang saya lakukan terus menerus, bahkan sering kali saya sampai telungkup tiarap di hadapan-Nya, menangis tersedu-sedu seperti anak kecil. Dan hal terkuat yang selalu saya peroleh dari bimbingan Roh-Nya yang lembut, ialah bahwa Ia sangat mengasihi kita serta Ia mengharapkan kita taat kepada-Nya.Kasih-Nya dan ketaatan kita, itulah yang Ia ajarkan di hati saya. Dan itulah inti dari segala tulisan saya yang pernah saya bagikan kepada anda. Dengan iman, kita mempercayai kasih karunia-Nya. Dan dengan kerelaan membayar harga, kita menuruti semua firman-Nya.

Saudara...

Tujuan iblis adalah untuk memisahkan kita dari Bapa. Tetapi banyak saudara kita tidak percaya bahwa iblis dapat menerkam mereka. Mereka menerima suatu pengajaran yang salah, yang berkata: sekali bertobat, selamanya selamat. Dengan doktrin sesat yang dinamai Antinomianisme ini, mereka menjadi sangat tidak hati-hati serta sanggup melanggar rupa-rupa firman Tuhan tanpa merasa bersalah sama sekali. Mereka jatuh ke dalam jurang kenyamanan, menjadi kaum yang dinamai Tuhan sebagai “Jemaat Laodikia.”

Paulus memang membuat suatu pernyataan tegas di dalam Roma 8 : 31-35. “Jika Allah ada di pihak kita, siapakah yang menjadi lawan kita? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus?” Ini menjadi salah satu kutipan yang paling sering diambil, secara sembarang. Tetapi mereka tidak mengerti bahkan tidak mau tahu, siapakah yang Paulus maksudkan dengan “kita” di dalam pernyataannya itu. Untuk mengetahuinya, kita harus melihat ke ayat-ayat awal dari pasal tersebut. Saya kutip Roma 8 : 8, 13, 14 dan 17 :

8. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. 13. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
14. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah
17. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Jadi orang-orang kristen yang hidup dalam daging, atau yang jalan hidupnya menentang firman Allah, tidak termasuk sebagai “kita” dalam pernyataan Paulus di atas. Dengan kata lain, dosa akan membuat kita terpisah dari Allah. Dan inilah peluang bagi iblis untuk merampas kita dari Bapa, yaitu jika ia dapat membuat kita jatuh dalam dosa.

Ketika seorang anak Allah telah tercemar oleh dosa, iblis juga akan mendakwa dan membuatnya terintimidasi, sehingga dia merasa tertolak oleh Allah. Ia merasa tidak diterima untuk kembali, gersang dan hampa, tiada pengharapan. Bahkan sering pula musuh mendakwa kita untuk dosa-dosa kita di masa lalu, yang telah pernah kita selesaikan di hadapan Tuhan.

Saya harus membuat pemahamannya jelas. Ketika kita tercemar oleh dosa, kita memang terpisah dari hadirat Allah. Tetapi terpisah berbeda dengan dibuang. Keterpisahan itu bukan oleh penolakan Allah, tetapi karena kesalahan langkah kita sendiriSebaliknya Bapa memanggil kita untuk kembali dan Ia ingin memeluk kita.

Pernahkah anda melihat seorang anak yang terpisah dari ibunya di mall karena anak itu terlalu larut dengan keasikan di kiri kanannya, sehingga ia tidak fokus mengikuti langkah ibunya? Itulah yang disebut terpisah. Keadaan itu terjadi bukan karena si ibu membuang atau menolak anaknya, tapi karena anaknya melangkah ke arah yang lain. Lalu apa yang akan dilakukan si ibu tersebut? Bukankah ia akan mencari anaknya kesana kemari sampai ketemu? Dan jika sudah ketemu, apakah yang akan dilakukannya? Membuangnya ke dalam api atau memeluknya erat-erat? Demikianlah apa yang saya maksud terpisah dari Tuhan, usaha-usaha apa yang akan Tuhan lakukan untuk memanggil kita kembali, dan jika kita sudah kembali, apa pula yang akan Ia lakukan atas kita.

Tapi ingatlah teguh di dalam hatimu hikmat Roh ini, bukan Tuhan pengikut kita, kitalah pengikut Tuhan. Jadi kebenaran Tuhan yang berlaku, bukan kebenaran pendapat kita sendiri.

Saudara...

Selain mendakwa, membuat kita kehilangan keberanian menyapa Bapa di dalam kasih mesra, iblis juga memiliki banyak jurus yang lain. Terhadap anak-anak Tuhan yang imengejar ketaatan dan kekudusan, iblis punya jurus yaitu menjerumuskan mereka kepada pikiran-pikiran legalisme, sehingga mereka justru menyangkal kasih karunia, dan mengira keselamatan adalah buah dari ketaatan mereka. Tetapi jurus tertua yang pernah dipakainya memperdaya manusia, khususnya anak-anak Tuhan yang percaya kepada kasih karunia Allah, adalah membuat kita merasa benar untuk berbuat dosa.

Hari-hari ini, begitu banyak anak-anak Tuhan yang berdiri sebagai pengajar-pengajar firman, telah berubah menjadi penyesat, kebanyakan tanpa mereka sadari. Iblislah yang menipu mereka, dan setelah mereka tertipu, mereka mengajarkannya kepada jemaat, atau pembaca-pembaca mereka. Demikianlah roh penyesat itu bekerja di tengah-tengah umat pilihan Allah, dan karena ketidakwaspadaan, banyak di antara kita sesungguhnya telah jatuh tanpa disadari.

Saya pernah membaca sebuah tulisan seorang teolog, yang sepertinya cukup berwibawa di suatu area pendidikan teologia, mengenai makan darah.

Dengan terang, Perjanjian Baru melarang kita makan darah (baca Kis. 15: 29). Tapi ahli teologia ini, telah menjadikannya boleh-boleh saja. Dia mengubahnya dengan argumentasi-argumentasi kurang lebih seperti ini:

- Kita selamat karena kasih karunia oleh iman, bukan oleh perbuatan. Dijelaskan panjang lebar, dicantumkan ayatnya.
- Kerajaan Allah bukan soal makanan dan minuman. Dijelaskan panjang lebar, dicantumkan ayatnya.
- Apa yang masuk ke dalam mulut, masuk ke dalam jamban. Dijelaskan panjang lebar, dicantumkan ayatnya.
- Tidak ada yang haram. Dijelaskan panjang lebar, dicantumkan ayatnya.
- Taurat tidak menyelamatkan. Dijelaskan panjang lebar, dicantumkan ayatnya.
- Kasih Allah tidak berkesudahan. Dijelaskan panjang lebar, dicantumkan ayatnya.
- Kita sudah diampuni oleh salib kematian Kristus. Dijelaskan panjang lebar, dicantumkan ayatnya.
- Dengan lidah kita mengaku, dengan hati percaya, maka kita diselamatkan. Dijelaskan panjang lebar, dicantumkan ayatnya.
- Dan sebagainya.

Berdasarkan semua argumentasi beserta kutipan-kutipan ayat yang sangat banyak tersebut, maka dibuatnyalah kesimpulannya: makan darah itu sebenarnya diperbolehkan Tuhan.....

Hal yang sama, misalnya, saya temukan berkali-kali di internet mengenai larangan menikah lagi bagi yang bercerai. Dengan tegas Yesus Kristus telah berkata: “Orang cerai tidak boleh menikah lagi” (baca Lukas 16 : 19 dan I Korintus 7 : 11), tetapi oleh para sarjana teologia tersebut, telah berubah menjadi: “Orang cerai boleh menikah lagi.” Cara mereka mengubahnya sama seperti di atas.

- Allah menciptakan manusia itu berpasangan. Dijelaskan panjang lebar apa artinya berpasangan, dicantumkan ayatnya.
- Pernikahan itu dikehendaki Allah. Dijelaskan panjang lebar, disebutkan apa resikonya jika menghambat kehendak Allah, dicantumkan ayatnya.
- Allah tahu umumnya manusia tidak tahan bertarak, dan Dia tidak menghendaki terjadinya percabulan. Dijelaskan panjang lebar, dicantumkan ayatnya.
- Allah menghendaki manusia itu beranak cucu. Dijelaskan bagaimana caranya beranak cucu, dicantumkan ayatnya.
- Kita selamat karena kasih karunia oleh iman. Dijelaskan apa itu kasih karunia, dijelaskan apa iman, dicantumkan ayatnya.
- Keselamatan bukan hasil perbuatan. Dijelaskan panjang lebar, dicantumkan ayatnya.
- Kasih Allah tak terukur dalamnya. Dijelaskan panjang lebar, dicantumkan ayatnya.
- Allah melihat hati. Djelaskan panjang lebar, dicantumkan ayatnya. Dsb.

Dan melalui semua alasan-alasan Alkitabiah tersebut, diajarkanlah kesimpulannya: “Orang cerai sebenarnya boleh menikah lagi.” Dan lebih jauh, orang yang melarang diserangnya sebagai orang-orang Farisi, penganut-penganut Taurat, penyangkal-penyangkal kasih karunia.

Demikianlah apa yang tegas-tegas dilarang Tuhan, telah berubah maknanya menjadi diperbolehkan Tuhan, di tangan para sarjana teologia yang sesat ini, sehingga Allah menjadi terlihat seperti pembohong. Dan ketika ajaran mereka disampaikan kepada jemaat-jemaat awam yang polos lugu, ditopang oleh wibawa dan karisma yang besar, dengan cepat jemaat tersebut ditelan oleh kesesatan itu.

Saudaraku...

Lihatlah bagaimana penyesatan demi penyesatan itu masuk ke dalam gereja kita di seluruh permukaan bumi ini. Mereka menjadikan banyak sekali ayat-ayat Alkitab untuk menyerang dan mematikan satu ayat Alkitab.

Demikianlah di tangan para pengajar yang sudah sesat ini, aborsi menjadi boleh; korupsi menjadi boleh; berdoa, berkomunikasi atau minta tolong kepada orang mati menjadi boleh –termasuk kepada Bunda Maria atau orang-orang kudus atau roh-roh leluhur--; beribadah kepada Allah melalui patung menjadi boleh; berobat ke dukun atau yang disebut ‘alternatif’ menjadi boleh; cinta uang menjadi boleh bahkan dikehendaki Allah; bersaksi dusta di pengadilan sekuler menjadi boleh; kecanduan rokok dibenarkan; bercerai menjadi boleh; hidup bersama tanpa menikah (kumpul kebo) dibenarkan; pakai benda-benda okultis ataupun kecakapan sihir menjadi boleh; menikah sesama jenis sah-sah saja bahkan boleh diberkati gereja; membunuh dapat dibenarkan; bahkan berhubungan seks di luar ikatan pernikahan boleh-boleh saja, dan begitu banyak lagi kesesatan lainnya.

Untuk semua itu, masing-masing ada argumentasi pembelaannya, dengan memakai ayat-ayat Alkitab. Tetapi yang paling banyak dijadikan alasan adalah ajaran kasih karunia. Kasih karunia Allah telah dijadikan sebagai bahan untuk mengaretkan semua firman Allah yang sifatnya melarang atau memerintahkan, menurut kebutuhan mereka. Hal yang paling sering mereka katakan ialah: “Pilihlah mana yang paling baik menurutmu, kasih karunia Tuhan bersamamu.” Dengan nasehat ini, mereka membebaskan semua jemaat dari Hukum Tuhan. Firman telah menjadi karet, yang boleh ya, boleh tidak.

Fenomena itu sudah dinubuatkan dan diperingatkan Rasul Petrus dua ribu tahun lalu.

II Petrus 3 : 17
Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.

Saudaraku dalam kasih Yesus...

Tahukah anda? Cara seperti itulah persis yang iblis pakai untuk menipu Adam dan Hawa, maupun untuk mencobai Yesus Kristus.

Kejadian 3 : 4-5
Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

Lihatlah argumentasi iblis di atas. Pada dasarnya iblis sedang berkata: “Allah sangat mengasihimu, Ia penuh pengampunan, Ia tidak akan menghukummu, dan Ia tidak sesederhana yang Ia katakan itu, tetapi ada rahasia-rahasia yang tersembunyi yang tidak kau tahu...” Saya percaya, seandainya saat itu Alkitab sudah ada, iblis akan mengutip begitu banyak ayat, agar Hawa dan Adam percaya kepadanya. Dengan bertamengkan kasih karunia Allah yang memang demikian besar, iblis telah berhasil membuat Adam dan Hawa berani melanggar firman.

Kita melihat contoh yang lebih jelas ketika iblis mencoba menipu daya Yesus di padang gurun.

Matius 4 : 5-6
Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”

Yesus tahu argumentasi iblis tersebut memang terdapat di dalam Alkitab (lihat Mazmur 91).

Tetapi berbeda dengan Adam-Hawa yang tidak menyangkal kehendak-kehendak dirinya sehingga mereka tertipu, Yesus menyangkal diri-Nya dan tetap teguh pada ketaatan-Nya, sehingga Ia menang.

Saudara...

Betapa kita harus senantiasa taat kepada firman-Nya. Sekalipun ayat-ayat argumentasi tersebut benar dari Alkitab, tetapi jika semua itu dipakai untuk mematikan satu ayat tertentu, hati-hatilah, berarti ada pikiran-pikiran iblis si penipu disana. Sebab firman Allah tidak pernah bertentangan satu sama lain.

Mari saudaraku, pengajar-pengajar firman Tuhan, mari menelanjangi tipu daya si iblis, musuh kita. Jangan pernah membiarkan dirimu menjadi saluran bagi roh yang terkutuk itu untuk melakukan penyesatan massal. Kenakanlah terus ikat pinggang kebenaran, dan tangkis pikiran-pikirannya dengan perisai iman, serta lawan dia dengan pedang Roh, yaitu firman Tuhan. Berpeganglah terus pada iman bahwa setiap firman itu “ya” dan “amen”. Ya artinya kita tidak akan membuat bantahan, atau membuat pengertian yang lain, atau menyatakan hal yang sebaliknya. Amen artinya kita tunduk dan melakukannya, apapun harga yang harus kita bayar.

Bila ada di antara kita pernah tertipu oleh iblis dan mengajarkan suatu pengertian yang sebaliknya di masa lalu, entah melalui khotbah entah tulisan, jangan terlalu tertekan perasaan. Kasih karunia Yesus masih ada bagi kita. Mari kita datang kepada-Nya dan mengakui semua kesalahan, dan Ia pasti mengampuni kita.

Juga, bila kita melihat seorang saudara kita tersesat oleh ajaran yang salah, jangalah anda jadi membencinya. Ingatlah selalu, dia hanyalah korban dari musuh kita. musuh kita adalah iblis, yang telah menipu banyak saudara kita sejak semula. Jadi kepada sahabat kita itu, kita harus tetap mengasihi serta berusaha untuk menyadarkannya kembali.

Kasih itu menegur pada saatnya, tetapi juga mengampuni di sisi lainnya. Jangan menjatuhkan penghukuman, tetapi serahkanlah kepada Allah saja. Biarkan Tuhan berperkara, sebab Allah memiliki hubungan pribadi dengan semua anak-anak-Nya. Allah memberikan kesempatan kepada semua orang termasuk kita, untuk bisa menyadari kesalahan dan bertobat. Itu artinya, anda juga harus menyediakan pengampunan di dalam kasih. Justru anda harus berdoa bagi saudaramu itu mencucurkan air mata.

Kasih haruslah dasar dari segala sesuatu yang kita kerjakan didalam Tuhan, entah itu menghibur, ataukah menegur. Tanpa kasih yang mendalam, teguran anda mungkin adalah sebuah serangan penghakiman. Ingatlah, penghakiman itu juga sebuah dosa.

Seperti saya katakan, suatu kesesatan ialah anak panah musuh yang menyatu dalam pikiran, menjadi bagian dari sistem kepercayaan orang itu, dan cara menyembuhkannya hanyalah dengan menyuntikkan kebenaran Kristus ke pikirannya, dan inilah tujuan dari sebuah peneguran di dalam firman.

Memang seseorang yang terlanjur percaya pada suatu ajaran yang salah, tidak dapat begitu mudah menerima kebenaran itu. Akan ada polemik di pikirannya, akan ada pergumulan di dalam doa jika ia seorang yang rendah hati. Tetapi juga sering kali ia akan menyemburkan serangan kepada orang yang menyuntikkan kebenaran itu. Serangan inilah yang disebut salib. Ia bisa jadi sebuah tuduhan, kemarahan, intimidasi, amukan, makian, bahkan pula aniaya fisik termasuk kematian. Ada salib di dalam mengikut kebenaran Tuhan, dan kita tidak boleh takut menanggungnya.

Saya sendiri harus berbenturan dengan banyak teman terkasih yang menganut kesalahan. Bahkan salah seorang sahabat saya sendiri, yang sekian lama saling berbagi firman dan dorongan semangat di facebook ini, telah meninggalkan dan memblokir saya. Saya telah diblokir banyak teman karena mengajarkan kebenaran yang kebetulan membentur keyakinan teologis mereka yang salah. Ah, sesungguhnya saya sudah cukup banyak menerima caci maki, kata-kata pedas, serangan-serangan, bahkan tuduhan-tuduhan jahat khususnya melalui email / pesan, dari teman-teman kristen yang semula bersahabat dengan saya di facebook, karena kebenaran Firman. Itu karena kebenaran yang saya bagikan berbeda dengan kesalahan yang selama ini ia anut. Orang-orang tidak siap menerima teguran firman. Mereka tidak siap keyakinan mereka yang salah diuji kembali. Bahkan mereka sendiri mungkin tidak pernah menguji dengan sungguh-sungguh apa yang mereka pegang itu. Mereka hanya menginginkan khotbah-khotbah yang nyaman di hati dan enak di telinga. Tetapi kita bukanlah pembicara menurut pesanan manusia, melainkan berbicara seturut dengan beban yang Tuhan taruh di hati.

Hanya, ingatlah selalu bahwa kebenaran itu anda ketahui bukan untuk anda pakai mempermalukan saudaramu di muka umum. Yesus mengasihi orang-orang berdosa, dan untuk itulah Ia datang ke bumi, memanggil mereka datang kepada terang-Nya. Kesesatan hanyalah salah satu dosa, dan siapakah di antara kita yang tidak pernah berbuat dosa? Kasih itu mengampuni. Kasih itu memberi waktu. Kasih itu bersabar di dalam pengharapan.

Akan tetapi sekalipun demikian, anda haruslah tetap berpegang kepada kebenaran Kristus. Jangan karena perasaan sungkan pada manusia, anda merahasiakan kebenaran dan menerima kesalahan. Sebagai hamba bagi Allah kita, kita harus terus menyatakan kebenaran-Nya, meskipun hal itu barangkali bertolak belakang dengan ajaran yang dianut mayoritas teman kita sendiri. Mungkin anda akan dikucilkan dari kumpulan karena berpegang teguh pada kebenaran. Tetapi mengikut Tuhan membutuhkan keberanian untuk menerima aniaya.

Demikian pula kepada kita jemaat-jemaat biasa, yang hari ini masih dibelenggu oleh pengajaran-pengajaran yang salah, yang mempraktekkan hal-hal yang bertentangan dengan firman, mari kita datang kepada Yesus Kristus dan mengakui segala kesalahan. Ia pasti mengampuni kita, dan kita memulai kehidupan baru yang mengasihi, mempercayai, dan menaati Dia dengan segenap kekuatan kita.

Juga harus saya nyatakan disini, sekalipun di atas saya menyebut-nyebut teologia atau sarjana teologia, saya tidak bermaksud semua sarjana teologia seperti itu. Banyak hamba-hamba Tuhan di Indonesia ini, bahkan di seluruh dunia, besar atau kecil, adalah pahlawan-pahlawan mengagumkan dari Kerajaan Bapa kita. Mereka juga, sebagian besarnya, berlatar belakang sarjana teologia.

Jadi mohon anda tidak menjadi salah menangkap maksud tulisan saya ini, sebab saya tidak sedang berbicara mengenai sarjana atau bukan sarjana apapun, melainkan supaya kita semua waspada terhadap bahaya penyesatan yang sekarang sedang melanda gereja di seluruh dunia.

Ya, inilah akhir zaman. Yesus akan segera datang kembali, itu juga berarti Antikristus akan lebih dulu muncul mengusung Tatanan Dunia Baru-nya. Tanda-tandanya sudah semakin banyak dan terbuka di depan mata. Dunia dan segala hal yang kita miliki di dalamnya akan segera berlalu. Jadi mengapa kita terlalu merisaukan serta menghabiskan terlalu banyak waktu dan pikiran untuk semua itu? Mari senantiasa berjaga-jaga di dalam roh, membersihkan diri dari segala kesalahan dan dosa, serta bertekun di dalam pergaulan intim dengan Kristus.

Akhirnya, kenalilah setiap ajaran dari tujuannya. Bukan dari banyaknya ayat Alkitab yang dikutip atau sesaknya istilah-istilah bahasa Ibrani atau Yunani yang dipakai supaya terlihat gagah tak terbantahkan.

Roh Tuhan selalu mengajar kita menjadi pelaku atau penurut-penurut firman. Tetapi iblis menghasut kita untuk menjadi pelanggar-pelanggar firman, apapun caranya, termasuk dengan menyamar sebagai domba, dimana ia membungkus tujuan gelapnya dengan banyak ayat Alkitab yang seolah-olah membenarkannya.

Kasih-Nya dan ketaatan kita, itulah yang membuktikan bahwa antara Dia dan kita terikat dalam hubungan Bapa dan anak, yang tidak akan terpisahkan.

Dan lagi, Ia yang telah menyediakan pengampunan untuk kita oleh kematian-Nya di kayu salib, tidak akan menyembunyikan pengampunan-Nya itu ketika kita datang mengakui setiap kesalahan dihadapan-Nya.

Kasih Bapa dan kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus menyertai kita sekalian, oleh Roh Kudus-Nya.

Amen.

MENGASIHI SEMUA ORANG





MENGASIHI SEMUA ORANG

Yesus mengasihi semua orang. Tapi seringkali kita gagal memahami ini. Suatu hari saya berkata: "Satu hal yang saya percayai, Yesus mengasihi semua orang". Lantas seorang saudara menyahut: "Satu hal yang saya percaya,
Yesus hanya mengasihi setiap orang yang mengasihi Dia."

Saudaraku dalam kasih Tuhan,

Mengira bahwa Yesus hanya mengasihi orang yang mengasihi Dia sangat melenceng dari kebenaran Injil. Allah mengasihi kita bukanlah karena kita mengasihi Dia. Dialah yang lebih dulu mengasihi kita, bahkan ketika kita belum mengenal-Nya dan masih hidup di dalam kegelapan dosa.

Ada satu pernyataan yang berbahaya, yang sering kali saya dengar diucapkan orang-orang yang mengaku dari golongan lahir baru. Pernyataan itu bunyinya: “Orang yang tidak lahir baru sama saja dengan tidak ada di mata Tuhan.”

Mungkin ada sedikit kebenaran di dalamnya. Tapi dengan berkata begitu, mereka menyimpulkan bahwa segala hal yang orang-orang yang belum lahir baru lakukan maupun nyatakan kepada Tuhan, tidak ada artinya, sebab tidak ditanggapi oleh Tuhan. Perjanjian-perjanjian mereka kosong, air mata mereka sia-sia, pengharapan mereka tidak diacuhkan Tuhan. Mereka sama sekali tidak dianggap. Sama sekali tidak dikasihi Allah. Tuhan total menutup diri dari mereka.

Inilah pandangan yang melahirkan fanatisme terhadap aliran gereja sendiri. Inilah pandangan yang membuat banyak orang berkata: hanya gereja kami yang benar, di luar kami semuanya binasa. Hasilnya sangat buruk. Mereka menjadi orang-orang munafik. Sekalipun mereka tersenyum dan mau menjabat tangan orang kristen lainnya, di dalam hati mereka, mereka memandang sebelah mata dan ada suara: kau orang binasa.

Ini sebuah kesalahan besar. Saya berharap jangan ada lagi di antara kita yang seperti itu. Pandangan seperti itu berasal dari roh fanatisme, roh yang menguasai orang-orang Farisi di masa lampau.

Pandangan sinis seperti itu membunuh kasih. Anda tidak dapat mengasihi seseorang dengan tulus jika ada pandangan sinis terhadap orang itu meski secuil di dasar hatimu. Bagaimana anda dapat mengasihi tetanggamu --mungkin dia muslim, mungkin belum lahir baru, mungkin pula keluarga yang amburadul-- seperti perintah Kristus, jika anda senantiasa sinis dan gemar membahas-bahas kekurangannya di dalam rumahmu sendiri? Sekalipun anda memaksakan diri untuk terlihat mengasihi, anda akan gagal mengasihi dengan kasih murni.

Saudaraku kekasih di dalam Kristus...

Ada banyak orang berdosa di sekitar kita, bukan hanya di kalangan orang-orang yang tidak mengenal Yesus, tapi juga di kalangan anak-anak Tuhan sendiri. Dosa, bagaimanapun, tidak berkenan di hadapan Tuhan. Tetapi orang berdosa tidaklah dibenci, melainkan dipanggil untuk datang. Dan ketika dari hati orang berdosa itu keluar suatu keluhan kerinduan pada Tuhan Yesus, kasih karunia Yesus yang memang telah tersedia atas orang itu akan menyentuhnya.

Ketika seorang pelacur terpuruk di tepi malam, dan di dalam hatinya ada dukacita oleh keburukannya serta rasa haus akan kasih Yesus, tangisan dalam hati tersebut akan terhubung kepada hati Tuhan. Ketika seorang preman pemabuk teperosok ke dalam parit di gelap malam, dan di dasar hatinya terdengar keluhan dan pengharapan pada kasih Yesus, pertolongan Tuhan akan turun atasnya. Bahkan ketika orang-orang muslim atau penganut agama palsu lainnya, oleh kerinduannya untuk mengenal Tuhan yang benar, lalu berdoa lirih: “Tuhan, siapakah sebenarnya Engkau...?” Tepat pada waktunya, Yesus akan menyatakan diri kepada-Nya.

Yesus datang ke bumi ini, dan merelakan nyawa-Nya, bukan untuk orang-orang yang merasa dirinya kudus, melainkan untuk orang-orang berdosa. Yesus tidak sinis kepada orang-orang berdosa. Bagaimana Ia bisa rela mati bagi mereka, jika Ia sinis di dasar hati-Nya pada mereka dan menganggap mereka tidak pernah ada?

Sebaliknya Yesus mengundang semua orang berdosa untuk datang kepada-Nya. Bahkan Ia mencari mereka ke jurang-jurang terdalam, sebagaimana gembala mencari domba yang hilang itu. Itu semua karena kasih.

Kita justru melihat bahwa Yesus terus menerus mengecam orang-orang Farisi, yaitu orang-orang yang mengaku kudus dan memang mereka sangat fanatik. Saya kuatir, jika kita menganut pandangan seperti yang saya sebutkan tadi, Yesus justru menganggap kita sebagai musuh Injil, sebagaimana Ia memandang orang-orang Farisi.

Saudaraku yang baik...

Janganlah pernah sinis pada orang berdosa, atau pada saudaramu yang jatuh ke dalamnya. Jangan mengungkit-ungkit dengan nada sinis keburukannya pada siapapun, bahkan termasuk pada suami atau istrimu di kamar tidur, dengan tujuan untuk bahan mengobrol. Kalau pun ada percakapan tentang dia, haruslah dengan roh yang mengasihi, belas kasihan dan terbeban untuk membawanya ke dalam kebenaran, atau sejauh-jauhnya sebagai bahan renungan supaya tidak berbuat hal yang sama.

Jangan denguskan nafasmu atas siapapun: “Huh, katanya anak Tuhan, tapi pelitnya minta ampun. Huh, katanya pendeta, tapi minum-minum bir. Huh, katanya hamba Tuhan, tapi begitu dikipas pakai duit langsung ngiler. Pendeta apaa tuh? Gereja apaan tuh? Kristen apaan tuh? Dan sebagainya.”

Jika anda sinis pada saudaramu karena kelemahannya, atau karena ia jatuh dalam dosa, atau kepada orang-orang terhilang dan tersesat pada umumnya, bagaimana anda bisa mengaku mengasihi mereka? Siniskah kasih itu? Ketuskah kasih itu? Jika kepada sesama kristen saja anda ketus begitu, bagaimana kepada orang-orang Islam yang penuh dengan kekonyolan dalam segala ibadahnya? Bukankah anda akan selalu terbahak-bahak sinis pada mereka? Bagaimana terhadap orang-orang FPI yang penuh kebencian itu? Bagaimana cara anda mengasihi mereka?

Saudaraku dalam kasih Allah...

Seburuk-buruknya dosa anak manusia, tetaplah sadari dengan sungguh-sungguh bahwa jiwa-jiwa ini sangat berharga di mata Tuhan. Yesus telah mati bagi mereka, Yesus mengasihi mereka semua, sama seperti Dia mengasihi kita.

Itulah sebabnya, kita yang lebih mengerti kebenaran, harus menjadi saluran-saluran kasih Tuhan, bukannya senjata-senjata pembunuh oleh roh penghakiman.

Ketika orang memilih jalan yang salah, usahakanlah supaya dia sadar dan keluar dari jalan itu. Kita boleh menegornya, sebagai wujud kasih persaudaraan. Harus saya tegaskan, kasih itu tidak harus selalu mellow, ia juga dapat diperlihatkan dengan cara pemberian disiplin atau tegoran tegas, manakala perlu. Saya menyebutnya, kasih yang membapai. Tetapi dasarnya tetaplah kasih. Batu pengujinya tetaplah kasih. Apakah anda menegor, ataukah anda memberi disiplin, Yesus akan menguji setiap tindakanmu. Dan Ia dapat melihat dengan begitu terang, apakah semua itu keluar dari kasih ataukah roh penghakiman yang arogan dan memandang rendah. Kasih itu bersifat menyadarkan, penghakiman bersifat mendakwa. Tuhan bisa membedakannya.

Jika anda memilih menegor saudaramu yang berbuat dosa, tetapi dia bersikeras, berdoalah untuknya di dalam kasih, menangislah dengan bercucur air mata untuk-Nya. Menangislah dengan terisak-isak, biarkan kasih akan dia mendorong doa-doamu. Serahkanlah perkaranya kepada Tuhan, mintakan Tuhan berbuat sesuatu untuk menyadarkannya, bukan malah meminta Tuhan mengutuknya. Percayalah bahwa Allah menanggapi semua doa, lebih lagi doa yang lahir dari kasih.

Kita harus banyak menangis untuk saudara-saudara kita yang masih tinggal dalam dosa, maupun bagi mereka yang baru saja melangkah ke dalamnya.

Banyak kali malam-malam hari saya menangis, menangis sejadi-jadinya, sampai lidah menjadi kelu, tersungkur dengan air mata bercucuran, di hadapan Bapa kita, manakala saya berdoa untuk gereja-gereja, khususnya gereja-gereja yang suam, tertidur atau tersesat, atau manakala saya berdoa bagi sahabat-sahabat saya yang memilih jalan yang salah, atau untuk adik-adik saya, atau saudara-saudara se-gereja saya.

Saya mungkin cukup keras menyerukan ketaatan, tapi saya tidak pernah berkata sinis kepada siapapun yang tidak taat. Yesus mengasihi mereka, itu senantiasa pegangan pertama saya. Dengan pegangan pertama itulah saya memegang pegangan kedua: Yesus menginginkan kami semua untuk taat, maka itu haruslah saya tuliskan.

Dalam hal kepribadian, saya mudah meneteskan air mata, Yesus tahu itu. Suatu malam saya pulang membawa roti. Di tengah jalan saya melihat seorang gila tidur di tumpukan sampah. Saya merasa sangat bersalah, tidak sanggup meneruskan perjalanan, lalu menghentikan kenderaan dan membagikan roti serta sebotol aqua kepadanya. Suatu siang di jam istirahat kantor saat makan di restoran, seorang anak jalanan yang kumal dan bau datang menawarkan semir sepatu. Saya berikan dan dia duduk di bawah kursi saya. Hati saya menjadi sangat tertampar, tidak sanggup meneruskan makan siang, lalu mengundangnya duduk di sebelah saya dan memberinya makan. Berdua kami makan semeja dilayani pelayan restoran, dan itu melegakan hati saya dari perasaan bersalah kepada Bapa.

Sebenarnya itu rahasia-rahasia kecil yang semestinya anda tidak perlu tahu, tapi dengan terpaksa saya tuliskan disini, supaya jangan ada seorang pun di antara anda menjadi seorang yang sinis pada saudara yang berdosa atau terbuang. Supaya jangan anda mengira bahwa saya mengajarkan kesinisan ketika saya menuliskan peringatan akan dosa. Jangan ada seorang pun kiranya di antara kita yang gemar menegor, jikalau tidak ada kasih yang mendalam pada dirinya, jikalau dia tidak dapat menangis lebih dulu bagi saudaranya yang bersalah itu. Kasih, sekali lagi kasih, harus menjadi dasar dari segala perbuatan kita di dalam kehidupan ini.

Saudara...

Mari bangkitkan roh doa di dalam diri kita. Mari menjadi pendoa-pendoa syafaat bagi saudara-saudara kita, di dalam kasih Bapa.

Yesus memberi teladan bagi kita untuk mengasihi semua orang, bukan hanya mengasihi orang yang mengasihi kita, tapi juga orang yang membenci kita.

Banyak orang yang membenci kita tanpa alasan, hanya karena kita seorang kristen. Atau, ada juga orang kristen yang membenci kita, karena kita belajar mengikut Yesus dengan setia, sementara hal itu bertentangan dengan pandangannya. Tetapi janganlah pernah membenci mereka, atau membalas kesinisan mereka. Sebaliknya, tunjukkan kasih dan hormatmu pada mereka.

Saudaraku yang baik...

Janganlah kiranya pernah membiarkan kebencian tumbuh di dalam hatimu pada siapapun juga. Belajarlah membangun kasih pada setiap orang. Memang kita tidak dapat mengasihi kejahatan mereka. Tapi kesadaran bahwa Tuhan kita Yesus mati untuk mereka, itulah dasar dari segala sikap hati kita untuk mereka.

Mungkin tidak kepada setiap orang kita sempat melakukan aksi kasih secara material, tetapi sorot mata kasih harus kita berikan kepada setiap orang.

Siapakah setiap orang? Apakah hanya orang-orang yang ramah dan baik pada kita? Bagaimana dengan dia yang meludahi kita? Bagaimana dengan dia yang meminjam uang kita dengan memelas, tapi setelah itu tidak pernah mengembalikannya sepeser pun? Bagaimana dengan dia yang mencuri hak-hak kita? Bagaimana dengan dia yang mengkhianati persahabatan kita? Bagaimana dengan dia yang menyebarkan cerita-cerita fitnah di luar sana tentang kita? Bagaimana dengan dia yang pernah bersumpah serapah bahkan mengutuki kita? Bagaimana dengan dia yang bahkan membunuh orang-orang terkasih kita...?

Bagaimanakah kita dapat mengasihi orang-orang seperti itu? Anda sedikitpun tidak akan dapat, jika anda tidak dapat menyangkal diri anda sampai menjadi nol. Jika anda tidak membuang segala kebanggaan-kebanggaan status sosial anda, jika anda tidak menyangkal hak-hak anda untuk memperoleh kebaikan atau penghargaan dari orang-orang di dunia ini.

Lewat buku, maupun khotbah-khotbah, banyak orang mengajar kita untuk mengejar berkat, kelimpahan, impian kekayaan, cita-cita setinggi langit, atau apa yang orang namai “Teologia American Dream.” Anda diundang menghadiri seminar, kelas-kelas motivasi mengejar impian. Saya mengakui ada beberapa kebaikan disana, serta sedikit kebenaran. Tapi semua itu justru mendorong ego anda untuk mengejar buah-buah dunia ini. Tanpa sadar, anda diajar untuk mencintai dunia. Hasilnya, ketika ternyata anda dihantam badai, anda tidak mengerti apa yang semestinya anda lakukan sebagai anak Allah, melainkan anda justru merasa dikhianati dunia, sekaligus kecewa dengan Tuhan karena Tuhan terlihat gagal membuktikan janji-Nya. Itu semua karena anda hidup di dalam ajaran yang mencari kepuasan ego, dan menganggap pencapaian sosial sebagai kebahagiaan ilahi.

Tetapi sejak sekarang, kembalilah kepada ajaran Kristus yang benar. Dia telah berkata barang siapa yang hendak mengikut Dia, haruslah menyangkal dirinya, memikul salibnya dan meneladani Dia. Itulah ajaran Tuhan kita yang benar. Renung-renungkanlah hal itu terus menerus.

Hanya dengan menyangkal diri, membungkam ego sendiri ketika di dalam dada dia bersungut-sungut oleh apapun, dan memikul salib, merelakan diri mengalami aniaya karena kebenaran Kristus, serta meneladani Yesus dalam menyikap segala persoalan hidup, hanya itulah yang membuat anda dapat mengasihi orang-orang jahat yang menganiaya anda.

Dan itulah yang dengan sempurna dilakukan oleh Yesus, sehingga dari atas salib yang menyakitkan itu, sedikitpun Ia tidak kecewa pada murid-murid-Nya yang lari sana, atau kepahitan kepada pengkhianatan Yudas Iskariot, atau marah para orang-orang Yahudi yang ada di bawah sana, yang memandangi-Nya sambil tertawa-tawa mengejek, atau jengkel kepada tentara-tentara Roma yang telah memakukan tangan dan kaki-Nya ke kayu salib tersebut. Sedikitpun tidak ada kemarahan di hati Yesus saat itu pada siapapun. Sedikitpun tidak ada kebencian. Dari atas salib itu, Ia bahkan masih membujuk-bujuk Bapa-Nya: “Bapa... ampunilah mereka semua... karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat....”

Sudahkah anda berada di jalur yang benar? Ketika anda disakiti, sudahkah anda berkata: “Bapa, ampunilah dia...”? Ataukah anda masih orang yang berkata: “Bapa.... mana janji-Mu.... mengapa Kau biarkan mereka berbuat jahat padaku... apa salahku pada-Mu, Bapa... Belalah aku orang kudus-Mu ini...”?

Satu hal perlu saya singkapkan, ketika ada orang menjahatimu, tangan Tuhan akan menjadi lawannya. Siapa menabur kejahatan, menuai murka. Siapa menabur angin, menuai badai. Tapi melepaskan pengampunan kepadanya di dalam permohonan kepada Bapa, akan meluputkan dia dari badai itu. Tuhan mengampuni orang yang anda ampuni. Jika seorang anak raja mengampuni orang yang bersalah kepadanya, bukankah raja pun tidak akan menangkap orang itu? Raja akan berkata: “Karena anakku sudah mengampunimu, pergilah dengan bebas.”

Yohanes 20:23
Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.

Saudaraku...

Berdirilah di atas kasih atas semua orang. Mungkin ada saatnya marah, mungkin ada saatnya terganggu, terpukul, kecewa, merasa sakit, dan sebagainya. Tapi ke atas perasaan-perasaan negatif tersebut siramkanlah secepat-cepatnya kasih, dan pengampunan, dan penyangkalan diri, di dalam kasih Yesus.

Jangan pernah lagi menuntut orang lain berlaku sempurna terhadapmu, berilah maklum pada kelemahan dan kekurangan mereka, tetapi engkau, didiklah dirimu sendiri untuk semakin sempurna dalam berlaku pada orang lain. Robahlah apa yang perlu engkau robah dalam prilakumu. Mungkin sopan santunmu kurang, mungkin kesabaranmu, mungkin bahasa tubuhmu, mungkin cara bicaramu pahit dan menyakitkan. Bukan untuk mencoba menyenangkan hati manusia, tapi dalam rangka pertumbuhanmu di dalam kasih Kristus, agar dalam segala kepribadianmu, engkau mempermuliakan Allah kita.

II Petrus 1 : 5-7
Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.

Jadilah rendah hati, belajarlah lemah lembut, mulailah menyangkal suara-suara egomu.

Berhentilah menuntut kebaikan dari orang lain. Berhentilah mengharapkan perhatian mereka, atau penghormatan, atau penghargaan, atau pujian, atau balasan kebaikan, atau kesetiaan, atau kejujuran, atau empati, atau belas kasihan atau pertolongan mereka.

Berhentilah dari mengejar semua itu dari siapapun, entah saudaramu, entah keluarga mertuamu, entah tetanggamu, entah teman seperkumpulanmu. Jika mereka memberi kebaikan-kebaikan tersebut kepada anda, anda bebas untuk menerima dengan rasa terimakasih atau menolaknya dengan santun. Tetapi ketahuilah, tidak ada upah sorgawi bagi mereka yang menerima, melainkan hanya bagi mereka yang memberi.

Jadi berikanlah kasih, perhatian, penghormatan, pujian, kebaikan, kesetiaan, kejujuran, empati, belas kasihan atau pertolongan pada setiap orang, siapapun itu, tanpa pandang bulu.

Ya, kita diajar untuk memberi, bukan untuk menuntut. Mengapa? Sebab semuanya itu telah diberikan Allah kepadamu. Anda telah menerima semua kebaikan itu dari sorga, untuk anda alirkan ke dalam dunia. Jadi sumber kita haruslah sorga, bukan dunia.

Mungkin anda berpikir: “rugi dong gua kalau seperti itu! Itu namanya dikasih hati minta jantung!” Saudara, itu hanya pikiran logika manusia. Allah tidak tunduk pda logika kita. Rancanganmu bukan rancangan-Ku, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, kata Tuhan (Yesaya 55 : 8). Jalan pikiran kita, bukanlah jalan pikiran yang dipakai Tuhan. Ia berdiri di atas firman-Nya, di atas hukum-Nya, bukan di atas teori-teori filsafat yang membentuk pola pikir manusia.

Sepanjang sejarah, tidak seorang pun anak manusia yang menjadi hancur lebur karena melangkah di atas prinsip-prinsip Allah. Ia memberkati saya ketika saya memberi, Ia semakin memberkati saya ketika saya semakin banyak memberi. Ketika saya melepaskan hak-hak saya dicuri orang lain dan memberikan pengampunan, Ia membuka pintu-pintu yang jauh lebih baik. Suatu hari istri saya kehilangan dompet di pasar. Di dompet itulah tersimpan uang belanja bulanan kami. Mestinya itu menimbulkan kepanikan, mestinya itu menimbulkan kekesalan, kejengkelan, bahkan mungkin percekcokan. Tetapi saya membawa istri saya berlutut di hadapan Allah kita, bukan untuk mengadukan nasib buruk tersebut, tetapi untuk melepaskan pengampunan dan mengucap syukur kepada-Nya, bersyukur bahwa kami Ia perkenankan mengalami masalah agar iman kami boleh berfungsi --sebab tanpa masalah, iman sama sekali tidak berguna di kehidupan sehari-hari--. Jadi kami bersyukur saja uang itu hilang. Dan hasilnya, ternyata Bapa menggantinya dalam tempo tiga atau empat hari saja. Banyak kesaksian yang bisa saya berikan, tetapi kesimpulannya adalah satu: Tuhan kita hidup, Ia memelihara dan Ia menjadi jaminan bagi kita dalam segala hal.

Hiduplah dalam prinsip-prinsip Tuhan kita tersebut, maka engkau akan mengerti bagaimana mestinya hidup di dunia yang gelap ini sebagai anak-anak Terang TUHAN, yang penuh dengan kasih dan belas kasihan.

Percayalah, ketika anda sudah tidak menuntut apa-apa lagi dari orang-orang siapa pun itu, bahkan sekedar ucapan terimakasih atau permintaan maaf sekalipun, tidak akan pernah lagi kebencian bersembunyi di dalam hatimu, dan anda akan dapat mengasihi semua orang di dasar hati anda.

Tahukah anda cara mengasihi musuh seperti yang Yesus ajarkan? Yaitu ketika di dalam hatimu tidak ada kebencian sedikitpun pada orang yang menjahatimu, bahkan engkau tetap dapat berdoa untuk kebaikannya. Jika anda tidak memiliki kebencian, ya jika hati anda bersih dari kebencian atas siapapun, sejahat apapun dia kepadamu atau kepada kelompokmu, maka engkau dipenuhi oleh kasih. Dan selanjutnya, kasih itu akan terwujud lewat perbuatan-perbuatan mulia anda ketika tiba waktunya.

Haleluyah!

SAATNYA MEMBERSIHKAN SEMAK DURI DARI KEHIDUPAN KITA


SAATNYA MEMBERSIHKAN SEMAK DURI DARI KEHIDUPAN KITA

Markus 4:18-19 
Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah

Yesus memakai perumpamaan tentang seorang penabur benih dalam menggambarkan tipe-tipe orang kristen. Salah satu tipe adalah tanah yang penuh semak duri.

Orang yang masuk kategori tanah bersemak duri, sebagaimana penjelasan Tuhan, adalah orang-orang yang mengkuatirkan dunia ini, juga orang yang dikuasai tipu daya kekayaan, juga orang yang dipenuhi keinginan atau kenikmatan daging. Kalau mau jujur, sebagian besar dari kita, orang-orang kristen, sebenarnya masuk ke dalam golongan ini.

Kekuatiran akan dunia ini

Siapa yang dimaksud orang kristen yang mengkuatirkan dunia ini? Mereka adalah orang-orang kristen yang hidupnya digelisahkan oleh keinginan memiliki apa-apa yang dipakai dunia ini untuk mengukur status sosial kita, yaitu uang, gelar, jabatan, pangkat, popularitas, dan sejenisnya. Bila anda sudah memilikinya, anda akan diperhitungkan dalam suatu komunitas. Bila anda tidak memilikinya, anda akan terpinggir dan tidak dianggap. Ketakutan terpinggirkan dan tidak dianggap inilah yang menjadi indikator seseorang itu termasuk golongan mengkuatirkan dunia atau tidak. Jika itu ada di hatimu saat ini, itu adalah semak duri.

Mungkin ada yang bertanya: kalau begitu apakah kita orang kristen tidak boleh lagi memiliki semua itu? Tentu saja boleh. Persoalannya tidak terletak pada boleh atau tidak boleh memiliki. Persoalannya terletak pada psikologi anda, pada jiwa anda. Jika di jiwa anda tidak ada keterikatan pada semua itu, mau terpinggirkan atau tidak, mau tidak masuk hitungan atau tidak, mau dipakai atau tidak, mau terkenal atau tidak, anda sama sekali tidak kuatir dan tetap dapat menikmati sukacita dalam Tuhan Yesus, maka semak duri itu tidak ada di hati anda.

Tipu daya kekayaan

Apa itu tipu daya kekayaan? Tipu daya kekayaan yang paling besar adalah kebanggaan diri, atau dalam istilah lain disebut kesombongan.

Akan tetapi kita tentu akan menolak jika disebut sombong. Bukankah kita acap memakai kata-kata seperti ini: "Bukan sombong ya, saya bisa kok beli semua rumah di blok ini." "Bukan sombong ya, harta saya tidak akan habis tujuh turunan." dan lain-lain. Kita menyebutnya bukan kesombongan, karena memang benar kita mampu melakukannya. Menurut kita, kesombongan adalah apabila kita berkoar tapi sesungguhnya tidak mampu. Akan tetapi meskipun anda mengira bahwa itu bukan kesombongan, pada kenyataannya adalah anda bangga akan diri anda. Kebanggaan diri ini adalah inti atom dari kesombongan. Jika anda memilikinya di hatimu, itu semak duri.

Ini tidak hanya meliputi kekayaan materi semata-mata. Tapi termasuk juga kekayaan-kekayaan yang lain seperti kecantikan, kemampuan, kecakapan, kelebihan-kelebihan rohani, bahkan pula talenta yang dari Tuhan. Kebanggaan diri anda karena memiliki semua itu adalah semak duri.

Tuhan mengajar kita untuk senantiasa merendahkan diri di hadapan manusia dan di hadapan Tuhan. Tuhan mengajar kita untuk hanya mempermuliakan Dia dalam segala hal, termasuk dalam segala kecakapan dan kemampuan kita. Sekalpun anda benar-benar mampu, di hati anda harus kokoh tertanam bahwa semua itu adalah belas kasihan Tuhan saja.

Sudah saatnya anda mendengar firman Tuhan Yesus yang satu ini, meskipun barangkali jarang diajarkan di gereja kita:

Lukas 17:10
Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.

Keinginan-keinginan akan hal yang lain

Dalam Injil Lukas, istilah ini disebutkan dengan istilah "kenikmatan hidup". Kedua-duanya berbicara tentang "kenikmatan daging" atau "kedagingan" yang biasa dipakai rasul-rasul dalam surat mereka.

Kenikmatan daging adalah segala hal yang dilakukan untuk memuaskan atau menyalurkan selera daging. Daging kita menyukai yang enak-enak. Mata kita suka memandang yang enak, yang bisa membuatnya terbelalak dan bibir kita berucap: "Waw.."

Apa yang enak dilidah adalah menggosip, obrolan-obrolan genit, canda-canda porno, dan lain sebagainya. Kalau sudah menggosip ria, lidah kita betah untuk bergoyang terus. Dua ribu kata per menit bisa keluar dari lidah kita. Apalagi kalau sambil makan kacang atau keripik. Makin sedap. Bandingkan bila kita mengobrol tentang firman Tuhan. Lidah kita akan lebih banyak diam. Jangan-jangan hanya sanggup bicara sepuluh kata per menit. Sama halnya bila kita canda-canda porno sama teman-teman di kantor. Dua jam ngakak-ngakak tidak kemana. Bandingkan bila kita membahas Alkitab. Lima belas menit rasanya hampir setahun. Semua itu memperlihatkan apa sebenarnya yang lebih disukai daging kita. Akan tetapi jika anda melayani kehendak-kehendak daging ini, itu semak duri.

Apalagi bila anda membuahi keinginan-keinginan tersebut dengan aksi: selingkuh, TTM-an, narkobaan, ke diskotik, dan lain sebagainya, maka makin terjerumuslah kita ke dalam belenggu kegelapan daging. Juga termasuk semak duri adalah kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik, juga pergaulan yang buruk.

Saudara...
Bukan saya katakan ada orang yang masa lalunya bersih terus. Bukan saya katakan ada orang yang tak pernah ada semak durinya di hari kemarin. Akan tetapi yang saya katakan adalah: saatnya kita sekarang membersihkan seluruh semak duri itu dari kehidupan kita. Saatnya kita menjauhkan diri dari semua itu dan berdiam sepanjang hari di dalam hadirat Allah, dimana pun kita berada.

Bersiaplah menunggu-nunggu kedatangan Tuhan Yesus, seperti lima gadis bijaksana. Dan salah satu persiapan terpenting adalah membabat segala semak duri dari kehidupan rohani kita.

Maranatha